Bontang, PRANALA.CO – Sekolah Tinggi Teknologi Industri Bontang (STTIB) tengah bersiap menapaki babak baru dalam sejarah pendidikannya. Tak lagi sekadar menjadi sekolah tinggi, kampus yang berada di kota industri ini menargetkan transformasi menjadi universitas berbasis teknologi pertama di Bontang.
Transformasi ini tak dilakukan secara tergesa. Menurut Ketua STTIB, Ratnawati, pihaknya tengah menyusun langkah strategis untuk menambah program studi baru yang menjadi syarat utama perubahan status kelembagaan.
“Saat ini kami baru memiliki dua prodi, yaitu Teknik Kimia dan Teknik Mesin. Untuk menjadi universitas, kami harus memiliki minimal lima prodi aktif,” ungkapnya di Bontang, Kamis (24/4/2025).
Namun, bukan sembarang penambahan. STTIB menyadari bahwa dunia kerja hari ini menuntut lulusan yang tidak hanya cerdas secara teori, tetapi juga fleksibel dan relevan terhadap dinamika pasar kerja. Oleh karena itu, pengembangan prodi diarahkan pada bidang-bidang yang memiliki prospek besar.
“Manajemen dan Ekonomi menjadi opsi awal yang sedang kami kaji. Bahkan kami juga terbuka membuka bidang kesehatan, tergantung kebutuhan masyarakat dan kesiapan institusi kami,” tambah Ratna.
Langkah STTIB ini mendapat lampu hijau dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XI Kalimantan. Kepala LLDikti, Muhammad Akbar, menyebut transformasi ini sebagai langkah berani dan potensial, asalkan tidak dilakukan sekadar mengejar status.
“Yang terpenting, prodi baru itu harus sesuai kebutuhan riil di lapangan. Jangan hanya untuk memenuhi syarat administratif,” tegas Akbar.
Ia menyarankan agar STTIB memanfaatkan waktu 1 hingga 3 tahun untuk menyiapkan semuanya secara matang, termasuk SDM, infrastruktur, dan kurikulum.
Jika proses berjalan sesuai rencana, STTIB berpotensi menjadi universitas teknologi pertama di Bontang yang menyatu dengan kebutuhan industri dan arah pembangunan daerah.
Dalam konteks Bontang yang dikenal sebagai kota industri, kehadiran universitas berbasis teknologi akan menjadi jawaban atas kebutuhan sumber daya manusia unggul yang siap bersaing secara global.
“Langkah menuju universitas bukan perkara seremonial. Ini soal membenahi, menata, lalu melangkah lebih besar,” tutup Akbar. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

















Comments 1