• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Senin, Juli 20, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Anggaran Minim, Dua Elevator Pasar Tamrin Bontang Belum Bisa Diperbaiki

Suriadi Said by Suriadi Said
25 Mei 2026 | 14:52
Reading Time: 2 mins read
0
Anggaran Minim, Dua Elevator Pasar Tamrin Bontang Belum Bisa Diperbaiki Sudah Dua Bulan Elevator di Pasar Tamrin Bontang Hanya jadi Pajangan

Elevator di Pasar Taman Rawa Indah alami kerusakan,

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

DUA unit lift atau elevator di Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin), Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) sudah empat bulan tidak berfungsi. Kondisi itu kini mulai memicu keluhan warga, terutama pengunjung yang harus naik turun tangga untuk mengakses lantai atas dan area Mal Pelayanan Publik (MPP).

Bagi sebagian orang, mungkin itu sekadar gangguan fasilitas. Namun bagi lanjut usia (Lansia), ibu hamil, hingga penyandang disabilitas, kondisi tersebut menjadi persoalan serius yang menguras tenaga dan menyulitkan aktivitas harian.

PILIHAN REDAKSI

Sebulan usai Kebakaran, 142 Kios Pasar Segiri Samarinda Siap Dihuni Pedagang

Sebulan usai Kebakaran, 142 Kios Pasar Segiri Samarinda Siap Dihuni Pedagang

5 Mei 2026 | 15:52
Distribusi Kios Pasar Pagi Samarinda Dipercepat, 59 Lapak Ditarik Ulang

Distribusi Kios Pasar Pagi Samarinda Dipercepat, 59 Lapak Ditarik Ulang

29 April 2026 | 20:29

“Sudah sejak Februari tidak berfungsi. Padahal ada dua lift, tapi tidak pernah dipakai. Jadinya seperti pajangan saja,” ujar salah satu pedagang, Aminah, Senin (25/5/2026).

Menurut Aminah, kerusakan elevator sebenarnya sudah lama dikeluhkan. Namun hingga kini belum ada tanda-tanda perbaikan yang benar-benar berjalan.

Ia menilai keberadaan eskalator juga belum mampu menjadi solusi. Selain hanya berfungsi untuk naik, kemiringannya dianggap cukup menyulitkan bagi sebagian pengunjung.

Keluhan serupa datang dari Dalimin, pengunjung pasar yang mengaku prihatin dengan kondisi akses di gedung tersebut.

Ia mengatakan pengunjung masih bisa memanfaatkan eskalator untuk naik ke lantai atas. Namun saat turun, mereka harus menggunakan tangga biasa.

“Eskalator hanya untuk naik. Kalau turun harus lewat tangga biasa. Kasihan orang tua kalau harus turun tangga,” katanya.

Situasi itu membuat kenyamanan pengunjung menurun. Terlebih Pasar Taman Rawa Indah juga menjadi pusat layanan publik yang setiap hari didatangi warga dari berbagai usia.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Bontang, Eko Arisandi, mengakui perbaikan elevator masih terkendala keterbatasan anggaran pemeliharaan.

Meski begitu, pihaknya mengklaim sudah berkoordinasi dengan pengelola pasar dan tim teknis untuk menangani kerusakan tersebut.

“Dari pekan lalu kita sudah koordinasi dengan kantor pasar dan tim teknisinya. Ini masih dalam maintenance,” ujarnya.

Eko mengatakan tekanan fiskal daerah membuat anggaran pemeliharaan fasilitas publik sangat terbatas. Namun ia menegaskan perbaikan tetap menjadi prioritas karena menyangkut pelayanan masyarakat.

“Tekanan fiskal membuat anggaran pemeliharaan sangat minim. Tapi ini pelayanan publik, jadi harus segera diperbaiki,” katanya.

Saat ini, DKUMPP Bontang masih melakukan pendataan serta analisis kerusakan sebelum mengusulkan langkah penanganan kepada Wali Kota Bontang.

“Kita data dulu masalahnya seperti apa, lalu dirumuskan tindak lanjutnya untuk diusulkan ke wali kota,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan belum ada pos khusus pemeliharaan elevator dalam anggaran murni tahun berjalan. Karena itu, usulan perbaikan kemungkinan baru dimasukkan melalui anggaran perubahan.

“Di anggaran murni tidak ada. Jadi kemungkinan kami usulkan di perubahan,” tambahnya.

Sementara itu, teknisi UPT Pasar Taman Rawa Indah, Ismail, menjelaskan kerusakan elevator kali ini tidak bisa ditangani dengan perbaikan ringan.

Menurutnya, gangguan sudah menyangkut sistem utama sehingga membutuhkan teknisi khusus.

“Kalau hanya reset atau masalah pintu masih bisa kami tangani. Tapi ini sudah menyangkut sistem, jadi harus teknisi khusus,” ujarnya.

Ia menyebut kerusakan sempat terjadi bertahap sebelum akhirnya kedua elevator mati total.

“Awalnya sempat hidup-mati, sekarang sudah tidak berfungsi sama sekali,” katanya. [FR]

 

Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

Tags: Pasar Taman Rawa IndahPasar Tradisional
Previous Post

Detik-Detik Longsoran Klinker Timpa Ekskavator di Semen Tonasa

Next Post

Nama KPC Masuk Daftar PROPER Merah, Aktivis Kutim: Memalukan!

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Nama KPC Masuk Daftar PROPER Merah, Aktivis Kutim: Memalukan!

Nama KPC Masuk Daftar PROPER Merah, Aktivis Kutim: Memalukan!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved