• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Rabu, Juli 22, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Tragis! Sepasang Kekasih Diduga Gugurkan Bayi Pakai Obat, Jasad Dibuang ke Sungai Klandasan Balikpapan

Suriadi Said by Suriadi Said
7 Oktober 2025 | 21:37
Reading Time: 2 mins read
0
Tragis! Sepasang Kekasih Diduga Gugurkan Bayi Pakai Obat, Jasad Dibuang ke Sungai Klandasan Balikpapan

Polresta Balikpapan mengamankan dua tersangka, F (kiri) dan E (kanan), yang diduga membuang jasad bayi ke Sungai Klandasan Balikpapan.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Pranala.co, BALIKPAPAN — Misteri penemuan jasad bayi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Klandasan Kecil, Kelurahan Gunung Sari Ilir, akhirnya menemukan titik terang.

Polisi meringkus sepasang kekasih, F (23) perempuan, dan E (20) pria, yang diduga kuat menggugurkan kandungan dengan meminum obat yang dibeli secara online sebelum membuang jasad bayinya ke sungai.

PILIHAN REDAKSI

Hanya Sandal Tersisa di Parit, Balita 2 Tahun di Balikpapan Tewas Hanyut

Hanya Sandal Tersisa di Parit, Balita 2 Tahun di Balikpapan Tewas Hanyut

1 Juni 2026 | 00:06
Janin Bayi Laki-laki Ditemukan Mengapung di Sungai Ampal Balikpapan

Janin Bayi Laki-laki Ditemukan Mengapung di Sungai Ampal Balikpapan

14 Januari 2026 | 16:32

Kasus ini sempat menggemparkan warga RT 36 pada Selasa (30/9) pagi, setelah jasad bayi berusia sekitar lima bulan ditemukan di sungai dekat Jembatan Maryati, terbungkus kantong plastik merah.

Kasat Reskrim Polresta Balikpapan, AKP Zeska Julian Taruna Wijaya, mengungkapkan bahwa keduanya bukan pasangan suami istri, melainkan sepasang kekasih yang telah menjalin hubungan asmara selama setahun terakhir.

Singkatnya, dari hubungan asmara itu, F diketahui hamil sekitar lima bulan “Akibat hamil diluar nikah, keduanya panik dan bersepakat untuk menggugurkan kandungan,” ujar Zeska, Selasa (7/10).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Zeska, perempuan tersebut diduga menggugurkan kandungannya dengan meminum obat yang dibeli secara online.

Dari obat itu, ia mencoba untuk menggugurkan kandungannya dengan mengonsumsi obat. F meminum obat tersebut saat sedang bekerja.

Tambahnya, beberapa saat kemudian, F menemui pasangannya dan mengeluhkan bahwa janinnya akan keluar. Lalu pria yang saat itu berada di tempat kerja langsung mendampingi pacarnya ke kamar mandi.

“Jadi, F masuk ke kamar mandi sementara E menunggu di luar. Sekitar 20 menit kemudian, F keluar dan mengatakan bahwa bayinya telah keluar. Saat itu, posisi janin sudah tergeletak di lantai kamar mandi dalam kondisi meninggal dunia,” jelas Zeska.

Panik dan takut ketahuan, pria itu kemudian menyuruh F mengambil kantong plastik merah untuk membungkus jasad bayi tersebut.

Plastik itu sebelumnya berisi puntung rokok, pembalut, dan kotak minyak rambut. Setelah dibungkus, kata Zeska, pria itu membawa plastik ke belakang dan membuangnya ke sungai.

“Kemudian, keduanya kembali bekerja seperti biasa, seolah tidak terjadi apa-apa,” tambah Zeska.

Lebih lanjut, jasad bayi malang yang dibuang pasangan tersebut ditemukan oleh warga dan langsung dilaporkan ke pihak berwajib.

Dari hasil penyelidikan, polisi akhirnya mengamankan kedua pelaku beserta sejumlah barang bukti, antara lain satu kantong plastik merah, satu ponsel iPhone 11 warna putih, dan satu ponsel Samsung A05 warna silver.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 77A jo Pasal 45A Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, serta Pasal 364 KUHP dan/atau Pasal 341 KUHP jo Pasal 55 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara.

Kasus ini, kata Zeska, menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang membahayakan diri maupun orang lain akibat tekanan atau rasa takut sosial.

Sementara itu, Kasi Humas Polresta Balikpapan Ipda Sangidun mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan dan menjaga komunikasi dengan anggota keluarga, terutama anak muda.

“Mari kita saling menjaga keluarga dan memperkuat komunikasi agar tidak terjerumus ke hal-hal yang bisa membahayakan diri sendiri maupun keluarga,” tutup Sangidun. (*)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

Via: Syahrul Ramadan
Tags: Jasad Bayi
Previous Post

Pohon Tumbang di Jalan WR Supratman Bontang, Atap Bangunan Rusak Parah

Next Post

Kabar Baik! Insentif Guru Honorer Kutim Naik hingga Rp 2,7 Juta

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Kabar Baik! Insentif Guru Honorer Kutim Naik hingga Rp 2,7 Juta

Kabar Baik! Insentif Guru Honorer Kutim Naik hingga Rp 2,7 Juta

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Fakta-Fakta Dugaan Kelalaian Medis di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim yang Berujung Bayi Meninggal

Fakta-Fakta Dugaan Kelalaian Medis di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim yang Berujung Bayi Meninggal

16 Juli 2026 | 08:28
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved