Pranala.co, BONTANG — Kota kecil ini, Kota Bontang akan punya monumen raksasa. Bukan sekadar tinggi. Tapi tertinggi di dunia. Namanya Pilar Asoka. Tingginya 25 meter. Mengalahkan pilar serupa di India yang hanya 8 meter.
Pilar ini akan berdiri di kawasan wisata religi yang tengah dibangun di Bontang. Proyeknya sedang dikebut. Ditarget rampung antara Oktober hingga Desember 2025.
“Progres fisik sekarang sudah 37 persen. Pilar Asoka akan selesai bersamaan dengan patung Buddha tidur,” kata Sony Lesmana, Ketua Yayasan Nanasamvara, Rabu (4/6).
Pilar Asoka ini bukan sembarang tugu. Ia dibuat dari batu lava, dipahat penuh detail dan makna. Strukturnya terdiri dari: Pondasi 3 meter; Tiang utama 17 meter; Patung singa 2,5 meter; Roda dharma 3 meter
Di bagian kakinya, akan dipahat relief kisah hidup Siddhartha Gautama, dari masa kecil hingga pencerahan.
“Ini bukan hanya proyek fisik. Kami ingin hadirkan simbol spiritual yang hidup dan langka di dunia,” ujar Sony.
Sony menambahkan, proyek ini bukan hanya untuk umat Buddha. Tapi juga untuk melestarikan nilai-nilai luhur Nusantara, dalam bentuk yang tak biasa—tinggi, kuat, dan penuh makna.
Tak jauh dari pilar, patung Buddha tidur juga dibangun. Ukurannya besar. Materialnya dari aluminium cor—dipilih karena tak bisa berkarat. Atapnya pun dari bahan serupa. Semua diproduksi di Magelang. Lalu dikirim ke Bontang.
“Ini kami rancang untuk bertahan selamanya,” kata I Nyoman Alim Mustafa, seniman asal Bali yang dipercaya memimpin pengerjaan.

Wisata religi ini juga dilengkapi gerbang utama setinggi 6 meter. Ornamen di dalamnya memadukan budaya lokal dengan sentuhan Buddhis.
Di bawah Pilar Asoka, dibangun 11 anak tangga. Setiap anak tangga memiliki narasi simbolis yang menggambarkan nilai-nilai ajaran Buddha.
Setelah pilar dan patung selesai, giliran pagoda setinggi 47 meter yang akan dibangun. Desainnya akan dibuat super istimewa, menggabungkan arsitektur klasik dengan motif khas Nusantara.
Bukan tanpa alasan proyek ini disebut monumental. Ini akan jadi ikon wisata religi baru di Indonesia. “Ini adalah warisan spiritual dan budaya yang akan terus dikenang,” ujar Nyoman. [ZI]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami














