• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Minggu, Juli 19, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Rupa

Asal-Usul Kata “OK”: Dari Lelucon Abad ke-19 jadi Bahasa Global

Suriadi Said by Suriadi Said
7 April 2025 | 10:00
Reading Time: 2 mins read
0
Asal-Usul Kata “OK”: Dari Lelucon Abad ke-19 jadi Bahasa Global

Ilustrasi jempol oke.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

PRANALA.CO, Bontang – Kata “OK” atau dalam ejaan baku bahasa Indonesia “Oke”, mungkin menjadi salah satu ungkapan paling universal di dunia. Meski terkesan sederhana dan sering digunakan dalam komunikasi sehari-hari, baik secara lisan maupun tulisan, siapa sangka kata ini menyimpan sejarah panjang yang menarik.

Tak hanya sebagai bentuk persetujuan, “OK” kini digunakan dalam berbagai konteks: dari mengiyakan perintah, memastikan kebenaran, hingga mengekspresikan kondisi yang baik-baik saja.

PILIHAN REDAKSI

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Wisatawan Asing ke Kaltim Naik 20 Persen, Hotel Ikut Bergairah Kunjungan Wisman ke Kaltim Turun selama Oktober, Wisnus Masih Mendominasi Pergerakan Pariwisata Kaltim Bergairah: Wisman Naik 109 Persen, Hotel Bintang 3 Penuh Kunjungan Wisatawan ke Kaltim saat Libur Nataru 2025 Diprediksi Naik 30 Persen FlyJaya Airlines Siap Layani Penerbangan Reguler ke Maratua Berau Mulai Desember 2024

Wisatawan Asing ke Kaltim Naik 20 Persen, Hotel Ikut Bergairah

9 Juli 2026 | 08:07

Penggunaannya pun meluas, bukan hanya di dunia berbahasa Inggris, namun juga masuk ke berbagai bahasa di dunia, termasuk bahasa Indonesia.

Namun, tahukah Anda bahwa kata “OK” ternyata berasal dari tren singkatan yang populer di Amerika Serikat pada abad ke-19?

Penelusuran terhadap kata “OK” dilakukan ahli bahasa Allen Walker Read pada 1963. Dalam studinya berjudul The First Stage in the History of “O.K”, Read mengungkap bahwa kata ini pertama kali dipublikasikan dalam surat kabar Boston Post pada 23 Maret 1839.

Redaktur surat kabar tersebut, Charles Gordon Greene, memperkenalkan “OK” sebagai singkatan dari “oll korrect”, sebuah plesetan dari “all correct”, dalam tren humor linguistik yang saat itu sedang berkembang di kalangan masyarakat urban Amerika.

Singkatan dan ejaan yang tidak biasa seperti “OK”, “RTBS” (Remains to be Seen), atau “NG” (No Go) menjadi populer kala itu, sebagai bagian dari gaya bahasa yang dinamis dan penuh permainan kata.

Seiring waktu, “OK” melampaui batas budaya dan bahasa. Read menyebut kesederhanaan dan kepraktisan dalam pengucapan menjadi alasan utama mengapa “OK” begitu cepat diterima oleh masyarakat dunia.

Di era digital dan komunikasi instan saat ini, kata “OK” kian merajalela. Dari pesan singkat, notifikasi perangkat lunak, hingga interaksi di media sosial—semuanya menjadikan “OK” sebagai respons default yang netral dan efisien.

Meski demikian, konteks penggunaan “OK” bisa bermakna ganda. Dalam komunikasi tertulis, misalnya, kata ini bisa mengekspresikan persetujuan tulus atau justru sindiran halus, tergantung nada dan situasinya.

Di Indonesia, kata ini telah lama diadopsi dan bahkan masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dengan ejaan “oke”. Artinya tetap sama: kata untuk menyatakan setuju atau penerimaan.

Penggunaan “oke” dalam bahasa Indonesia menjadi bukti bahwa kata serapan bisa bertahan dan bertransformasi menjadi bagian dari budaya tutur lokal, tanpa menghilangkan makna globalnya.

Kata “OK” bukan hanya sekadar singkatan. Ia adalah representasi dari bagaimana bahasa bisa berkembang, menyebar, dan meresap dalam kehidupan masyarakat lintas negara. Dari dapur redaksi abad ke-19 hingga layar ponsel masa kini, “OK” tetap relevan.

Mungkin karena pada akhirnya, dalam komunikasi modern yang serba cepat, tak ada yang lebih “oke” selain kata “OK” itu sendiri. (*)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

Via: Redaksi
Tags: Bulan BahasaIndonesiaKaltim
Previous Post

Atasi Banjir Menahun, Pemkot Bontang Siapkan Pintu Air dan Perbaikan Turap

Next Post

“Pabrik Gula Uncut” Teror Bioskop Samarinda Kaltim, Ini Jadwal Lengkap Film Hari Ini

BACA JUGA

HDPE Flap Gate untuk Irigasi, Ini Keunggulan dan Rekomendasi Suppliernya

HDPE Flap Gate untuk Irigasi, Ini Keunggulan dan Rekomendasi Suppliernya

15 Juli 2026 | 22:56
Menyelamatkan Surga yang Terluka, Pulau Miang Kutim Ditata Total

Menyelamatkan Surga yang Terluka, Pulau Miang Kutim Ditata Total

14 Juli 2026 | 00:19
BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

13 Juli 2026 | 23:44
Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

13 Juli 2026 | 23:21
Festival Sekerat Nusantara V Ditutup Meriah, Ritual Mengulur Naga Tegaskan Identitas Budaya Kutim

Festival Sekerat Nusantara V Ditutup Meriah, Ritual Mengulur Naga Tegaskan Identitas Budaya Kutim

12 Juli 2026 | 23:58
PWI Bontang Matangkan Program 3 Tahun, Fokus UKW hingga Perlindungan Wartawan

PWI Bontang Matangkan Program 3 Tahun, Fokus UKW hingga Perlindungan Wartawan

12 Juli 2026 | 22:48
Next Post
"Pabrik Gula Uncut" Teror Bioskop Samarinda Kaltim, Ini Jadwal Lengkap Film Hari Ini

"Pabrik Gula Uncut" Teror Bioskop Samarinda Kaltim, Ini Jadwal Lengkap Film Hari Ini

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved