pranala.co – Sejak Januari sampai Juli 2021 sudah ada 6,25 hektare lahan terbakar. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang menyebut angka ini menurun bila dibandingkan semester pertama tahun lalu.
Berdasarkan data yang dihimpun BPBD Bontang setidaknya kejadian kebakaran hutan dan lahan alias karhutla selama satu semester paling besar terjadi pada Juni. Pada bulan tersebut, tiga kasus terjadi yang menghanguskan lahan seluas 2,55 hektare.
Kepala BPBD Bontang, Ahmad Yani mengatakan karhutla dominan terjadi di Kelurahan Bontang Lestari sebab pembukaan lahan oleh warga setempat. “Ada yang terbakar alami karena rumput mengering ada juga karena pembukaan lahan. Bahkan Juli kemarin lahan perbatasan Kutim Bontang terbakar. Walaupun paling banyak lahan Kutim,” jelas Yani, Selasa (31/8/2021).
Ia merinci kejadian Karhutla pada Januari menghanguskan 0,73 hektare, Februari tidak ada kejadian, Maret 0,16 hektare, April 0,40 hektare, Mei 0,03 hektare dan Juli 2,38 hektare.
Kepada pranala.co, Yani mengatakan meski angka kejadian Karhutla mengalami penurunan, tidak menutup kemungkinan bencana akan bertambah. Meminimalisir hal itu pihaknya terus melakukan patroli secara berkala guna mengecek kondisi lahan serta mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Pengendara kendaraan bermotor juga tolong jangan membuang puntung rokok sembarangan,” imbuhnya.
Kata dia, meski dapat teratasi dalam proses pemadaman Karhutla kendala yang dihadapi adalah sulitnya mendapat air di sekitar lokasi kebakaran. Untuk itu pihaknya bekerja sama dengan Fire rescue PT Badak dan Manggala Agni serta KPHP Santan.
“Meski kami memiliki alat untuk memadamkan api namun kalau ada sumber air di sekitar kejadian akan jauh lebih cepat penanganannya,” tutup Yani. [L6|ADS]













