• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Sabtu, Juli 18, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Tenaga K3 Bersertifikat di Bontang Menumpuk Tanpa Pekerjaan

Suriadi Said by Suriadi Said
28 Maret 2026 | 18:47
Reading Time: 3 mins read
0
Tenaga K3 Bersertifikat di Bontang Menumpuk Tanpa Pekerjaan

Ilustrasi by AI.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

BONTANG, Pranala.co – Di tengah pesatnya aktivitas industri di Kota Bontang, ironi justru dirasakan sebagian tenaga keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Banyak tenaga telah dilatih dan tersertifikasi, namun belum sepenuhnya terserap di dunia kerja.

Hal ini disampaikan Bobby, pekerja K3 yang tergabung dalam Ikatan Safety Bontang (ISB), dalam forum diskusi yang digelar Sabtu (28/3/2026) di Ruang 3 Dimensi Jalan Awang Long. Ia menilai, upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan K3 patut diapresiasi, tetapi belum diimbangi dengan sistem penyaluran tenaga kerja yang optimal.

PILIHAN REDAKSI

Perusahaan Mangkir Mediasi, 9 Pekerja di Kutim Terlunta Menanti Pesangon Pensiun

Perusahaan Mangkir Mediasi, 9 Pekerja di Kutim Terlunta Menanti Pesangon Pensiun

31 Mei 2026 | 21:32
Perda soal Kuota Tenaga Kerja Lokal 80:20 di Kutim Mandul? VIDEO: Pekerja Lokal Dirumahkan, Massa Datangi Pama hingga Kantor Bupati Kutim BREAKING NEWS: Diduga PHK Pekerja Lokal Kutim, PT Pama Didemo Besar-besaran di Sangatta

Perda soal Kuota Tenaga Kerja Lokal 80:20 di Kutim Mandul?

21 Mei 2026 | 18:46

“Pelatihan sudah sering dilakukan, tenaga kerja K3 juga semakin banyak. Tapi yang jadi pertanyaan, ke mana mereka disalurkan? Kalau tidak terserap, ini jadi sia-sia,” ujarnya.

Sebagai kota industri, Bontang dinilai memiliki potensi besar dalam menyerap tenaga kerja K3. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan belum adanya konektivitas yang kuat antara pencari kerja, pemerintah, dan perusahaan.

Menurut Bobby, kondisi ini berpotensi menciptakan ketimpangan: jumlah tenaga ahli meningkat, tetapi peluang kerja tidak sebanding.

“Bontang ini kota industri, harusnya peluang kerja untuk safety lebih banyak. Jangan sampai tenaga ahli menumpuk, tapi tidak bekerja di bidangnya,” katanya.

Bobby menekankan pentingnya kolaborasi antara Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) dan organisasi profesi seperti ISB. Ia menyebut, ISB merupakan wadah legal yang beranggotakan tenaga kompeten di bidang K3, mulai dari pemegang sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) hingga Ahli K3 Umum (AK3U).

Menurutnya, ISB dapat menjadi jembatan antara perusahaan dan tenaga kerja lokal yang siap pakai. “Kalau ada lowongan safety, kenapa tidak melibatkan ISB? Kami punya data dan orang-orang yang kompeten. Ini bisa jadi solusi agar tenaga lokal terserap tanpa harus mencari dari luar daerah,” jelasnya.

Selain membantu penyaluran tenaga kerja, sinergi ini juga dinilai mampu mempercepat proses rekrutmen dan memastikan kualitas tenaga kerja sesuai kebutuhan industri.

Tak hanya soal penyaluran, Bobby juga menyoroti persoalan kesejahteraan yang masih menjadi tantangan bagi pekerja K3. Ia mengungkapkan, masih ada pekerja yang menerima sistem gaji all in, tanpa kejelasan pembayaran lembur.

Padahal, secara umum, sistem ketenagakerjaan mengatur bahwa lembur seharusnya dibayar terpisah. “Masih ada yang dibayar all in, bahkan di bawah standar. Ini perlu perhatian, karena menyangkut hak pekerja,” tegasnya.

Di sisi lain, mayoritas pekerja K3 berstatus kontrak. Kondisi ini membuat mereka tidak memiliki jenjang karier maupun kepastian peningkatan upah. Akibatnya, banyak pekerja tetap berada di level upah minimum tanpa peluang berkembang.

Dengan Upah Minimum Kota (UMK) Bontang sekitar Rp3,7 juta, Bobby menilai angka tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan hidup layak (KHL) di Kalimantan Timur yang diperkirakan di atas Rp5 juta.

“Kalau melihat kebutuhan hidup, jelas belum cukup. Apalagi kami tidak punya jenjang karier yang jelas,” katanya.

Lebih jauh, Bobby menegaskan bahwa profesi K3 bukan sekadar pekerjaan teknis biasa. Tenaga K3 memiliki kompetensi khusus yang dibuktikan melalui sertifikasi resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan maupun Badan Standardisasi Nasional (BSN).

Kompetensi inilah yang seharusnya menjadi dasar dalam penentuan standar gaji. “Kami ini bekerja berbasis kompetensi, bukan sekadar skill umum. Ada standar yang kami penuhi, jadi sudah seharusnya ada standar gaji yang jelas juga,” ujarnya.

Bobby meyakini, jika penyaluran tenaga kerja, sinergi antarlembaga, dan perlindungan kesejahteraan dapat berjalan seiring, maka profesi K3 akan semakin diminati sekaligus berkontribusi besar terhadap keselamatan industri.

“Tujuan akhirnya kan sama, yaitu menciptakan lingkungan kerja yang aman. Tapi untuk itu, pekerjanya juga harus diperhatikan,” tutupnya. (FR)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

Tags: Pekerja BontangPekerja Lokal
Previous Post

Puncak Arus Balik 2026, 23 Ribu Penumpang Padati Bandara Sepinggan Balikpapan

Next Post

Hanya Satu Laporan Masuk di Posko Pengaduan THR Bontang

BACA JUGA

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gugatan Rp27 Miliar Berlanjut, Eks Wali Kota Bontang Belum Hadiri Mediasi di PN Bontang

Gugatan Rp27 Miliar Berlanjut, Eks Wali Kota Bontang Belum Hadiri Mediasi di PN Bontang

13 Juli 2026 | 22:26
Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

13 Juli 2026 | 22:04
Kuota Umrah Gratis Kaltim Anjlok Drastis, Kini Tinggal 14 Orang Konflik Iran–Israel Memanas, Kemenhaj Kaltim Imbau Calon Jemaah Tunda Umrah 4.149 Marbot di Kaltim Masuk Daftar Penerima Umrah Gratis, Anggaran Tembus Rp33 Miliar Daftar Nama Marbot dan Penjaga Rumah Ibadah di Kutim yang Diberangkatkan Umrah dan Perjalanan Religi Arab Saudi Ultimatum Jemaah Umrah: Pulang sebelum 29 April atau Penjara Bus Jemaah Umrah WNI Kecelakaan di Arab Saudi, 6 Orang Meninggal Dunia

Kuota Umrah Gratis Kaltim Anjlok Drastis, Kini Tinggal 14 Orang

13 Juli 2026 | 21:22
Mahyunadi Ingatkan Kades di Kutim Tak Terlalu Dekat dengan Perusahaan

Mahyunadi Ingatkan Kades di Kutim Tak Terlalu Dekat dengan Perusahaan

13 Juli 2026 | 21:07
Next Post
May Day Bontang Tanpa Demo di Tengah Isu PHK Tambang Hanya Satu Laporan Masuk di Posko Pengaduan THR Bontang Disnaker Bontang: THR Wajib Dibayar Penuh H-14, Dilarang Dicicil!

Hanya Satu Laporan Masuk di Posko Pengaduan THR Bontang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

11 Juli 2026 | 00:32
Asyik Santai di Pos Ronda, Pria di Kutim Diciduk Kantongi 12 Paket Sabu

Asyik Santai di Pos Ronda, Pria di Kutim Diciduk Kantongi 12 Paket Sabu

11 Juli 2026 | 00:37
ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Proyek Pipa Jalan S Parman Bontang Makan Korban, 3 Motor Sudah Tumbang!

Proyek Pipa Jalan S Parman Bontang Makan Korban, 3 Motor Sudah Tumbang!

11 Juli 2026 | 15:05

Terbaru

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

13 Juli 2026 | 23:44
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

13 Juli 2026 | 23:21
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved