• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Minggu, Juli 19, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Alasan BGN Gunakan EO Rp113 Miliar, Klaim Lebih Efisien dan Terukur

Suriadi Said by Suriadi Said
12 April 2026 | 23:09
Reading Time: 2 mins read
0
Alasan BGN Gunakan EO Rp113 Miliar, Klaim Lebih Efisien dan Terukur

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. [IST]

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

POLEMIK anggaran ratusan miliar rupiah untuk jasa Event Organizer (EO) akhirnya dijawab langsung Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. Ia menyebut penggunaan pihak ketiga bukan pemborosan, melainkan “jalan cepat” agar program strategis bisa segera berjalan di tengah keterbatasan internal.

BGN, kata Dadan, saat ini masih berada dalam fase awal pembentukan. Struktur organisasi belum sepenuhnya matang. Sistem kerja masih disusun. Sumber daya manusia pun belum lengkap.

PILIHAN REDAKSI

Kejagung Setop Pemeriksaan Dapur MBG di Seluruh Indonesia, Kejati Kaltim: Jangan Dikaitkan dengan Isu Lain

Kejagung Setop Pemeriksaan Dapur MBG di Seluruh Indonesia, Kejati Kaltim: Jangan Dikaitkan dengan Isu Lain

15 Juli 2026 | 14:16
Setahun MBG di Samarinda Belum Berdampak ke Stunting

Setahun MBG di Samarinda Belum Berdampak ke Stunting

13 Juli 2026 | 14:01

Di titik itulah, keputusan menggandeng EO diambil. “Kami sedang membangun dari nol. Sementara program harus segera berjalan,” ujar Dadan, Minggu (12/4).

Dadan meluruskan persepsi publik yang menganggap EO hanya untuk kegiatan seremonial. Ia menegaskan, sebagian besar kegiatan yang ditangani EO justru beririsan langsung dengan strategi komunikasi publik.

Mulai dari kampanye gizi nasional, sosialisasi program, hingga bimbingan teknis bagi penjamah makanan—semuanya membutuhkan eksekusi yang presisi.

Dalam konteks ini, EO bukan hanya “penyelenggara acara”, tetapi operator komunikasi pemerintah di lapangan.

Kualitas penyampaian pesan, menurutnya, menjadi faktor krusial. Kesalahan kecil bisa berdampak besar pada pemahaman masyarakat.

Secara ideal, sebuah lembaga negara memang diharapkan mandiri. Namun Dadan mengakui, membangun tim internal dalam waktu singkat bukan perkara mudah.

Rekrutmen butuh proses. Pelatihan butuh biaya. Sementara program tidak bisa menunggu. Di sinilah EO disebut sebagai solusi “bridging”—jembatan sementara agar roda program tetap berputar.

“Kalau menunggu semua siap, program bisa terlambat. Kami tidak punya kemewahan waktu itu,” katanya.

Di tengah kritik publik, BGN justru menilai penggunaan EO lebih efisien dalam jangka pendek.

Dengan sistem kerja terpusat dari pihak ketiga, seluruh proses—mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan—bisa terdokumentasi rapi.

Hal ini, menurut Dadan, justru mempermudah audit dan pengawasan anggaran. Semua pengeluaran, ia menegaskan, tetap mengikuti aturan perundang-undangan dan terbuka untuk diperiksa oleh lembaga pengawas.

Kasus ini menjadi ujian pertama bagi BGN sebagai lembaga baru. Di satu sisi, ada tuntutan percepatan program gizi nasional. Di sisi lain, ada ekspektasi publik terhadap transparansi anggaran.

Pilihan menggunakan EO senilai Rp113 miliar kini tak hanya soal teknis pelaksanaan kegiatan, tetapi juga soal kepercayaan publik.

BGN telah memilih jalannya: bergerak cepat, dengan konsekuensi harus mampu membuktikan bahwa setiap rupiah benar-benar berdampak.

“Semua terbuka untuk diawasi,” tegas Dadan. [RIL/DIAS]

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

Tags: Badan Gizi NasionalMakan BergiziMakan Bergizi Gratis
Previous Post

Percikan Listrik Picu Kebakaran Bengkel di Penajam Kaltim, Kerugian Tembus Rp1 Miliar

Next Post

Rincian TKD Kaltim 2026: Rp3,35 Triliun Sudah Cair, Ini Komposisinya

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Rincian TKD Kaltim 2026: Rp3,35 Triliun Sudah Cair, Ini Komposisinya Cegah Ponton Hanyut, 33 Titik Tambat Kapal di Sungai Mahakam Kaltim Dibenahi Gubernur Kaltim: Sungai Mahakam Sudah 20 Tahun Tak Dinormalisasi

Rincian TKD Kaltim 2026: Rp3,35 Triliun Sudah Cair, Ini Komposisinya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved