• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Rabu, Juli 22, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Banyak Pasien Covid-19 di Balikpapan Gunakan Identitas Orang Lain

Suriadi Said by Suriadi Said
18 Februari 2021 | 07:46
Reading Time: 2 mins read
0
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

PERSOALAN data pasien COVID-19 di Balikpapan, Kalimantan Timur maupun kebijakan guna penanganan COVID-19 masih saja terjadi. Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menyebutkan, beberapa masalah ini biasanya baru diketahui saat berada di lapangan.

Contohnya, ditemukannya pasien yang memiliki tiga alamat berbeda. Rizal menjelaskan, Alamat di KTP pasien tersebut rupanya berbeda dengan tempat tinggalnya dan tempatnya menjalani isolasi. Hal semacam ini yang diakuinya menjadi kendala dan masalah, terutama bagi Satgas Penanganan COVID-19 yang harus melakukan pemetaan wilayah. 

PILIHAN REDAKSI

Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

13 Juli 2026 | 23:21
Hidup Sebatang Kara Usai Di-PHK, Pria Balikpapan Ditemukan Meninggal

Hidup Sebatang Kara Usai Di-PHK, Pria Balikpapan Ditemukan Meninggal

13 Juli 2026 | 14:39

“Misalnya dia di KTP warga Klandasan, tinggal di Kampung Baru, kemudian isolasi di Manggar, ini mempersulit kami dalam pendataan,” kata Rizal, saat jumpa pers pada Senin (15/2) lalu.

Masalah lain menurut Rizal, ada pasien COVID-19 berjenis kelamin wanita yang dinyatakan meninggal dunia. Rupanya yang bersangkutan menggunakan identitas lain ketika masuk rumah sakit.

“Jadi identitas yang dia gunakan ini adalah identitas pemilik rumah sewaan. Jadi saat dinyatakan meninggal dunia, ketua RT setempat mengurus akta kematian. Si pemilik identitas jadi kebingungan. Dia bilang, kenapa dinyatakan meninggal. Ternyata ada pasien yang menggunakan identitas KTP miliknya,” ungkap Rizal.

Ia pun meminta agar masyarakat Kota Balikpapan bisa jujur dalam menyampaikan identitasnya. “Karena di rumah sakit itu tidak mungkin di cek lagi karena kondisinya seperti itu. Makanya bisa saja terkecoh dengan data identitas,” imbuhnya.

Berkaitan dengan persoalan data, Rizal meminta agar masyarakat untuk memperbaiki datanya agar memudahkan pemetaan Satgas COVID-19 terutama dalam pelaksanaan PPKM Mikro. “Maka itu kami mohon agar masyarakat memperbaiki data dan bisa jujur dalam menyampaikan identitas,” kata Rizal Effendi.

Selain persoalan data, baru-baru ini Rizal menerima keluhan sejumlah pihak. Ia membeberkan, sejumlah pelaku usaha mendatanginya. Ada komunitas fasilitas lapangan futsal, komunitas ojek online, kemudian ada yang melayangkan surat juga, yakni dari pedagang tradisional, dan pengelola mal. Intinya semua pihak ini meminta relaksasi.

Menurut Rizal, terkait hal ini, ia meminta pada masyarakat jika diberi kelonggaran jangan malah bablas dan lupa dengan aturan protokol kesehatan. “Padahal kerumunan kami larang,” ungkapnya.

Selain itu, ia melanjutkan, kelonggaran yang diminta oleh beberapa pihak itu akan segera dibahas. Namun pada dasarnya selama ini kelonggaran pun mulai dilakukan. Apalagi saat ini sudah tidak ada larangan bagi para pelaku usaha untuk menjalankan usaha mereka.

Ia meminta, apabila diberikan kelonggaran untuk menghindari kerumunan atau melakukan hal yang bisa berakibat kerumunan. “Nanti kalau ada kelonggaran, kerumunannya menjadi-jadi,” imbuhnya. 

“Kalau ditanya kapan berakhir, kan, orang sedunia juga masih belum tahu kapan berakhirnya. Kebijakan itu, kadang pengetatan, kadang dilonggarkan, kita lihat kondisi di lapangan,” jelasnya. 

Iya mengaku memahami dampak yang dihadapi masyarakat apalagi pelaku usaha. Apalagi yang berkaitan dengan perekonomian, mulai dari pedagang sampai mal. Juga kegiatan olahraga berbayar. 

“Semua memang terdampak dan tidak mudah. Kita coba mana yang bisa kita lakukan. Kalau tidak ada yang bisa diputuskan,” ujarnya.

 

 

[DN]

Tags: BalikpapanCovid-19HeadlineKalimantan Timur
Previous Post

Dua Pegawai Positif Covid-19, Pelayanan KUA Bontang Utara Dialihkan ke Barat

Next Post

Polda Kaltim Sudah Periksa Tiga Saksi

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Polda Kaltim Sudah Periksa Tiga Saksi

Polda Kaltim Sudah Periksa Tiga Saksi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Fakta-Fakta Dugaan Kelalaian Medis di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim yang Berujung Bayi Meninggal

Fakta-Fakta Dugaan Kelalaian Medis di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim yang Berujung Bayi Meninggal

16 Juli 2026 | 08:28
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved