Bontang, PRANALA.CO — Bontang Kuala, Kota Bontang kembali tergenang. Air laut naik tak kenal waktu. Pagi, siang, bahkan tengah malam. Banjir rob datang seperti tamu yang tak pernah diundang, tapi selalu tahu jalan pulang.
Bukan hanya gang sempit yang terendam. Sekolah-sekolah, jalan utama, bahkan kawasan pemakaman tua ikut terdampak. Masyarakat mulai lelah. Bocah-bocah sekolah menenteng sepatu dalam kantong plastik, sambil berjinjit menghindari genangan. Ibu-ibu merendam kaki mereka sambil menyiapkan sarapan.
Pemerintah Kota Bontang tentu tidak tinggal diam. Tapi musuh mereka bukan musuh biasa. Bukan sekadar curah hujan. Ini soal pasang laut. Soal waktu. Soal cuaca yang tak menentu.
“Rencananya, Jalan Piere Tendean akan dinaikkan sepanjang kurang lebih satu kilometer,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bontang, Edy Prabowo, Selasa (13/5/2025).
Jalan itu bukan jalan kecil. Itu jalan nasional. Harus berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN). Tapi Edy, yang lebih sering disapa Bowo, sudah terbiasa dengan birokrasi panjang. Yang penting: banjir harus ditekan. Kalau bisa, dihabisi.
Anggaran? Sudah disiapkan. Rp150 miliar dari APBD Kota Bontang. Akan dilaksanakan lewat skema multiyears—artinya bukan proyek satu tahun selesai. Karena ini bukan proyek sembarangan. Bukan tambal sulam. Tapi pondasi perlawanan terhadap rob.
Tak cukup di situ. Pemerintah Kota juga telah mengajukan bantuan keuangan (bankeu) ke pusat. Nilainya jauh lebih besar: Rp550 miliar lebih.
“Sudah diajukan untuk tahun 2026. Mudah-mudahan diakomodir,” kata Bowo. Doa masyarakat menyertai.
Kalau cair, dana itu akan digunakan untuk penurapan, normalisasi sungai, dan memperbaiki sistem drainase. Bukan hanya menaikkan jalan, tapi juga mengatur air—agar tidak semaunya masuk dan menggenangi rumah warga.
Program lain tetap berjalan. Trotoar dibangun. Infrastruktur diperbaiki. Tapi untuk tahun ini dan tahun depan, fokus utama adalah: banjir. Karena rob bukan lagi ancaman musiman. Tapi masalah harian.
“Kalau semua program ini bisa terealisasi, kami yakin—banjir rob bisa ditekan. Masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan tenang,” pungkas Bowo. [ZI]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















Comments 1