• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Kamis, Juli 16, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Waspada MPOX, RSUD Taman Husada Bontang Sosialisasikan Pencegahan Cacar Monyet

Suriadi Said by Suriadi Said
24 September 2024 | 12:55
Reading Time: 3 mins read
0
Waspada MPOX, RSUD Taman Husada Bontang Sosialisasikan Pencegahan Cacar Monyet

RSUD Taman Husada Bontang menggelar kegiatan promosi kesehatan (promkes) dengan tema yang sedang hangat, yakni pencegahan penyakit MPOX atau cacar monyet, Selasa (24/9/2024).

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

PRANALA.CO, Bontang – RSUD Taman Husada Bontang kembali menggelar kegiatan promosi kesehatan (promkes) dengan tema yang sedang hangat, yakni pencegahan penyakit MPOX atau cacar monyet. Acara yang diadakan Selasa (24/9/2024) ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada masyarakat tentang bahaya penyakit yang tengah menjadi perhatian dunia ini.

Sosialisasi yang diadakan di ruang tunggu poliklinik rawat jalan Gedung B RSUD Taman Husada ini dihadiri oleh puluhan peserta yang antusias mengikuti paparan dari dr. A. Anwar Arsyad, spesialis kulit di rumah sakit setempat. Dalam sesi interaktif ini, dr. Anwar memaparkan fakta terbaru mengenai MPOX, yang kini dinyatakan sebagai darurat internasional.

PILIHAN REDAKSI

Bukan Hanya Padamkan Api, Damkar Bontang Evakuasi Lansia Stroke ke Rumah Sakit

Bukan Hanya Padamkan Api, Damkar Bontang Evakuasi Lansia Stroke ke Rumah Sakit

13 Juli 2026 | 15:40
RSUD Bontang Overkapasitas, Rencana Pembangunan Gedung C Mulai Digodok

RSUD Bontang Overkapasitas, Rencana Pembangunan Gedung C Mulai Digodok

10 Juli 2026 | 09:38

Menurut data yang disampaikan oleh dr. Anwar, hingga kini terdapat lebih dari 99.000 kasus MPOX di seluruh dunia, dengan 208 orang dilaporkan meninggal. Di Indonesia sendiri, sudah tercatat 88 kasus. Penyakit yang disebabkan oleh virus monkeypox ini diketahui sangat menular, baik dari hewan ke manusia maupun antar manusia. Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap penularannya menjadi sangat penting.

Dr. Anwar menjelaskan bahwa gejala MPOX sangat mirip dengan cacar variola, namun ada satu perbedaan yang menjadi tanda khas penyakit ini, yakni pembengkakan kelenjar getah bening yang tidak ditemukan pada cacar air biasa. Selain itu, gejala lainnya berupa demam, ruam kulit, dan lesi yang muncul di wajah, tangan, dan bagian tubuh lainnya. Masa inkubasi MPOX pun dapat berkisar antara 6 hingga 13 hari.

Penyakit ini dapat menular melalui kontak langsung dengan lesi kulit yang terinfeksi, cairan tubuh seperti air liur (droplet), atau kontak dengan hewan yang terinfeksi di daerah endemik. Dr. Anwar juga menegaskan bahwa hubungan seksual yang berisiko tinggi dapat menjadi salah satu sarana penyebaran MPOX, sehingga masyarakat diminta untuk menjaga kebersihan dan menerapkan praktik seks yang aman.

Sebagai langkah pencegahan utama, dr. Anwar mengimbau masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti mencuci tangan dengan benar setelah kontak dengan hewan atau orang yang terinfeksi, serta menggunakan alat pelindung diri (APD) saat merawat pasien MPOX. Menghindari kontak langsung dengan hewan yang sakit atau mati di daerah endemik juga sangat penting untuk mengurangi risiko penularan.

Jika seseorang terinfeksi MPOX, dr. Anwar menyarankan agar pasien segera melakukan isolasi dengan tinggal di ruangan terpisah, tidak berbagi pakaian, dan menjaga kebersihan diri dengan mandi secara teratur. Bagi pasien dengan gejala yang semakin parah, perawatan rumah sakit akan diperlukan.

Kegiatan ini juga menekankan pentingnya vaksinasi sebagai salah satu upaya pencegahan. Kementerian Kesehatan RI telah menyediakan 4.450 dosis vaksin untuk tenaga kesehatan dan kelompok berisiko tinggi, seperti lelaki seks lelaki (LSL) dan pengidap HIV. Vaksinasi ini menjadi bagian dari strategi nasional yang meliputi deteksi dini, perluasan jangkauan testing, vaksinasi, dan sosialisasi publik.

Walaupun hingga saat ini Bontang masih bebas dari kasus MPOX, dr. Anwar tetap mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada. “Kita harus tetap menjaga kewaspadaan dan menerapkan PHBS. Jika ada gejala yang mencurigakan, segera periksakan diri ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, RSUD Taman Husada berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan dan penanganan penyakit MPOX. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan masyarakat dapat mengantisipasi penyebaran penyakit ini sejak dini dan menjaga kesehatan secara lebih proaktif.

Kegiatan promosi kesehatan ini tidak hanya berlangsung interaktif, tetapi juga memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat dalam menghadapi ancaman penyakit menular seperti MPOX. RSUD Taman Husada Bontang terus berkomitmen untuk memberikan edukasi kepada masyarakat demi terciptanya Bontang yang sehat dan waspada terhadap berbagai risiko penyakit. (*)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

Via: Advertorial
Tags: BontangRSUD Taman Husada
Previous Post

Kesempatan Kerja di PT Kaltim Nusa Etika untuk Tenaga Kerja Perbantuan Proyek di Bontang

Next Post

Siasat Pj Gubernur Kaltim soal Potensi Lahan Bekas Tambang

BACA JUGA

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gugatan Rp27 Miliar Berlanjut, Eks Wali Kota Bontang Belum Hadiri Mediasi di PN Bontang

Gugatan Rp27 Miliar Berlanjut, Eks Wali Kota Bontang Belum Hadiri Mediasi di PN Bontang

13 Juli 2026 | 22:26
Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

13 Juli 2026 | 22:04
Kuota Umrah Gratis Kaltim Anjlok Drastis, Kini Tinggal 14 Orang Konflik Iran–Israel Memanas, Kemenhaj Kaltim Imbau Calon Jemaah Tunda Umrah 4.149 Marbot di Kaltim Masuk Daftar Penerima Umrah Gratis, Anggaran Tembus Rp33 Miliar Daftar Nama Marbot dan Penjaga Rumah Ibadah di Kutim yang Diberangkatkan Umrah dan Perjalanan Religi Arab Saudi Ultimatum Jemaah Umrah: Pulang sebelum 29 April atau Penjara Bus Jemaah Umrah WNI Kecelakaan di Arab Saudi, 6 Orang Meninggal Dunia

Kuota Umrah Gratis Kaltim Anjlok Drastis, Kini Tinggal 14 Orang

13 Juli 2026 | 21:22
Mahyunadi Ingatkan Kades di Kutim Tak Terlalu Dekat dengan Perusahaan

Mahyunadi Ingatkan Kades di Kutim Tak Terlalu Dekat dengan Perusahaan

13 Juli 2026 | 21:07
Next Post
APBN Rp 58 Triliun jadi Katalis Pembangunan Kaltim Siasat Pj Gubernur Kaltim soal Potensi Lahan Bekas Tambang Tiga Kota di Kaltim Ini Diyakini Bisa jadi Kota Masa Depan Ramah Lingkungan

Siasat Pj Gubernur Kaltim soal Potensi Lahan Bekas Tambang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

11 Juli 2026 | 00:32
Ramai Razia STNK untuk Beli BBM Subsidi, Bagaimana di Bontang?

Ramai Razia STNK untuk Beli BBM Subsidi, Bagaimana di Bontang?

10 Juli 2026 | 19:16
Asyik Santai di Pos Ronda, Pria di Kutim Diciduk Kantongi 12 Paket Sabu

Asyik Santai di Pos Ronda, Pria di Kutim Diciduk Kantongi 12 Paket Sabu

11 Juli 2026 | 00:37

Terbaru

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

13 Juli 2026 | 23:44
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

13 Juli 2026 | 23:21
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved