Bontang, PRANALA.CO – Suara alat berat terdengar di Jalan P Suryanata, atau yang lebih dikenal warga dengan sebutan Eks Sendawar, Kelurahan Bontang Baru. Selama sepekan terakhir, trotoar di sepanjang jalan itu mulai dibongkar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (DPUPRK) Bontang.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Pembongkaran trotoar senilai Rp6,9 miliar telah menyedot APBD Bontang 2024. tersebut merupakan tindak lanjut dari perintah langsung Wali Kota Bontang. Serta respons atas sorotan Komisi C DPRD Bontang setelah banjir kembali merendam rumah-rumah warga saat hujan deras mengguyur Kota Taman beberapa waktu lalu.
Kepala DPUPRK Bontang, Much Cholis Edy Prabowo, mengatakan bahwa keluhan masyarakat menjadi perhatian utama pihaknya. “Kami merespons aspirasi warga yang rumahnya kerap kebanjiran setelah proyek trotoar ini selesai. Saat ini masih dalam masa pemeliharaan, jadi pembongkaran masih menjadi tanggung jawab kontraktor sebelumnya,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Masalahnya terletak pada desain trotoar yang dinilai terlalu tinggi dari permukaan rumah-rumah warga. Bukannya melindungi, justru membuat aliran air terhalang dan masuk ke permukiman warga yang berada lebih rendah. Drainase yang tak berfungsi maksimal pun memperparah situasi.
Warga menyebut, sebelum proyek itu dibangun, banjir bukan hal yang mereka alami. Namun sejak trotoar rampung, air dengan mudah masuk ke rumah setiap kali hujan turun deras.
Tak ingin masalah berlarut, Pemkot Bontang pun telah menyiapkan langkah lanjutan. Tahun ini, anggaran sebesar Rp 1,2 miliar disiapkan dan telah rampung melalui proses lelang e-katalog.
“Nanti akan dilanjutkan dengan pelebaran saluran drainase di sekitar trotoar,” tambah Cholis. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami
















