• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Sabtu, Juli 18, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

2026, Masuk SD di Balikpapan Wajib Punya Ijazah PAUD

Suriadi Said by Suriadi Said
15 Juni 2025 | 21:53
Reading Time: 2 mins read
0
2026, Masuk SD di Balikpapan Wajib Punya Ijazah PAUD

Ilustasi siswa SD

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Pranala.co, BALIKPAPAN – Tahun depan, masuk SD di Balikpapan tidak bisa lagi sembarangan. Harus bawa ijazah PAUD.

Ya. Mulai tahun ajaran 2026, setiap anak yang ingin duduk di bangku Sekolah Dasar wajib menyertakan sertifikat atau ijazah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

PILIHAN REDAKSI

100 Guru Dicari, Balikpapan Menambal Kekosongan di Ruang Kelas

100 Guru Dicari, Balikpapan Menambal Kekosongan di Ruang Kelas

16 April 2026 | 15:02
SPMB Balikpapan 2026 Dibuka Juni, Tes Calistung untuk Masuk SD Dilarang

Pendidikan Tetap Prioritas, Pemkot Balikpapan Pastikan Sekolah Gratis dan Subsidi SPP Berlanjut

15 Januari 2026 | 23:12

Itu kebijakan baru. Disampaikan langsung Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik.

“Sekarang masih masa sosialisasi. Tapi mulai tahun depan sudah mulai diberlakukan,” kata Irfan, Sabtu, 14 Juni 2025.

Menurut Irfan, banyak anak yang kesulitan saat pertama kali masuk SD. Bukan karena tidak pintar. Tapi karena belum siap. Mentalnya belum. Emosinya belum. Disiplinnya belum.

“Kalau mereka sudah pernah ikut PAUD, biasanya lebih siap. Tidak kaget,” ujarnya.

Itulah yang jadi alasan utama. PAUD bukan lagi sekadar pilihan. Tapi kebutuhan. Fondasi sebelum melangkah ke pendidikan formal.

Balikpapan tidak kekurangan PAUD. Ada lebih dari 420 lembaga PAUD yang aktif. Dari ujung utara sampai selatan kota. Dikelola pemerintah, masyarakat, maupun swasta.

Artinya, akses sudah terbuka lebar. Tidak perlu bingung mencari tempat sekolah untuk anak usia 3–6 tahun.

“Justru kami ingin memperkuat fondasi. Memberi pijakan yang lebih baik sejak awal,” jelas Irfan.

Irfan tidak ingin orang tua menunggu sampai 2026. “Kalau bisa sekarang, kenapa nanti?” katanya.

Ia berharap orang tua yang punya anak usia dini segera menyekolahkan ke PAUD. Bukan karena terpaksa. Tapi karena sadar pentingnya.

“Ini bukan soal formalitas ijazah. Tapi soal kesiapan belajar.”

Disdikbud Balikpapan juga tidak tinggal diam. Tenaga pengajar PAUD akan diberi pelatihan tambahan. Agar kualitas pengajaran tetap terjaga. Terutama jika jumlah siswa melonjak setelah kebijakan ini diterapkan.

Persiapan itu mencakup pelatihan guru, penyesuaian kurikulum, hingga peningkatan fasilitas.

Tentu saja sistem pendaftaran murid baru juga ikut berubah. Formulir akan ditambah kolom khusus untuk menyertakan ijazah atau sertifikat PAUD. Disdikbud juga tengah menyiapkan regulasi teknis, SOP, dan pelatihan petugas SPMB.

“Kami siapkan semuanya bertahap. Supaya masyarakat juga tidak kaget,” ujar Irfan.

[DIAS/RIL]

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

Tags: Disdikbud BalikpapanPendidikan Anak Usia Dini
Previous Post

Gustiwiw Berpulang, Profil Musisi Muda, Penyiar Radio, dan Pencipta Musik Endikup

Next Post

Sudah Pernah Masuk Penjara, Maskur Ternyata Masih Jualan Sabu di Bontang

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Sudah Pernah Masuk Penjara, Maskur Ternyata Masih Jualan Sabu di Bontang

Sudah Pernah Masuk Penjara, Maskur Ternyata Masih Jualan Sabu di Bontang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved