• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Jumat, Juli 17, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Wakil Kaltim ke Australia, Pamong Belajar asal Bontang Bawa Pulang Gagasan Besar untuk Pendidikan Indonesia

Suriadi Said by Suriadi Said
10 Juli 2025 | 22:04
Reading Time: 2 mins read
0
Wakil Kaltim ke Australia, Pamong Belajar asal Bontang Bawa Pulang Gagasan Besar untuk Pendidikan Indonesia

Hairul Saleh saat mengikuti Program Kunjungan Belajar Pembelajaran Mendalam ke Australia, yang berlangsung 24 Mei hingga 1 Juni 2025 lalu. [DOK PRIBADI]

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Pranala.co, BONTANG — Sebuah perjalanan luar biasa baru saja dilalui Hairul Saleh, pamong belajar dari Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Bontang. Ia menjadi satu-satunya perwakilan dari Kalimantan Timur (Kaltim) yang lolos mengikuti Program Kunjungan Belajar Pembelajaran Mendalam ke Australia, yang berlangsung 24 Mei hingga 1 Juni 2025 lalu.

Tak sendiri, Hairul bergabung bersama 27 pendidik lainnya dari seluruh Indonesia. Mereka terdiri dari guru, kepala sekolah, pengawas, hingga pengambil kebijakan di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

PILIHAN REDAKSI

Bukan Hanya Padamkan Api, Damkar Bontang Evakuasi Lansia Stroke ke Rumah Sakit

Bukan Hanya Padamkan Api, Damkar Bontang Evakuasi Lansia Stroke ke Rumah Sakit

13 Juli 2026 | 15:40
Gerai Baru Indomaret di Bontang Barat Diprotes, Warung Kecil Mulai Ketar-Ketir

Gerai Baru Indomaret di Bontang Barat Diprotes, Warung Kecil Mulai Ketar-Ketir

9 Juli 2026 | 21:29

Selama 9 hari, para peserta mendalami langsung praktik terbaik pendidikan Australia yang terkenal unggul, inklusif, dan humanis. Mereka mengunjungi sejumlah sekolah seperti Birrong Girls High School, Auburn North Public School, dan Al Noori Muslim School. Diskusi daring juga digelar bersama Abbotsleigh dan St Columba Anglican School.

Dari kunjungan tersebut, Hairul dan tim menyaksikan penerapan explicit teaching, metode pembelajaran langsung dan sistematis. Guru di Australia memulai pelajaran dengan pemicu (hook), menyampaikan tujuan belajar, memberikan langkah-langkah rinci, hingga memberi ruang refleksi bagi siswa di akhir pelajaran.

“Yang menarik, pendidikan di sana dianggap proses tumbuh. Bukan sekadar mengejar nilai,” kata Hairul. “Siswa yang belum mencapai target, bukan dihukum, tapi dimotivasi.”

Di kelas 9 Sains di Birrong Girls, misalnya, guru memulai dengan studi kasus tentang wabah bakteri. Siswa diajak menganalisis, mencari solusi, hingga membuat proposal. Mereka belajar sains, tapi juga berpikir kritis, bekerja tim, dan berkomunikasi secara nyata.

Bukan hanya sekolah dan guru. Di Australia, orang tua menjadi bagian penting dari proses belajar. Mereka terlibat sejak awal perencanaan hingga evaluasi.

Mereka tidak hanya menerima laporan nilai, tapi juga diminta menyampaikan harapan dan saran. Komunikasi berjalan melalui seminar, konsultasi, pertemuan singkat, hingga festival komunitas keluarga. Ini disebut kemitraan pendidikan.

Selain sekolah, rombongan juga berdiskusi dengan Fakultas Pendidikan Western Sydney University, NSW Department of Education, ACARA, dan ACECQA.

Wakil Kaltim ke Australia, Pamong Belajar asal Bontang Bawa Pulang Gagasan Besar untuk Pendidikan Indonesia

Di sana, semua guru wajib memenuhi standar nasional dan menerapkan School Excellence Framework. Mereka dituntut memahami siswa, menguasai materi, dan mampu menciptakan ruang belajar yang ramah dan inklusif.

Australia memiliki kurikulum nasional yang seragam, tapi tetap memberi ruang bagi daerah untuk menyesuaikan. Data penilaian seperti NAPLAN digunakan untuk memantau kemajuan siswa dan jadi bahan evaluasi terbuka melalui laman My School.

Pendidikan anak usia dini juga jadi perhatian. Lewat National Quality Framework (NQF), layanan PAUD dinilai secara berkala dan diberi peringkat. Orang tua bisa memilih berdasarkan kualitas yang terukur. Proses ini diawasi oleh ACECQA demi menjamin mutu pendidikan sejak dini.

Selama kunjungan, rombongan didampingi tim INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia), hasil kerja sama pemerintah Indonesia dan Australia. Tiap malam, peserta berdiskusi dan merefleksikan temuan mereka.

“Ini bukan sekadar studi banding. Tapi bagaimana kita pulang dengan bekal ide untuk perubahan nyata,” ujar Hairul.

Bagi Hairul, pengalaman ini menjadi titik balik. Ia tak ingin sekadar meniru Australia. Tapi semangatnya ingin ia tularkan: pendidikan yang berproses, kontekstual, dan berdampak.

“Kita tidak perlu menyalin sistem mereka. Tapi kita bisa membuat versi terbaik dari sistem kita sendiri—yang membumi dan memuliakan murid,” ucapnya.

[DIAS/RIL]

Tags: Bontang
Previous Post

Antisipasi Tawuran dan Narkoba di Pangkep, Polisi Balocci Gelar Patroli Blue Light

Next Post

Nilai Reformasi Birokrasi Kaltim Naik Drastis, Kini Berpredikat A

BACA JUGA

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gugatan Rp27 Miliar Berlanjut, Eks Wali Kota Bontang Belum Hadiri Mediasi di PN Bontang

Gugatan Rp27 Miliar Berlanjut, Eks Wali Kota Bontang Belum Hadiri Mediasi di PN Bontang

13 Juli 2026 | 22:26
Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

13 Juli 2026 | 22:04
Kuota Umrah Gratis Kaltim Anjlok Drastis, Kini Tinggal 14 Orang Konflik Iran–Israel Memanas, Kemenhaj Kaltim Imbau Calon Jemaah Tunda Umrah 4.149 Marbot di Kaltim Masuk Daftar Penerima Umrah Gratis, Anggaran Tembus Rp33 Miliar Daftar Nama Marbot dan Penjaga Rumah Ibadah di Kutim yang Diberangkatkan Umrah dan Perjalanan Religi Arab Saudi Ultimatum Jemaah Umrah: Pulang sebelum 29 April atau Penjara Bus Jemaah Umrah WNI Kecelakaan di Arab Saudi, 6 Orang Meninggal Dunia

Kuota Umrah Gratis Kaltim Anjlok Drastis, Kini Tinggal 14 Orang

13 Juli 2026 | 21:22
Mahyunadi Ingatkan Kades di Kutim Tak Terlalu Dekat dengan Perusahaan

Mahyunadi Ingatkan Kades di Kutim Tak Terlalu Dekat dengan Perusahaan

13 Juli 2026 | 21:07
Next Post
Nilai Reformasi Birokrasi Kaltim Naik Drastis, Kini Berpredikat A

Nilai Reformasi Birokrasi Kaltim Naik Drastis, Kini Berpredikat A

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

11 Juli 2026 | 00:32
Asyik Santai di Pos Ronda, Pria di Kutim Diciduk Kantongi 12 Paket Sabu

Asyik Santai di Pos Ronda, Pria di Kutim Diciduk Kantongi 12 Paket Sabu

11 Juli 2026 | 00:37
ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Proyek Pipa Jalan S Parman Bontang Makan Korban, 3 Motor Sudah Tumbang!

Proyek Pipa Jalan S Parman Bontang Makan Korban, 3 Motor Sudah Tumbang!

11 Juli 2026 | 15:05

Terbaru

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

13 Juli 2026 | 23:44
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

13 Juli 2026 | 23:21
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved