• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Sabtu, Juli 18, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Bontang di Persimpangan: Menata APBD atau Menahan Penurunan TPP ASN

Suriadi Said by Suriadi Said
27 April 2026 | 15:05
Reading Time: 2 mins read
0
Bontang di Persimpangan: Menata APBD atau Menahan Penurunan TPP ASN

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. {Fahrul/Pranala.co]

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

ANCAMAN pemangkasan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) mulai menghantui aparatur sipil negara (ASN) di Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim). Kebijakan pemerintah pusat yang membatasi belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD dinilai berisiko menekan penghasilan ribuan pegawai, bahkan berdampak pada kemampuan mereka membayar cicilan.

Aturan tersebut tertuang dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. Pemerintah daerah diberi waktu hingga 2027 untuk menyesuaikan struktur anggarannya agar tidak lagi didominasi belanja pegawai.

PILIHAN REDAKSI

Korupsi TPP Guru Kukar: Kejati Kaltim Temukan Ribuan Transaksi Janggal, Nilai Kerugian Bisa Lebih Rp9 Miliar Kejati Kaltim Geledah Disdikbud Kukar Terkait Insentif Guru Puluhan Miliar, Sita Dokumen hingga 8 Ponsel

Korupsi TPP Guru Kukar: Kejati Kaltim Temukan Ribuan Transaksi Janggal, Nilai Kerugian Bisa Lebih Rp9 Miliar

9 Juli 2026 | 11:34
Daftar Lengkap 15 Pejabat Pemkot Bontang yang Dilantik Hari Ini

Daftar Lengkap 15 Pejabat Pemkot Bontang yang Dilantik Hari Ini

1 Juli 2026 | 16:51

Namun di Bontang, persoalannya tidak berhenti pada angka. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengakui pihaknya masih mencari celah agar TPP tidak dikategorikan sebagai belanja pegawai.

“Saya masih terus berjuang agar TPP tidak masuk dalam belanja pegawai. Kalau tidak, dampaknya besar sekali bagi pegawai,” ujar Neni, Senin (27/4/2026).

Bagi banyak ASN, TPP bukan sekadar insentif. Komponen ini menjadi penopang utama penghasilan bulanan, bahkan dalam sejumlah kasus nilainya bisa mendekati gaji pokok. Ketika TPP masuk dalam skema belanja pegawai, ruang fiskal daerah langsung tertekan.

Masalahnya, belanja pegawai tidak hanya mencakup TPP. Di dalamnya ada gaji pokok, gaji ke-13, Tunjangan Hari Raya (THR), hingga tambahan satu bulan gaji. Akumulasi komponen ini membuat batas 30 persen cepat tercapai.

Pemkot Bontang telah melakukan simulasi anggaran dengan asumsi APBD berada di kisaran Rp1,5 triliun hingga Rp2 triliun. Hasilnya, jika aturan diterapkan tanpa penyesuaian, TPP berpotensi turun signifikan.

“Kalau kita ikuti penuh, penurunannya jauh sekali. Saya sudah lihat hitungannya dan itu sangat signifikan,” kata Neni.

Dampaknya tidak berhenti pada slip gaji. Banyak ASN yang telah mengikat komitmen kredit dengan perhitungan penghasilan termasuk TPP. Penurunan drastis berisiko memicu masalah finansial yang lebih luas.

“Kalau TPP dipotong drastis, bagaimana mereka membayar kewajiban? Ini yang saya pikirkan. Bisa menimbulkan keresahan,” ujarnya.

Sejumlah daerah lain bahkan telah lebih dulu merasakan tekanan serupa. Ada yang memangkas TPP hingga 65 persen untuk menyesuaikan aturan, menjadi gambaran risiko nyata yang bisa terjadi di Bontang.

Situasi ini mendorong pemerintah kota bersama daerah lain melalui Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) mencari solusi. Salah satu usulan utama adalah mengeluarkan TPP dari kategori belanja pegawai agar ruang fiskal lebih longgar.

Di sisi lain, tekanan APBD Bontang juga datang dari penurunan pendapatan daerah. Kondisi ini membuat ruang manuver semakin sempit di tengah kewajiban menyesuaikan struktur belanja. [FR]

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

Tags: ASN BONTANGTPP ASN
Previous Post

Otonomi Daerah Dipertanyakan, Wali Kota Bontang Soroti Kewenangan Menyusut

Next Post

Gelombang Pensiun ASN Menghantam Kutim, 251 Formasi Baru Diusulkan

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Gelombang Pensiun ASN Menghantam Kutim, 251 Formasi Baru Diusulkan

Gelombang Pensiun ASN Menghantam Kutim, 251 Formasi Baru Diusulkan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved