• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Sabtu, Juli 18, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Bankeu Kaltim Disetop, Nasib Proyek Antibanjir Bontang Terancam Mangkrak

Suriadi Said by Suriadi Said
6 April 2026 | 16:48
Reading Time: 2 mins read
0
Proyek Rp274 Miliar Danau Kanaan Batal, Bontang Mulai Rem Fiskal Bankeu Kaltim Disetop, Nasib Proyek Antibanjir Bontang Terancam Mangkrak Danau Kanaan Disulap jadi Wisata dan Pengendali Banjir, Proyek Rp267 Miliar Segera Dimulai

Danau Kanaan, Kecamatan Bontang Barat akan mulai dikerjakan pada 2026. (Foto: Fahrul/Pranala.co)

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

BONTANG, Pranala.co – Rencana Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menghentikan alokasi bantuan keuangan (Bankeu) pada 2027 mengundang kekhawatiran dari sejumlah daerah, termasuk Kota Bontang. Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menekankan pentingnya dialog terbuka guna menjamin keberlanjutan pembangunan infrastruktur kritis.

Secara regulasi, Bankeu memang bukan kewajiban pemerintah provinsi. Hal tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang memberikan kewenangan pengelolaan fiskal kepada masing-masing daerah. Namun, Agus Haris menilai aspek keadilan dan keberlanjutan pembangunan tetap harus menjadi pertimbangan utama.

PILIHAN REDAKSI

Intip Bocoran APBD Kaltim 2027: Proyeksi Rp 12,1 Triliun, Bulan Ini Masuk DPRD

Intip Bocoran APBD Kaltim 2027: Proyeksi Rp 12,1 Triliun, Bulan Ini Masuk DPRD

3 Juli 2026 | 22:33
Duduk Perkara Pembongkaran Lahan Polder Tanjung Laut yang Sempat Ditolak Warga Bontang

Duduk Perkara Pembongkaran Lahan Polder Tanjung Laut yang Sempat Ditolak Warga Bontang

3 Juli 2026 | 19:49

“Kami menghormati kebijakan pemprov dan memahami pengelolaan fiskal yang mereka lakukan. Tapi di sisi lain, daerah juga butuh dukungan agar program pembangunan tetap berjalan optimal,” ujar Agus Haris, Senin (6/4/2026).

Selama ini, Bankeu telah menjadi salah satu sumber pendanaan utama pembangunan infrastruktur di daerah. Bagi daerah dengan kapasitas fiskal terbatas—terutama yang bergantung pada dana bagi hasil sumber daya alam—bantuan ini berfungsi sebagai penyeimbang agar pembangunan tetap berjalan.

Agus Haris menegaskan, hubungan antara provinsi dan kabupaten/kota tidak dapat dipisahkan. Kemajuan daerah merupakan cerminan wajah provinsi secara keseluruhan.

“Ini tanggung jawab bersama. Tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Harus ada kolaborasi,” tegasnya.

Kekhawatiran semakin menguat melihat proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bontang tahun 2027 yang diperkirakan hanya sekitar Rp1,7 triliun. Angka tersebut dinilai belum cukup untuk membiayai proyek-proyek besar, khususnya penanganan banjir.

Pada 2026, Pemprov Kaltim masih mengalokasikan Bankeu sekitar Rp86 miliar untuk Bontang. Dana tersebut difokuskan pada renovasi Waduk Kanaan, proyek strategis penanganan banjir yang menggunakan skema multiyears.

“Jika Bankeu benar-benar dihentikan, kelanjutan proyek penanggulangan banjir di Bontang berpotensi terganggu,” ujarnya.

Agus Haris tidak menutup kemungkinan adanya perubahan skema bantuan. Menurutnya, yang terpenting bukan nama programnya, melainkan keberlanjutan dukungan terhadap daerah.

“Kalau Bankeu dihilangkan, bisa saja diganti dengan skema lain. Atau proyek penanganan banjir ini diambil alih sepenuhnya oleh pemprov,” jelasnya.

Ia mengingatkan, mengandalkan APBD Bontang semata untuk proyek besar seperti penanganan banjir bukanlah pilihan yang realistis.

Lebih jauh, politisi Partai Gerindra itu mendorong Pemprov Kaltim mengundang seluruh kepala daerah dalam forum dialog terbuka. Menurutnya, forum tersebut penting untuk menyerap aspirasi sekaligus mencari solusi bersama.

Tren penurunan Bankeu memang sudah terasa dalam beberapa tahun terakhir. Dari Rp228 miliar pada periode sebelumnya, kini hanya tersisa sekitar Rp85 miliar yang seluruhnya terserap untuk penanganan banjir.

“Tahun depan masih butuh anggaran lanjutan. Karena itu, dialog menjadi penting agar ada solusi yang tidak merugikan daerah,” tegas Wawali Bontang, Agus Haris. (FR)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

Tags: Banjir BontangBantuan KeuanganPemprov Kaltim
Previous Post

Kutim Genjot Akurasi Data, 1.080 Data Belum Ter-input

Next Post

BPK Kaltim Selidiki Kewajaran Laporan Keuangan Pemkab Kutim 2025

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
BPK Kaltim Selidiki Kewajaran Laporan Keuangan Pemkab Kutim 2025

BPK Kaltim Selidiki Kewajaran Laporan Keuangan Pemkab Kutim 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved