• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Rabu, Juli 22, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

3 Bocah SD di Bontang Diperalat Wanita Misterius untuk Mencuri

Suriadi Said by Suriadi Said
8 Juni 2026 | 18:38
Reading Time: 2 mins read
0
3 Bocah SD di Bontang Diperalat Wanita Misterius untuk Mencuri

Lurah Gunung Elai, Sulistyo.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

KASUS diamankannya tiga anak sekolah dasar (SD) oleh warga dan Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Kelurahan Api-Api, Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), membuka fakta mengejutkan.

Bocah-bocah yang awalnya dikira murni nakal ini ternyata menyimpan cerita kelam. Mereka mengaku nekat menjalankan aksi pencurian karena dikendalikan oleh seorang perempuan dewasa.

PILIHAN REDAKSI

Bukan Hanya Padamkan Api, Damkar Bontang Evakuasi Lansia Stroke ke Rumah Sakit

Bukan Hanya Padamkan Api, Damkar Bontang Evakuasi Lansia Stroke ke Rumah Sakit

13 Juli 2026 | 15:40
Gerai Baru Indomaret di Bontang Barat Diprotes, Warung Kecil Mulai Ketar-Ketir

Gerai Baru Indomaret di Bontang Barat Diprotes, Warung Kecil Mulai Ketar-Ketir

9 Juli 2026 | 21:29

Fakta memilukan tersebut terungkap setelah pihak Kelurahan Gunung Elai memanggil orang tua ketiga anak tersebut. Pertemuan digelar setelah para pelaku diamankan warga pada Minggu (7/6/2026) dini hari di kawasan RT 35, Kelurahan Api-Api.

Lurah Gunung Elai, Sulistyo, membenarkan adanya pengakuan mengejutkan dari hasil pendalaman dan pembinaan terhadap ketiga anak tersebut.

“Dari pengakuan mereka, ada seorang perempuan yang menyuruh mereka,” ungkap Sulistyo.

Skenario penjaringan anak-anak di bawah umur ini terbilang rapi. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, ketiga anak tersebut awalnya hanya berkumpul di kawasan Taman Madukoro, Kelurahan Satimpo.

Tak lama kemudian, seorang perempuan datang menjemput mereka menggunakan sepeda motor. Ketiga bocah ini lalu dibawa menuju Kelurahan Api-Api, lokasi yang menjadi target operasi.

Sesampainya di lokasi, mereka diperintah untuk mencari kesempatan dan menyisir barang berharga milik warga. Sasarannya mulai dari isi kantong sepeda motor yang terparkir hingga tempat-tempat yang luput dari pengawasan.

Nantinya, semua barang atau uang yang berhasil mereka jarah wajib dikumpulkan. Hasil curian itu kemudian diserahkan langsung kepada perempuan misterius yang mengomandoi mereka.

Sulistyo menambahkan, rekam jejak ketiga anak ini ternyata bukan yang pertama kali. Berdasarkan informasi lingkungan setempat, mereka dilaporkan sudah beberapa kali terlibat dalam aktivitas serupa hingga meresahkan warga.

Pihak kelurahan tidak tinggal diam melihat adanya dugaan eksploitasi anak dalam jaringan kriminal ini. Saat ini, identitas perempuan yang menjemput dan menyuruh anak-anak tersebut sedang diburu.

“Kami akan mencari orang yang disebutkan itu. Jika ditemukan dan terbukti terlibat, tentu akan kami serahkan kepada aparat penegak hukum,” tegas Sulistyo.

Berkaca dari kasus ini, Sulistyo meminta para orang tua untuk memperketat pengawasan terhadap buah hati mereka. Ia mengimbau agar anak-anak sudah berada di rumah dan tidak dibiarkan berkeliaran setelah waktu Magrib.

Langkah tegas ini diperlukan agar anak-anak tidak terjebak dalam pergaulan malam yang berisiko tinggi. Sebagai solusi jangka panjang, pihak kelurahan juga menawarkan bantuan pembinaan khusus.

Jika orang tua setuju, ketiga anak SD ini rencananya akan dititipkan ke pondok pesantren agar mendapatkan lingkungan dan pendidikan karakter yang lebih baik.

“Kalau orang tuanya setuju, kami siap membantu mencarikan tempat pembinaan, termasuk melalui pondok pesantren,” tegas Sulistyo. [RE/DIAS]

 

Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

Tags: BontangPelajar SD
Previous Post

Respons Bankaltimtara soal Oknum Bhayangkari sekaligus Pegawai Diduga Tipu Nasabah Rp1,15 Miliar

Next Post

Ngaku Dengar Bisikan Gaib usai Bunuh Penjaga Toko di Balikpapan, Mansyur Dituntut 18 Tahun

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Ngaku Dengar Bisikan Gaib usai Bunuh Penjaga Toko di Balikpapan, Mansyur Dituntut 18 Tahun

Ngaku Dengar Bisikan Gaib usai Bunuh Penjaga Toko di Balikpapan, Mansyur Dituntut 18 Tahun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Fakta-Fakta Dugaan Kelalaian Medis di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim yang Berujung Bayi Meninggal

Fakta-Fakta Dugaan Kelalaian Medis di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim yang Berujung Bayi Meninggal

16 Juli 2026 | 08:28
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved