• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Kamis, Juli 23, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Baru Menjabat, Kepala KSOP Bontang Langsung Keker “Pelabuhan Tikus”

Suriadi Said by Suriadi Said
18 Juni 2026 | 21:59
Reading Time: 2 mins read
0
Baru Menjabat, Kepala KSOP Bontang Langsung Keker "Pelabuhan Tikus"

Kepala Kantor KSOP Kelas II Bontang, M Ridha.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

WAJAH Pelabuhan Lok Tuan, Bontang bersiap mengalami perubahan besar di bawah nakhoda baru. Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Bontang, M Ridha, langsung tancap gas memetakan ulang potensi maritim kota ini.

Targetnya menertibkan aktivitas ilegal sekaligus melejitkan daya saing logistik daerah. Namun, pria yang baru menjabat ini membawa satu prinsip tegas yang tidak bisa ditawar.

PILIHAN REDAKSI

Penumpang Sering Tak Terangkut, Rute Tol Laut Bontang-Sulawesi Mulai Dilirik

Penumpang Sering Tak Terangkut, Rute Tol Laut Bontang-Sulawesi Mulai Dilirik

1 Juli 2026 | 17:18
Sembako Masih Mahal, Wawali Bontang Kejar Rute Baru Pelabuhan Lok Tuan-Sulbar

Sembako Masih Mahal, Wawali Bontang Kejar Rute Baru Pelabuhan Lok Tuan-Sulbar

30 Juni 2026 | 19:37

“Pada prinsipnya, kita ingin membangun Bontang bersama-sama. Tapi fondasinya harus jelas, yaitu aturan,” ujar Ridha, Kamis (18/6/2026).

Ridha mengingatkan agar gerak pembangunan tidak menabrak regulasi. Langkah ceroboh hanya akan memicu persoalan hukum baru yang merugikan daerah di masa depan.

Langkah konkret pertama yang masuk dalam radar KSOP Bontang adalah penertiban “jalur tikus”. Keberadaan pelabuhan tidak resmi ini dinilai merugikan karena melangkahi pengawasan otoritas.

Dalam waktu dekat, Ridha akan menggelar koordinasi intensif dengan Pemerintah Kota Bontang. Operasi ini bertujuan menyatukan seluruh aktivitas logistik ke satu gerbang resmi.

Langkah tegas ini diambil bukan tanpa alasan. Penertiban pelabuhan tikus menjadi kunci penting untuk menjamin keselamatan pelayaran sekaligus menutup kebocoran pendapatan daerah.

“Kita ingin semua aktivitas terpusat di pelabuhan resmi. Lebih tertib, lebih aman, dan lebih menguntungkan bagi daerah,” tegas Ridha.

Selain penertiban, Ridha melihat ada peluang besar yang selama ini terlewatkan. Hamparan lahan kosong di sekitar Pelabuhan Lok Tuan Bontang masih belum tersentuh optimal.

Baginya, lahan-lahan tersebut adalah aset strategis yang bisa memperluas kapasitas tampung pelabuhan. Pemanfaatan area ini akan langsung mendongkrak daya saing Bontang di jalur selat Makassar.

KSOP Bontang memastikan siap mengawal penuh seluruh proses legalitas pemanfaatan lahan tersebut. Kepastian hukum menjadi magnet utama untuk menarik minat para investor besar.

“Kalau lahannya tersedia dan bisa dimanfaatkan, kami dukung dari sisi legalitas. Ini penting agar aktivitas logistik memiliki kepastian hukum,” katanya.

Ridha turut memberikan apresiasi terhadap keseriusan Pemerintah Kota Bontang yang terus bersolek membenahi sektor laut. Sinergi yang sudah berjalan baik dari pejabat terdahulu dipastikan tidak akan melambat.

Otoritas kepelabuhanan kini mulai merajut komunikasi yang lebih kuat dengan pemerintah pusat. Tujuannya agar kucuran dana anggaran dan dukungan fasilitas bisa mengalir lebih maksimal ke Bontang.

Gerakan bersama ini diyakini mampu mengubah status Pelabuhan Lok Tuan Bontang. Dari yang semula hanya melayani kebutuhan lokal, menjadi simpul logistik modern yang diperhitungkan di Kaltim.

Jalur pelayaran yang menghubungkan Bontang dengan Samarinda hingga Berau akan menjadi urat nadi baru. Distribusi barang yang lebih cepat di kawasan pesisir ini otomatis bakal menggerakkan ekonomi masyarakat bawah.

“Kalau semua unsur maritim bergerak bersama, saya yakin pelabuhan Bontang bisa naik kelas. Bukan hanya melayani kebutuhan lokal, tapi juga dilirik investor,” teags Ridha. [FR]

 

Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

Tags: KSOP BontangPelabuhan Lok Tuan
Previous Post

Lahan Koperasi Merah Putih di Bontang Sesuai RTRW

Next Post

Kenapa Pertalite di Balikpapan Timur Belum Merata?

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Kenapa Pertalite di Balikpapan Timur Belum Merata?

Kenapa Pertalite di Balikpapan Timur Belum Merata?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

26 Juni 2026 | 21:44
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved