LIBUR panjang medio Mei 2026 memberi suasana berbeda di RT 9 Kelurahan Tanjung Laut Indah, Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim). Kala sebagian masyarakat memanfaatkan tanggal merah untuk beristirahat atau bepergian, puluhan warga di kawasan pesisir itu justru sibuk memunguti sampah dari genangan air dan lumpur.
Selama tiga hari, 14–16 Mei 2026, warga bersama ketua RT, pihak kelurahan, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bergotong royong membersihkan lingkungan. Hasilnya, sekira 810 kilogram sampah berhasil diangkut dari kawasan permukiman yang selama ini kerap terdampak pasang laut.
Pemandangan warga turun langsung ke kubangan air menjadi perhatian tersendiri. Mereka memilih tetap bekerja meski kondisi lingkungan dipenuhi lumpur dan genangan. Tumpukan sampah plastik, kayu, hingga limbah rumah tangga dikumpulkan sedikit demi sedikit agar tidak kembali terbawa air.
“Warga sangat semangat. Mereka tidak mau berhenti sebelum semua sampah diangkut, bahkan sampai harus terjun ke kubangan air,” kata Lurah Tanjung Laut Indah, Elis Biantoro.
Menurut Lurah Elis, persoalan sampah di wilayah pesisir tersebut bukan semata akibat kebiasaan warga membuang sampah sembarangan. Saat air laut pasang atau rob, sampah dari luar kawasan kerap masuk hingga ke permukiman warga.
“Ketika pasang, air laut bisa melewati jalan dan membawa sampah ke wilayah ini,” ujarnya.
Kondisi itu membuat persoalan sampah di kawasan pesisir menjadi masalah berulang. Warga harus membersihkan lingkungan berkali-kali karena sampah terus datang mengikuti arus air laut. Pada hari terakhir kegiatan, DLH turut membantu mengangkut seluruh sampah yang telah dikumpulkan warga.

Ketua RT setempat mengatakan pengawasan tetap dilakukan untuk mencegah warga membuang sampah sembarangan. Namun, sebagian besar sampah yang menumpuk disebut berasal dari kiriman saat pasang laut terjadi.
“Sebagian besar sampah memang berasal dari kiriman saat rob atau pasang laut,” katanya.
Kegiatan gotong royong itu rencananya akan dijadikan agenda rutin setiap dua bulan sekali. Bagi warga Tanjung Laut Indah, menjaga lingkungan bukan lagi sekadar kerja bakti, melainkan cara bertahan hidup di tengah persoalan sampah yang terus datang bersama air pasang. [FR]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















