• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Minggu, Juli 19, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Banjir di Paser Diduga Minimnya Ruang Terbuka Hijau

Suriadi Said by Suriadi Said
6 Mei 2022 | 01:23
Reading Time: 2 mins read
0
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

pranala.co – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Paser Acmad Safari menilai salah satu penyebab banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Tanah Grogot disebabkan kurangnya ruang terbuka hijau (RTH). Sehingga keberadaan RTH ini sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya banjir.

“Perkotaan ini perlu RTH lebih banyak lagi, agar penyerapan air hujan masuk ke tanah lebih banyak. Diperlukan penanaman pohon di area perkotaan,” kata Safari, Senin.

PILIHAN REDAKSI

Diundang Ngopi, Ormas Diduga ‘Dikondisikan', Kesbangpol Kaltim: Murni Silaturahmi, Bukan Redam Aksi Meski Dikumpulkan Kesbangpol, Gelombang Aksi 21 April Menguat, Siap Kepung Kantor Gubernur dan DPRD Kaltim

Diundang Ngopi, Ormas Diduga ‘Dikondisikan’, Kesbangpol Kaltim: Murni Silaturahmi, Bukan Redam Aksi

13 April 2026 | 16:01
90 Pendayung Paser Berebut Kursi Porprov Kaltim 2026

90 Pendayung Paser Berebut Kursi Porprov Kaltim 2026

20 April 2025 | 22:04

Ia mengatakan penyebab lainnya, karena kondisi drainase kurang berfungsi sehingga tidak bisa menahan debit air. Sehingga perlu adanya normalisasi drainase yang sudah ada.

Safari menjelaskan, banjir yang terjadi pada Jumat (22/4/2022) lalu, tidak menggenangi semua wilayah perkotaan Tanah Grogot. Banjir terjadi hanya pada lokasi-lokasi tertentu.

Berdasarkan hasil peninjauan DLH Paser di lapangan,  beberapa lokasi yang terendam banjir cukup parah di antaranya  di Jalan Sultan Khaliludin atau kawasan Rawasari dan di Kawasan Balai Benih Jalan Piere Tandean hingga Desa Jone dan Desa Senaken.

Menurutnya, kawasan yang terendam banjir parah tersebut memiliki kemiripan yakni tidak adanya lahan terbuka yang cukup besar, atau minimnya jumlah pepohonan, yang diharapkan bisa menyerap air hujan ke tanah lebih cepat. Selain itu juga faktor padatnya pemukiman.

“Mengapa air hujan tidak bisa masuk dengan cepat ke dalam tanah. Bagaimana air terserap di dalam tanah, berarti perlu tanaman-tanaman untuk menyerap dan menampung air dalam jumlah banyak di kawasan terbuka hijau,” ujar Safari.

Lanjutnya, boleh jadi memang kenapa air tidak mengalir ke sungai berarti drainasenya. Kemudian kenapa anak sungai Seratai, dan Semumun,  tidak bisa menampung air dalam jumlah banyak, padahal di sungai Kandilo tidak banjir. Aman-aman saja.

Banjir yang melanda beberapa wilayah di Kota Tanah Grogot, hal itu terlepas dari curah hujan yang sangat tinggi, Safari menilai perlu ditelaah dan dikaji lebih mendalam apakah ada faktor teknis yang mengakibatkan air tidak terserap optimal oleh tanah, seperti aliran air hujan tak mengalir lancar ke sungai.

“Saran dari teman dari pakar lingkungan, perlu dicek data dukung lingkungannya, kondisi sempadan, dan mungkin ada sumbatan-sumbatan akibat sampah yang sampai saat ini masih menjadi problematika perkotaan,” ujar  Safari. (idn)

Tags: Banjir PaserKabupaten PaserKalimantan Timur
Previous Post

Pengin Mudik ke Kaltim? Simak Dulu Syaratnya!

Next Post

INFOGRAFIS: Waspada Ancaman Hepatitis Misterius pada Anak

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
INFOGRAFIS: Waspada Ancaman Hepatitis Misterius pada Anak

INFOGRAFIS: Waspada Ancaman Hepatitis Misterius pada Anak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved