Pranala.co, SAMARINDA — Insiden kebakaran yang melanda Big Mall Samarinda menuai perhatian serius dari kalangan legislatif. Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Abdul Glaz, mendesak manajemen mall segera melakukan evaluasi menyeluruh, khususnya terhadap sistem keamanan dan penanggulangan kebakaran.
Glaz menyoroti tidak berfungsinya sistem pemadam otomatis (sprinkler) saat kejadian. Hal ini dinilai sebagai kelalaian serius yang berpotensi membahayakan nyawa pengunjung dan karyawan.
“Evaluasi total harus dilakukan. Sistem sprinkler harus dipastikan aktif dan bekerja saat darurat. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang,” tegasnya, Senin (23/6/2025).
Menurut Glaz, Big Mall bukan sekadar pusat perbelanjaan. Lebih dari itu, mall terbesar di Samarinda ini telah menjadi bagian dari rutinitas sosial dan ekonomi warga.
“Banyak warga, terutama ibu-ibu, bingung mencari alternatif hiburan setelah mall tutup. Ini bukan cuma soal ekonomi, tapi juga berdampak sosial,” ujarnya.
Ia menyebut keberadaan Big Mall sangat strategis dibanding pusat perbelanjaan lain di Samarinda, termasuk Samarinda Central Plaza (SCP), karena daya jangkaunya yang lebih luas.
“SCP memang ada, tapi Big Mall lebih besar dan lebih lengkap. Ribuan karyawan juga bergantung pada aktivitas di sana,” tambah politisi muda dari dapil Samarinda ini.
Sebagai langkah konkret, Komisi II DPRD Kaltim akan memanggil seluruh manajemen pusat perbelanjaan di Samarinda. Tujuannya untuk memastikan kesiapan masing-masing dalam menghadapi situasi darurat.
“Kami akan undang semua pengelola mall. Kami ingin pastikan sistem mitigasi bencana mereka layak dan siap. Jangan sampai kita kecolongan lagi,” tegas Glaz.
Selain meminta evaluasi sistem keamanan, DPRD Kaltim juga mendorong percepatan pemulihan Big Mall agar segera bisa beroperasi kembali. Namun Glaz menekankan, pemulihan teknis harus dibarengi peningkatan sistem keamanan.
“Memang pemulihan penting. Tapi yang lebih penting adalah memastikan hal ini tidak terjadi lagi,” pungkasnya.
[ADS/ZUHAJI]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami














