• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Sabtu, Juli 18, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

36 Orangtua Mengadu soal SPMB Samarinda, 19 Anak Kini Lolos SMP Negeri

Suriadi Said by Suriadi Said
15 Juli 2026 | 14:43
Reading Time: 2 mins read
0
36 Orangtua Mengadu soal SPMB Samarinda, 19 Anak Kini Lolos SMP Negeri

Ketua Dewan Pengawas SPMB Samarinda, Firdaus Akbar

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

HARAPAN puluhan orangtua yang sempat cemas karena anaknya belum memperoleh sekolah akhirnya mulai menemukan titik terang. Pemerintah Kota Samarinda bergerak cepat menindaklanjuti berbagai keluhan dalam proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP tahun ajaran 2026/2027.

Dari 36 pengaduan yang masuk ke posko SPMB Samarinda, sebanyak 19 calon murid kini telah resmi diterima di SMP Negeri. Adapun 17 siswa lainnya masih dalam proses penempatan ke sekolah terdekat yang masih memiliki daya tampung.

PILIHAN REDAKSI

Lulusan SMP Kutim Dipastikan Tertampung, Kursi SMA dan SMK Masih Berlebih

Lulusan SMP Kutim Dipastikan Tertampung, Kursi SMA dan SMK Masih Berlebih

15 Juli 2026 | 18:13
Sempat Kurang Ratusan Siswa, Kuota SPMB Bontang 2026 Akhirnya Penuh

Sempat Kurang Ratusan Siswa, Kuota SPMB Bontang 2026 Akhirnya Penuh

14 Juli 2026 | 12:17

Ketua Dewan Pengawas SPMB Samarinda, Firdaus Akbar, mengatakan seluruh laporan diproses secara terbuka tanpa membedakan latar belakang masyarakat yang mengajukan pengaduan.

“Prinsip kami adalah memberikan perlakuan yang adil kepada seluruh masyarakat Kota Samarinda,” kata Firdaus.

Data pemerintah menunjukkan, 33 dari total 36 laporan berkaitan dengan jalur domisili atau jarak rumah ke sekolah. Sisanya berasal dari jalur afirmasi dan prestasi.

Menurut Firdaus, persoalan utama bukan karena kekurangan bangku sekolah negeri. Justru, saat ini masih tersedia sekitar 396 kursi kosong yang tersebar di sejumlah SMP Negeri di Samarinda.

Masalah muncul karena sebagian besar pendaftar memilih sekolah yang sama, terutama yang berada di kawasan permukiman padat penduduk.

Firdaus menjelaskan, sistem SPMB menggunakan teknologi digital yang menghitung jarak rumah menuju sekolah berdasarkan titik koordinat yang diinput saat pendaftaran.

Akibatnya, persaingan menjadi sangat ketat. Bahkan, selisih jarak hanya satu meter dapat menentukan apakah seorang calon siswa diterima atau tidak.

“Semua proses berbasis digital, sehingga titik koordinat rumah yang dipilih orang tua saat mendaftar menjadi dasar perhitungan jarak menuju sekolah,” ujarnya.

Selain persoalan teknis, pemerintah juga menilai masih banyak masyarakat yang beranggapan hanya sekolah tertentu yang layak menjadi pilihan.

Pola pikir tersebut membuat jumlah pendaftar menumpuk di beberapa SMP Negeri, sementara sekolah lain masih memiliki ruang belajar yang tersedia.

Karena itu, Pemkot Samarinda terus berupaya meningkatkan kualitas seluruh sekolah negeri agar tidak ada lagi kesenjangan layanan pendidikan.

Firdaus menegaskan, pemerintah ingin memastikan setiap anak memperoleh pendidikan yang sama baiknya, tanpa harus bergantung pada status sekolah tertentu.

“Harapannya ke depan tidak ada lagi perbedaan kualitas, baik dari sisi bangunan fisik, sumber daya guru, sarana pendukung, maupun kegiatan ekstrakurikuler di setiap sekolah,” tutupnya.

Bagi orang tua yang anaknya belum mendapatkan sekolah, Pemkot Samarinda memastikan proses pendampingan masih terus berjalan hingga seluruh siswa memperoleh tempat belajar yang sesuai. (*)

https://whatsapp.com/channel/0029VbD6ONiA89MoANGjZz2M

Via: Cintia Rahmadani
Tags: SPMBSPMB Samarinda
Previous Post

Kejagung Setop Pemeriksaan Dapur MBG di Seluruh Indonesia, Kejati Kaltim: Jangan Dikaitkan dengan Isu Lain

Next Post

Tak Terpengaruh Situasi Jakarta, Tiga Pilar Kaltim Sepakat Perkuat Sinergi

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Tak Terpengaruh Situasi Jakarta, Tiga Pilar Kaltim Sepakat Perkuat Sinergi

Tak Terpengaruh Situasi Jakarta, Tiga Pilar Kaltim Sepakat Perkuat Sinergi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved