• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Kamis, Juli 23, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Aturan 6 Dapur MBG per Kecamatan: Bikin Cemas Bontang, Investasi Terancam Ambyar

Suriadi Said by Suriadi Said
6 Juni 2026 | 18:20
Reading Time: 2 mins read
0
Aturan 6 Dapur MBG per Kecamatan: Bikin Cemas Bontang, Investasi Terancam Ambyar 9 Dapur MBG Bontang Disetop, Wawali: IPAL Belum Siap, Kok Sudah Diresmikan? Wawali Bontang: Susu Wajib dalam Paket MBG Ramadan

Wawali Bontang saat ikut menyantap menu MBG, Jumat (13/2/2026).

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

KEBIJAKAN teranyar Badan Gizi Nasional (BGN) yang membatasi jumlah dapur pemenuhan gizi maksimal enam unit per kecamatan memicu kegelisahan di daerah. Di Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), aturan ini bukan sekadar urusan administratif di atas kertas, melainkan menyangkut nasib investasi dan mata pencaharian warga lokal.

Sebab, jika aturan pembatasan ini dipukul rata secara kaku, puluhan dapur gizi Bontang yang sudah telanjur berdiri terancam kehilangan arah dan kejelasan operasional.

PILIHAN REDAKSI

Kejagung Setop Pemeriksaan Dapur MBG di Seluruh Indonesia, Kejati Kaltim: Jangan Dikaitkan dengan Isu Lain

Kejagung Setop Pemeriksaan Dapur MBG di Seluruh Indonesia, Kejati Kaltim: Jangan Dikaitkan dengan Isu Lain

15 Juli 2026 | 14:16
Setahun MBG di Samarinda Belum Berdampak ke Stunting

Setahun MBG di Samarinda Belum Berdampak ke Stunting

13 Juli 2026 | 14:01

Berdasarkan data Koordinator BGN wilayah Bontang, saat ini sudah ada 25 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kota tersebut. Rinciannya, 20 unit dapur gizi sudah beroperasi aktif, tiga unit dihentikan sementara, dan dua unit lainnya selesai dibangun namun belum sempat difungsikan.

Langkah sepihak dari pusat ini langsung mendapat respons keras dari Pemkot Bontang. Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menyayangkan keputusan mendadak ini bergulir tanpa adanya komunikasi awal dengan pemerintah daerah.

“Ini sudah berjalan, sudah ada sistem pengawasan yang melibatkan pemerintah, TNI, kepolisian, dan masyarakat. Mestinya dibicarakan dulu, jangan langsung diputuskan,” ujar Agus Haris dengan nada kecewa, Sabtu (6/6/2026).

Agus Haris menegaskan bahwa pemerintah daerah bukanlah pion pelaksana yang bisa disetir tanpa melihat dinamika di lapangan. Menurutnya, daerah adalah pihak yang paling memahami kondisi sosial dan ekonomi riil masyarakat bawah.

Kebijakan yang buru-buru ini dinilai mengabaikan efek domino ekonomi yang ditimbulkan. Program dapur gizi Bontang selama setahun terakhir tidak hanya fokus memperbaiki nutrisi masyarakat, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan menyerap investasi lokal yang cukup besar.

Banyak pelaku usaha lokal yang telah menggelontorkan modal besar untuk membangun dan mengoperasikan dapur-dapur tersebut. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang hingga hari ini belum mencapai titik balik modal alias break-even point.

“Kalau tiba-tiba dibatasi maksimal enam, sisanya mau dikemanakan? Bagaimana nasib pekerjanya? Bagaimana yang sudah investasi tapi belum kembali modalnya?” kata Agus mempertanyakan nasib warganya.

Pemkot Bontang mengingatkan BGN pusat bahwa setiap kebijakan publik yang menyangkut hajat hidup orang banyak wajib menimbang dampak sosial. Agus meminta pusat tidak abai dan segera membuka ruang koordinasi, minimal melalui kepala regional sebagai perpanjangan tangan di wilayah Kalimantan Timur.

Ia meluruskan bahwa daerah sama sekali tidak alergi terhadap evaluasi program. Namun, proses evaluasi tersebut harus bersandar pada data faktual dan kondisi nyata yang ada di daerah, bukan sekadar asumsi dari balik meja kerja di ibu kota.

“Evaluasi silakan, itu perlu. Tapi sebelum diputuskan, kaji dulu secara menyeluruh. Libatkan daerah, lihat langsung kondisi di lapangan,” tegasnya. [FR]

 

Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

Tags: Makan BergiziMakan Bergizi Gratis
Previous Post

Jerit Kader Posyandu Bontang: Gaji Dipotong Listrik hingga Tekor Uang Bensin Demi Data Stunting

Next Post

Siasat UMKM Kaltim Tembus Pasar Global Pakai AI dan Konsep Hijau

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Siasat UMKM Kaltim Tembus Pasar Global Pakai AI dan Konsep Hijau

Siasat UMKM Kaltim Tembus Pasar Global Pakai AI dan Konsep Hijau

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

26 Juni 2026 | 21:44
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved