• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Kamis, Juli 16, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Siasat Sekolah Rakyat Kaltim Rayu Anak Putus Sekolah Balik ke Kelas

Suriadi Said by Suriadi Said
15 Juni 2026 | 15:59
Reading Time: 2 mins read
0
Siasat Sekolah Rakyat Kaltim Rayu Anak Putus Sekolah Balik ke Kelas

Kepala Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 58 Kaltim, Rabiatul Adawiyah. [Cintia/Pranala.co]

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

KETIKA jutaan orang tua di Indonesia sibuk berebut kuota jalur zonasi dan prestasi pada tahun ajaran baru 2026/2027, pemandangan berbeda justru terlihat di Kalimantan Timur.

Di sini, pengelola Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi tidak duduk diam menunggu pendaftar. Mereka justru turun ke jalan, mengetuk pintu-pintu rumah sengkuang, berburu anak-anak yang hak belajarnya terenggut oleh kerasnya kehidupan.

PILIHAN REDAKSI

Cetak Sejarah Baru, Ratusan Siswa Angkatan Pertama SMA Taruna IKN Resmi Masuk Asrama

Cetak Sejarah Baru, Ratusan Siswa Angkatan Pertama SMA Taruna IKN Resmi Masuk Asrama

9 Juli 2026 | 22:47
Sekolah Rakyat Samarinda Dikebut, Target Bisa Digunakan 14 Juli

Sekolah Rakyat Samarinda Dikebut, Target Bisa Digunakan 14 Juli

8 Juli 2026 | 21:47

Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kaltim mengabaikan sistem pendaftaran konvensional. Mereka menerapkan sistem penjangkauan proaktif alias jemput bola untuk menjaring anak-anak yang putus sekolah atau belum pernah tersentuh sistem pendidikan formal.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 58 Kaltim, Rabiatul Adawiyah, menegaskan bahwa sekolahnya sengaja menutup pintu bagi pendaftaran umum. Langkah ini diambil agar fasilitas negara benar-benar jatuh ke tangan anak-anak yang hampir kehilangan masa depan.

“Proses penerimaan siswa baru di Sekolah Rakyat tidak seperti sekolah biasa. Kami tidak menggunakan sistem pendaftaran, melainkan penjangkauan,” ujar Rabiatul saat berbincang dengan media, Senin (15/6/2026).

Mekanismenya bergerak senyap namun pasti. Bermodalkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dari pemerintah pusat, Dinas Sosial bergerak menggandeng pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

Para pendamping inilah yang menjadi ujung tombak. Mereka menyisir perkampungan, mencari anak usia sekolah yang kini justru menghabiskan waktu di lampu merah atau pasar-pasar tradisional.

Mengetuk pintu rumah anak putus sekolah rupanya bukan perkara mudah. Rabiatul menceritakan, tim di lapangan kerap menghadapi benteng tebal dari pihak keluarga sendiri.

Konflik ekonomi menjadi pemicu utama. Banyak orang tua yang lebih memilih anaknya bekerja membantu dapur tetap ngebul, ketimbang duduk manis di dalam kelas.

“Banyak anak putus sekolah yang perlu kami motivasi kembali. Kami harus memberikan pemahaman kepada orang tua bahwa pendidikan sangat penting untuk masa depan,” kata Rabiatul.

Tantangan kian berat saat tim berhadapan dengan anak-anak yang sudah telanjur nyaman memegang uang sendiri hasil bekerja, atau mereka yang sudah terjebak dalam gaya hidup pasif di lingkungan yang kurang mendukung.

Saat ini, sudah ada ratusan calon siswa di Kaltim yang masuk dalam radar penjangkauan. Namun, pihak sekolah tidak mau gegabah.

Penyaringan ketat dan kunjungan ulang ke rumah calon murid akan terus dilakukan. Pada tahun ajaran baru ini, sekolah juga menetapkan batas usia minimal 7 tahun agar siswa lebih mandiri saat mulai belajar nanti.

Kabar baiknya, perjuangan anak-anak ini nantinya tidak lagi menempati ruang-ruang darurat. Dalam waktu dekat, Sekolah Rakyat Terintegrasi akan hijrah ke gedung permanen yang lebih layak di kawasan Palaran.

Langkah besar ini melibatkan penggabungan beberapa sekolah, yakni SRT 24, SRT 57, dan SRT 58 ke dalam satu kawasan terpadu.

“Target kami adalah menerima tujuh kelas. Tiga kelas untuk jenjang SD, dua kelas untuk SMP, dan dua kelas untuk SMA,” tutur Rabiatul memerinci daya tampung sekolah.

Dengan kapasitas standar 30 siswa per kelas, kompleks sekolah baru ini siap memeluk 210 anak yang berhasil diselamatkan dari rantai putus sekolah.

Terkait bagaimana teknis penggabungan kelas dan pembagian jenjang di gedung baru nanti, Rabiatul memilih patuh pada keputusan Jakarta. Ia menyerahkan sepenuhnya formula terbaik kepada kebijakan pemerintah pusat demi kenyamanan belajar anak didik. [TIA]

 

Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

Tags: Pelajar KaltimSekolah Rakyat
Previous Post

Mahasiswa Kepung DLH Kutim, Desak Perusahaan Rapor Merah Ditindak

Next Post

Pasokan Air Baku Tekor, Bagaimana Nasib 18 Ribu Warga Kaliorang dan Sangkulirang Kutim?

BACA JUGA

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gugatan Rp27 Miliar Berlanjut, Eks Wali Kota Bontang Belum Hadiri Mediasi di PN Bontang

Gugatan Rp27 Miliar Berlanjut, Eks Wali Kota Bontang Belum Hadiri Mediasi di PN Bontang

13 Juli 2026 | 22:26
Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

13 Juli 2026 | 22:04
Kuota Umrah Gratis Kaltim Anjlok Drastis, Kini Tinggal 14 Orang Konflik Iran–Israel Memanas, Kemenhaj Kaltim Imbau Calon Jemaah Tunda Umrah 4.149 Marbot di Kaltim Masuk Daftar Penerima Umrah Gratis, Anggaran Tembus Rp33 Miliar Daftar Nama Marbot dan Penjaga Rumah Ibadah di Kutim yang Diberangkatkan Umrah dan Perjalanan Religi Arab Saudi Ultimatum Jemaah Umrah: Pulang sebelum 29 April atau Penjara Bus Jemaah Umrah WNI Kecelakaan di Arab Saudi, 6 Orang Meninggal Dunia

Kuota Umrah Gratis Kaltim Anjlok Drastis, Kini Tinggal 14 Orang

13 Juli 2026 | 21:22
Mahyunadi Ingatkan Kades di Kutim Tak Terlalu Dekat dengan Perusahaan

Mahyunadi Ingatkan Kades di Kutim Tak Terlalu Dekat dengan Perusahaan

13 Juli 2026 | 21:07
Next Post
Pasokan Air Baku Tekor, Bagaimana Nasib 18 Ribu Warga Kaliorang dan Sangkulirang Kutim?

Pasokan Air Baku Tekor, Bagaimana Nasib 18 Ribu Warga Kaliorang dan Sangkulirang Kutim?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

11 Juli 2026 | 00:32
Ramai Razia STNK untuk Beli BBM Subsidi, Bagaimana di Bontang?

Ramai Razia STNK untuk Beli BBM Subsidi, Bagaimana di Bontang?

10 Juli 2026 | 19:16
Asyik Santai di Pos Ronda, Pria di Kutim Diciduk Kantongi 12 Paket Sabu

Asyik Santai di Pos Ronda, Pria di Kutim Diciduk Kantongi 12 Paket Sabu

11 Juli 2026 | 00:37

Terbaru

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

13 Juli 2026 | 23:44
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

13 Juli 2026 | 23:21
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved