• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Sabtu, Juli 18, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

18 Anak Kampung Sidrap Tetap Sekolah di Bontang, Neni Pilih Empati di Atas Batas Administrasi

Suriadi Said by Suriadi Said
5 Juni 2026 | 14:59
Reading Time: 2 mins read
0
18 Anak Kampung Sidrap Tetap Sekolah di Bontang, Neni Pilih Empati di Atas Batas Administrasi Kartu Bontang Pintar Dibatalkan, Anggaran Dialihkan ke Bantuan Eksisting Dua Tahun Penentuan, Bontang Pasang Target Berani Nol BABS 2027

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

ADA 18 anak yang nyaris kehilangan kesempatan belajar di sekolah yang selama ini mereka kenal. Bukan karena nilai mereka kurang. Bukan pula karena ruang kelas penuh. Persoalannya hanya satu: administrasi domisili.

Anak-anak itu berasal dari kawasan perbatasan Kampung Sidrap, tepatnya wilayah RT 18 Kelurahan Guntung, Bontang ke atas yang kini secara administratif masuk wilayah Kutai Timur (Kutim). Namun keseharian mereka masih sangat lekat dengan Kota Bontang.

PILIHAN REDAKSI

Sempat Kurang Ratusan Siswa, Kuota SPMB Bontang 2026 Akhirnya Penuh

Sempat Kurang Ratusan Siswa, Kuota SPMB Bontang 2026 Akhirnya Penuh

14 Juli 2026 | 12:17
Hari Pertama Sekolah di Bontang, Wali Kota: Guru dan Orangtua Harus Kompak

Hari Pertama Sekolah di Bontang, Wali Kota: Guru dan Orangtua Harus Kompak

13 Juli 2026 | 16:54

Di tengah ketatnya aturan penerimaan peserta didik, Pemerintah Kota Bontang memilih mengambil jalan yang berbeda. Jalan yang mengedepankan solusi.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, memastikan 18 anak tersebut tetap dapat mengenyam pendidikan di sekolah-sekolah Bontang melalui kebijakan khusus yang diberikan pemerintah daerah.

Menurut Neni, pendidikan merupakan hak dasar setiap anak yang tidak boleh terhambat hanya karena persoalan administratif.

“Kita ingin menyelesaikan persoalan sosial di masyarakat. Pendidikan adalah hak dasar, dan tugas kita memastikan semua anak bisa mendapatkannya,” ujar Neni.

Secara regulasi, jalur penerimaan seperti mutasi mensyaratkan masa domisili minimal satu tahun yang dibuktikan melalui kartu keluarga.

Syarat itu dibuat untuk menjaga tertib administrasi dan pemerataan akses pendidikan. Namun di lapangan, realitas tak selalu sesederhana bunyi aturan.

Banyak keluarga di kawasan Sidrap masih menggantungkan aktivitas sehari-hari mereka ke Bontang. Mulai dari bekerja, berbelanja, hingga mengakses layanan publik. Karena itu, keinginan agar anak-anak mereka tetap bersekolah di Bontang menjadi kebutuhan yang sangat nyata.

Melihat kondisi tersebut, Pemkot Bontang mengambil langkah diskresi.

“Kita tidak hanya bicara soal aturan. Kita juga bicara tentang masa depan anak-anak. Pemerintah harus hadir memberikan solusi,” kata Neni.

Bagi wali kota, persoalan ini lebih besar daripada sekadar proses penerimaan siswa baru.

“Ini bukan sekadar soal sekolah, tapi soal bagaimana kita memanusiakan manusia. Alhamdulillah, dengan pendekatan yang baik, anak-anak ini tetap bisa bersekolah,” tambahnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Abdu Safa Muha, menjelaskan bahwa 18 anak tersebut akhirnya difasilitasi melalui jalur mutasi dan jalur lingkungan.

Langkah itu diambil setelah pemerintah melakukan berbagai pertimbangan terhadap kondisi sosial masyarakat di wilayah perbatasan.

Menurut Abdu, bila aturan diterapkan secara kaku, para siswa tersebut memang belum memenuhi syarat domisili satu tahun sebagaimana ketentuan yang berlaku.

“Kalau mengikuti aturan, memang belum memenuhi syarat satu tahun domisili. Tapi kami mengambil langkah bijak agar mereka tetap bisa masuk sekolah,” ujarnya. [FR]

 

Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

Tags: Pelajar BontangWali Kota Bontang
Previous Post

Kopi Kenangan Buka Cabang Kedua di Bontang, Parkir dan Kemacetan jadi Catatan

Next Post

BGN Batasi Dapur MBG Maksimal 6 per Kecamatan, Fokus Beralih ke Daerah 3T

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
BGN Batasi Dapur MBG Maksimal 6 per Kecamatan, Fokus Beralih ke Daerah 3T 21 Dapur MBG di Kaltim Dibuka Lagi, Hanya yang Lolos Standar Sanitasi Ketat 145 Dapur MBG Beroperasi di Kaltim, Layani Lebih dari 316 Ribu Pelajar Pemerintah Gelontorkan Rp 335 Triliun untuk MBG di 2026, Setiap Dapur Dapat Rp 1 Miliar per Bulan

BGN Batasi Dapur MBG Maksimal 6 per Kecamatan, Fokus Beralih ke Daerah 3T

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved