• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Sabtu, Juli 18, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Anggaran Seret, Warga Bontang Batal Miliki Rumah Potong Unggas Higienis

Suriadi Said by Suriadi Said
13 Juni 2026 | 22:35
Reading Time: 2 mins read
0
Anggaran Seret, Warga Bontang Batal Miliki Rumah Potong Unggas Higienis 12 Rumah Potong Unggas di Bontang Belum Berizin Resmi, Pemkot Lakukan Pembinaan

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang, Ahmad Aznem,

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

IMPIAN masyarakat Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) untuk menikmati fasilitas pangan yang higienis harus tertahan lebih lama. Rencana besar pembangunan Rumah Potong Unggas (RPU) modern yang dijadwalkan rampung tahun ini resmi ditunda. Kondisi keuangan daerah yang sedang tertekan menjadi biang kerok utamanya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang, Ahmad Aznem, blak-blakan mengenai pembatalan ini. Perencanaan matang yang sudah disusun rapi terpaksa masuk kotak karena keterbatasan anggaran.

PILIHAN REDAKSI

Bukan Hanya Padamkan Api, Damkar Bontang Evakuasi Lansia Stroke ke Rumah Sakit

Bukan Hanya Padamkan Api, Damkar Bontang Evakuasi Lansia Stroke ke Rumah Sakit

13 Juli 2026 | 15:40
Gerai Baru Indomaret di Bontang Barat Diprotes, Warung Kecil Mulai Ketar-Ketir

Gerai Baru Indomaret di Bontang Barat Diprotes, Warung Kecil Mulai Ketar-Ketir

9 Juli 2026 | 21:29

“Target awalnya tahun ini selesai. Tapi karena tekanan fiskal, anggarannya belum tersedia, jadi belum bisa dibangun,” ujar Ahmad Aznem, didampingi Kabid Peternakan DKP3 Bontang drh Riono.

Padahal, RPU modern Bontang ini bukan proyek sembarangan. Fasilitas yang membutuhkan estimasi anggaran sekira Rp20 miliar ini dirancang dengan standar tinggi. Rencananya, kompleks tersebut akan dilengkapi gedung utama yang steril, kantor operasional, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), hingga kandang penampungan sementara.

Penundaan ini tentu menjadi kabar kurang sedap bagi ketahanan pangan kota. Pasalnya, perputaran bisnis unggas di Bontang tergolong sangat tinggi. Saban hari, ada sekira 2 ribu hingga 3 ribu ekor unggas yang dipotong untuk konsumsi warga.

Angka ini bahkan melonjak drastis hingga di atas 5 ribu ekor per hari saat momen hari raya keagamaan. Tanpa RPU yang memadai, risiko kontaminasi dan masalah higienitas membayangi pasokan pangan masyarakat.

Aznem menekankan bahwa proyek ini sebetulnya adalah bentuk perlindungan negara terhadap konsumen. Jika fasilitas pemotongan bersih, warga bisa mengonsumsi daging dengan rasa aman.

“Kalau ada RPU yang layak, masyarakat juga lebih terjamin dari sisi kesehatan. Prosesnya lebih bersih dan tertata,” ucapnya.

Selain urusan perut dan kesehatan warga, penundaan proyek ini juga membuat Pemkot Bontang kehilangan peluang pendapatan. DKP3 sebenarnya sudah menyiapkan kajian akademik agar RPU ini bisa menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) lewat retribusi.

Namun, Aznem memilih realistis. Ia enggan membebani para pelaku usaha jika pemerintah sendiri belum bisa memberikan fasilitas yang memadai.

“Tidak mungkin kita bicara retribusi kalau fasilitasnya belum memadai. Kasihan juga masyarakat yang memanfaatkan layanan itu,” kata Aznem.

Untuk sementara waktu, aktivitas pemotongan massal terpaksa menempati lahan eks Pasar Rawa Indah di Jalan KS Tubun. Pemerintah daerah memang sudah menyuntikkan fasilitas dasar seperti air bersih dan aliran listrik di lokasi tersebut.

Namun, kondisinya masih jauh dari kata ideal. Berdiri di atas kawasan bekas rawa membuat infrastruktur di sana sangat terbatas dan seadanya.

Pihak DKP3 hanya bisa pasrah dan merawat fasilitas darurat tersebut sembari menunggu angin segar dari APBD Bontang di tahun-tahun mendatang.

“Sudah kita benahi semampunya, tapi memang masih seadanya karena sifatnya sementara. Kalau kondisi APBD sudah stabil, tentu ini akan kami dorong lagi,” ucap Aznem. [FR]

 

Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

Tags: BontangDKP3 Bontang
Previous Post

Lahan Kosong di Balikpapan Diminta jadi Kandang Ayam, Bisa Hemat Belanja Telur

Next Post

BBM Naik, SPBU dan APMS di Kubar Dijaga Ketat demi Amankan Harga Pokok

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Efek Harga BBM Naik, Inflasi Balikpapan dan PPU Mulai Terkerek BBM Naik, SPBU dan APMS di Kubar Dijaga Ketat demi Amankan Harga Pokok Soal BBM Oplosan di Samarinda Kaltim, Wali Kota: Jangan Asal Klaim BBM Aman! 70 Persen Konsumen Balikpapan Beralih ke BBM Nonsubsidi, Antrean SPBU Tertangani

BBM Naik, SPBU dan APMS di Kubar Dijaga Ketat demi Amankan Harga Pokok

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved