• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Jumat, Juli 24, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Wali Kota Neni: Jangan Ada Stigma Negatif Pasien Covid-19!

Suriadi Said by Suriadi Said
28 April 2020 | 13:30
Reading Time: 2 mins read
0
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Wali Kota Neni: Jangan Ada Stigma Negatif Pasien Covid-19!

SEJAK mewabah pertama kali di Wuhan Ibu Kota Provinsi Hubei, China pada Desember 2019, virus corona (COVID-19) telah menyebar di 201 negara, termasuk Kota Bontang. Tercatat per Senin (27/4) pukul 14.00 Wita ada 9 kasus terkonfirmasi positif dan sembuh 1 orang.

Pandemi virus corona ini telah melahirkan stigma atau pandangan negatif di tengah-tengah masyarakat, khususnya bagi orang yang dinyatakan positif wabah penyakit tersebut karena mereka (masyarakat) takut tertular.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak memberikan perlakuan yang buruk terhadap tenaga medis yang merawat pasien corona, karena meraka adalah garis terdepan dalam penanganan wabah ini.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menilai stigma negatif terhadap pasien Covid-19 membuat warga berpotensi terjangkit malah enggan melaporkan diri. Orang enggan memeriksakan diri. Membuat orang kabur saat akan diperiksa, diobati, atau dikarantina. Hal ini memperbesar risiko penularan di masyarakat.

Neni menegaskan bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh virus. Maka dari itu, pasien yang terjangkit tidak ada hubungannya dengan perilaku negatif. “Penyakit ini disebabkan oleh virus dan tidak ada hubungannya dengan perilaku yang negatif. Jadi saudara-saudara kita yang terkena itu yang harus dibantu dan yang terkena juga harus tahu diri bahwa mereka bukan korban dari kegiatan yang negatif,” lanjut dia.

Dia pun meminta masyarakat tetap tenang dan waspada. Ia juga menekankan pentingnya menghindari kontak dengan menjaga jarak satu sama lain atau social distancing. Perlu kerja sama seluruh pihak agar pandemi ini segera berakhir. Salah satunya dengan melaporkan diri, isolasi, jaga jarak, hindari keramaian, dan memakai masker. Masyarakat juga mesti jujur menjawab pertanyaan dokter atau tim medis.

Neni berujar, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan agar masyarakat berhati-hati terhadap setiap istilah yang beredar. Seperti istilah “Virus Wuhan”, “Virus Cina”, “Virus Asia,” atau istilah lain yang menunjukkan identitas tertentu. Istilah-istilah tersebut bisa menimbulkan arti dan stigma negatif terhadap orang-orang tertentu.

Selain itu, stigma bisa menimbulkan stereotip dan asumsi. Stereotip ini bisa memperluas ketakutan dan merendahkan seseorang yang telah terpapar virus corona. Pada tingkat yang lebih parah, stigma bisa membuat seseorang menghindari pertolongan, pemeriksaan, pengujian, ataupun karantina.

Agar kita tidak mudah memberi stigma

a. Gunakan fakta. Stigma bisa menyebar karena pengetahuan yang rendah mengenai corona. Sebarkan fakta mengenai cara penularan, cara mencegah dan cara mengatasi corona. Termasuk opsi perawatan dan informasi kesehatan yang bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat, seperti melalui sosial media.

b. Dengarkan tokoh masyarakat yang bisa mengarahkan. Seperti memberi dukungan atau memberi pesan untuk tidak melakukan pembiaran stigma sesuai dengan keadaan geografis dan budaya setempat.

c. Perkuat suara dan cerita mengenai orang-orang yang telah sembuh dari corona. Tindakan ini juga turut mengapresiasi para petugas kesehatan yang telah berjuang.

d. Pastikan bahwa gambaran tentang corona berbeda dengan etnis tertentu. Dengan kata lain, format penggambaran harus netral dan tidak menunjuk etnis tertentu.

e. Perhatikan etika jurnalisme. Laporan berita yang hanya fokus pada perilaku seseorang yang telalh terdeteksi virus malah akan menambah stigma. Beberapa media juga pernah berspekulasi tentang sumber COVID-1 untuk menelusuri pasien pertama di sebuah negara.

f. Bentuk kelompok atau aliansi untuk membuat gerakan melawan stigma. Lingkungan yang positif menunjukkan kepedulian dan empati untuk seluruh kalangan. (*)

PILIHAN REDAKSI

Hari Pertama Sekolah di Bontang, Wali Kota: Guru dan Orangtua Harus Kompak

Hari Pertama Sekolah di Bontang, Wali Kota: Guru dan Orangtua Harus Kompak

13 Juli 2026 | 16:54
Perintah Wali Kota Bontang: Para Ayah, Tolong Antar Anakmu di Hari Pertama Sekolah

Perintah Wali Kota Bontang: Para Ayah, Tolong Antar Anakmu di Hari Pertama Sekolah

11 Juli 2026 | 10:12
Tags: Covid-19Stigma NegatifWali Kota Bontang
Previous Post

Jadwal Imsakiyah Bontang 28 April

Next Post

Pemkab PPU Pasang Stiker Khusus dan Tanggung Kebutuhan Pokok Warga Isolasi Mandiri

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post

Pemkab PPU Pasang Stiker Khusus dan Tanggung Kebutuhan Pokok Warga Isolasi Mandiri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

26 Juni 2026 | 21:44
Badak LNG Hidupkan Kembali Train F di Kilang Gas Bontang Badak LNG Buka Program Magang COOP bagi Mahasiswa Bontang, Berikut Syarat dan Tahapan Seleksinya Ditemukannya Gas Jumbo di Kaltim, Badak LNG Berpotensi Hidupkan Lagi 3 Kilang

Badak LNG Hidupkan Kembali Train F di Kilang Gas Bontang

14 Agustus 2024 | 07:37
Kasat Intelkam Polresta Balikpapan Berganti, Kini Dijabat Kompol Sumardi

Kasat Intelkam Polresta Balikpapan Berganti, Kini Dijabat Kompol Sumardi

19 Juni 2024 | 19:18

WN Korsel Tewas usai Lompat dari Lantai 23 Apartemen di Balikpapan

2 Juni 2022 | 19:59
Antrean Pertalite Mengular di Sejumlah SPBU Bontang, Pertamina: Stok dan Distribusi Aman Kok

Antrean Pertalite Mengular di Sejumlah SPBU Bontang, Pertamina: Stok dan Distribusi Aman Kok

16 Juli 2026 | 17:49

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved