• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Jumat, Juli 17, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Suku Punan; Suku Dayak Pedalaman Penjaga Hutan Rimba

Suriadi Said by Suriadi Said
20 Maret 2021 | 11:26
Reading Time: 3 mins read
0
Kaltim Punya 16 Bahasa Daerah, Ini Daftar Lengkapnya

4 Mitos Makhluk Halus yang Dipercaya Masyarakat Dayak ©sukita.info

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

PRANALA.CO – Suku Punan atau Orang Punan ialah satu rumpun suku Dayak yang terdapat di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, mereka hidup berpindah-pindah mengikuti siklus migrasi hewan dan juga siklus tumbuhan di hutan.

Suku Dayak Punan ini termasuk suku dayak yang primitif, tinggal di goa-goa, anak-anak sungai, dan lain sebagainya. Populasi orang Punan paling banyak ditemui di Kalimantan Timur diperkirakan sejumlah 8.956 jiwa, tersebar pada 77 lokasi pemukiman, dan terpecah lagi dalam sub-sub kecil.

PILIHAN REDAKSI

Menanti Nasib 6 Ribu Jiwa Dayak Wehea Kutim Raih Pengakuan Adat Tahun Ini

Menanti Nasib 6 Ribu Jiwa Dayak Wehea Kutim Raih Pengakuan Adat Tahun Ini

18 Juni 2026 | 18:32
Warga Kenal sebagai Obat Kanker, 'Terong Dayak' Ternyata Spesies Baru Temuan BRIN

Warga Kenal sebagai Obat Kanker, ‘Terong Dayak’ Ternyata Spesies Baru Temuan BRIN

31 Mei 2026 | 23:53

Menurut cerita yang ada, suku dayak punan asal-usulnya datang dari negeri Yunan, daratan Cina. Mereka berasal dari salah satu keluarga kerajaan Cina yang kalah dalam berperang dan kemudian mereka lari bersama dengan perahu-perahu hingga ke Pulau Kalimantan. Karena merasa aman akhirnya mereka menetap di daratan tersebut. Namun, ada juga Dayak Punan yang tersebar di Sabah dan Serawak, Malaysia Timur dan masih menjadi bagian dari Pulau Kalimantan.

Diantara 400-an suku Dayak yang berada di Kalimantan. Dayak Punan merupakan suku yang memiliki segala “kelebihan” diantara suku Dayak lainnya. Mereka dikenal sebagai suku yang paling tangguh, hebat saat berperang dan berburu, bertahan hidup di hutan.

Dayak Punan terbagi dalam sepuluh suku, yaitu Suku Punan Hovogan di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Suku Uheng Kahero di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Suku Punan Murung di Murung Raya, Kalimantan Tengah, Suku Ahoeng (Suku Penihing) di Kalimantan Timur, Suku Punan Merah (Siau), Suku Punan Aput, Suku Merap, Suku Punan Tubu, Suku Ukit dan Suku Bukat. Suku Punan Habongkot, Suku Panyawung, serta Suku Punan Kelay, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Selain sebagai suku yang handal dalam berperang, orang Punan juga dikenal sebagai pencari jejak terbaik di alam. Jika ada masyarakat desa yang hilang atau tersesat di hutan, biasanya masyarakat akan meminta bantuan kepada orang Punan untuk mencarinya. Sebagai imbalannya, orang Punan biasanya meminta garam atau tembakau untuk kebutuhan pangan sehari-hari mereka.

DAYAK PUNAN
Seorang Pemuda Dayak Punan | Foto: @Pakat Dayak on Twitter

Keadaan hidup mereka yang primitif membuat Punan nomaden, menghindar dari kelompok manusia lain. Tak hanya itu, Dayak Pulan juga akan memberikan banyak tanda semisal ada diantara mereka yang meninggal. Setelah dikubur, mereka akan berpindah menuju daerah lain. Hal ini dikarenakan orang Punan mempercayai bahwa roh yang meninggal akan bergentayangan dan membuat hidup mereka tidak tentram.

Punan primitif akan mempertahankan hidupnya dan bergantung pada alam, mereka biasa berburu hewan liar dan memakan sayur-sayuran dari hutan yang biasa mereka petik dan dimakan langsung. Bahkan untuk daging buruan yang mereka dapat juga biasa dijemur di bawah terik matahari hingga menjadi daging asin atau dendeng.

Namun, saat ini sebagian besar suku Dayak Punan sudah ada yang hidup secara modern. Walaupun begitu, Dayak Punan tidak akan rela hutan mereka dijadikan perusahaan. Terlebih juga dalam sebuah penelitian suku primitif Dayak Punan ini masih ada yang tinggal di goa-goa rimba di pedalaman Kalimantan.

DAYAK PUNAN2
Orang Punan | Foto: @Si_Niel on Twitter

Salah satunya, masyarakat adat Punan Adiu di Kabupaten Malinau, Kalimantan Timur sangat menjaga hutan mereka, hingga hutan mereka disebut kawasan percontohan pengelolaan hutan adat. Banyaknya tekanan yang mereka dapat membuat masyarakat adat Punan meminta bantuan kepada pemerintah setempat dan lembaga swadaya masyarakat. Beruntung, suku dayak desa adat di Malinau dilindungi Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Malinau No. 10 Tahun 2012. Sehingga, Punan Adiu mendapatkan pegakuan dan hak-hak mereka juga dilindungi.

Berikut Peraturan Hutan Adat Punan Adiu, yang dilansir dari situs Mongabay.co.id;

  1. Warga luar selain Warga Punan Adiu tidak boleh berburu. Jika ada warga kampung lain yang masuk ke hutan, hendaknya melapor terlebih dahulu agar tidak terjadi sengketa atau konflik setelahnya
  2. Meski Hutan Adat Punan Adiu miliki Subsuku Dayak Punan Adiu, namun warga Punan Adiu harus tetap menghormati peraturan yang berlaku. Warga diwajibkan melakukan penjagaan dan patroli bergilir setiap hari.
  3. Tidak boleh menebang pohon, kecuali untuk membangun rumah pribadi di kampung adat Punan Adiu. Jika melanggar, akan dijatuhi hukuman.
  4. Tidak boleh berburu satwa lindung dan membahayakan atau merusak hutan.*

 

===

Sumber: netralnews.com, mongabay.co.id

 

Tags: DayakDayak PunanHeadlineKalimantanKalimantan TimurSuku DayakSuku Punan
Previous Post

Tes Urine Massal di Gedung Parlemen, Ketua: Kalau Perlu 3 Bulan Sekali

Next Post

Bingung Investasi? Ini Peluang yang Bisa Serap Tenaga Kerja di Bontang

BACA JUGA

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gugatan Rp27 Miliar Berlanjut, Eks Wali Kota Bontang Belum Hadiri Mediasi di PN Bontang

Gugatan Rp27 Miliar Berlanjut, Eks Wali Kota Bontang Belum Hadiri Mediasi di PN Bontang

13 Juli 2026 | 22:26
Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

13 Juli 2026 | 22:04
Kuota Umrah Gratis Kaltim Anjlok Drastis, Kini Tinggal 14 Orang Konflik Iran–Israel Memanas, Kemenhaj Kaltim Imbau Calon Jemaah Tunda Umrah 4.149 Marbot di Kaltim Masuk Daftar Penerima Umrah Gratis, Anggaran Tembus Rp33 Miliar Daftar Nama Marbot dan Penjaga Rumah Ibadah di Kutim yang Diberangkatkan Umrah dan Perjalanan Religi Arab Saudi Ultimatum Jemaah Umrah: Pulang sebelum 29 April atau Penjara Bus Jemaah Umrah WNI Kecelakaan di Arab Saudi, 6 Orang Meninggal Dunia

Kuota Umrah Gratis Kaltim Anjlok Drastis, Kini Tinggal 14 Orang

13 Juli 2026 | 21:22
Mahyunadi Ingatkan Kades di Kutim Tak Terlalu Dekat dengan Perusahaan

Mahyunadi Ingatkan Kades di Kutim Tak Terlalu Dekat dengan Perusahaan

13 Juli 2026 | 21:07
Next Post

Bingung Investasi? Ini Peluang yang Bisa Serap Tenaga Kerja di Bontang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

11 Juli 2026 | 00:32
Asyik Santai di Pos Ronda, Pria di Kutim Diciduk Kantongi 12 Paket Sabu

Asyik Santai di Pos Ronda, Pria di Kutim Diciduk Kantongi 12 Paket Sabu

11 Juli 2026 | 00:37
ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Proyek Pipa Jalan S Parman Bontang Makan Korban, 3 Motor Sudah Tumbang!

Proyek Pipa Jalan S Parman Bontang Makan Korban, 3 Motor Sudah Tumbang!

11 Juli 2026 | 15:05

Terbaru

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

13 Juli 2026 | 23:44
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

13 Juli 2026 | 23:21
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved