• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Sabtu, Juli 18, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Bontang Ditetapkan KLB, 30 Petugas Medis Diisolasi 2 Pekan

Suriadi Said by Suriadi Said
24 Maret 2020 | 12:05
Reading Time: 3 mins read
1
Bontang Ditetapkan KLB, 30 Petugas Medis Diisolasi 2 Pekan
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

WALI Kota Bontang Neni Moerniaeni langsung menetapkan status KLB (Kejadian Luar Biasa) untuk wilayahnya, setelah 2 pasien yang dirawat di RSUD Taman Husada Bontang dinyatakan positif terjangkit Virus Corona atau covid-19.

Petugas medis yang jadi Tim Khusus Penanganan Corona wajib dikarantina di rumah sakit. “Karena kita positif (dua pasien terinfeksi Virus Corona), jadi dokter-dokter yang bertugas di RSUD Taman Husada semua dikarantina. Mereka tak boleh gabung dengan keluarga,” kata Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, Senin (23/3/2020) saat jumpa pers.

Para tenaga medis ini dikarantina di salah satu ruangan Lantai 4 Gedung RSUD Taman Husada Bontang. Mereka mulai dari dokter hingga perawat berkontak langsung dengan pasien, belum boleh pulang bertemu keluarga untuk sementara waktu.

PILIHAN REDAKSI

Hari Pertama Sekolah di Bontang, Wali Kota: Guru dan Orangtua Harus Kompak

Hari Pertama Sekolah di Bontang, Wali Kota: Guru dan Orangtua Harus Kompak

13 Juli 2026 | 16:54
Perintah Wali Kota Bontang: Para Ayah, Tolong Antar Anakmu di Hari Pertama Sekolah

Perintah Wali Kota Bontang: Para Ayah, Tolong Antar Anakmu di Hari Pertama Sekolah

11 Juli 2026 | 10:12

Melihat risiko tinggi yang dihadapi tenaga medis, Pemerintah Kota Bontang mengambil kebijakan untuk memberikan insentif kepada tenaga medis yang masuk dalam tim penanganan Virus Corona.

Terpisah, saat dihubungi via telepon, Direktur RSUD Taman Husada dr I Gusti Made Suardika membenarkan hal tersebut. Kata dia, ada 5 dokter dan 25 perawat yang diisolasi mulai Senin (23/3) malam.

Para tenaga medis tersebut diketahui menangani pasien positif corona yang dirawat di RSUD Taman Husada.  “Lima dokter dan 25 perawat kami isolasi mulai malam ini,” ujarnya.

Dia menjelaskan, keputusan isolasi tersebut merupakan inisiatif mereka karena khawatir menularkan corona ke kelurga. Untuk berhubungan dengan kerabat pun kini mereka dibatasi. Para tenaga medis tersebut, hanya bisa berkomunikasi melalui handphone saja selama diisolasi selama 2 minggu. 

“Mereka diisolasi karena inisiatif sendiri dan saran dari manajemen rumah sakit karena khawatir menularkan virus ke keluarga. Selama diisolasi mereka hanya diperbolehkan komunikasi via telpon ” pungkasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan secepatnya akan mengirim hasil swep (uji Lendir) ke Jakarta. hal itu dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan para tenaga medis tersebut.  “Secepatnya akan kami kirimkan uji swepnya untuk mengetahui kondisi para tenaga medis kami,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pemkot Bontang resmi merilis jumlah pasien positif virus korona. Per Senin (23/3/2020). dua pasien dinyatakan positif terjangkit Covid-19 dan dirawat di RSUD Taman Husada Bontang. Rinciannya, satu pasien merupakan warga Kutai Timur, sedangkan satu pasien merupakan warga Bontang.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni dalam konferensi pers menjelaskan, mengakui, jika ada tambahan dua pasien RSUD Taman Husada Bontang yang dinyatakan positif mengidap virus corona. Saat ini, kedua pasien itu telah berada dalam penangganan tim medis dan dokter di Kota Bontang.

“Masing-masing berasal dari Kota Bontang dan Kutai Timur (Kutim). Keduanya saat ini menjalani masa isolasi di RSUD Taman Husada Bontang,” jelasnya kepada awak media, Senin (23/3/2020).

Satu pasien positif yang diumumkan hari ini punya riwayat kontak dengan komisioner KPU Kutai Kartanegara yang sudah lebih dulu dinyatakan positif dan dirawat di RSU Parikesit di Kukar. Pasien ini dalam keadaan baik bahkan tidak menunjukkan gejala-gejala terinfeksi Corona.

Belakangan diketahui warga Bontang yang positif corona berjenis kelamin perempuan, dengan usia 27 tahun. Ia diduga terjangkit covid-19 saat melakukan pertemuan acara KPU di Hotel JM, Jakarta, 9-11 Maret 2020. Pada saat acara di KPU dia duduk 1 meja dengan pasien positif dari Kukar.

Sebelum ditetapkan sebagai ODP oleh Tim Surveilans, kemudian dirawat inap di RSUD Bontang, pasien beraktivitas seperti biasa. Diketahui, sejak 13 Maret 2020 maret sampai dengan 20 Maret 2020 beraktifitas seperti biasa. Bekerja dan lain-lain. Ada sekitar sepekan warga Bontang yang positif covid-19 beraktifitas seperti biasa.

Namun, sesuai prosedur, pasien tersebut diisolasi di Rumah Sakit Daerah Bontang. Yang bersangkutan saat melakukan kegiatan di Jakarta duduk satu meja dengan korban positif COVID-19 dan pulang dari Balikpapan juga satu mobil menuju ke Samarinda. Korban positif turun di Samarinda sementara korban yang positif saat ini langsung menuju ke Bontang.

Pemkot Bontang pun bergerak cepat. Neni mengaku pihaknya langsung melakukan desinfeksi prioritas di tempat pelayanan publik dan tempat umum. Namun segera dilakukan desinfeksi di tempat yang terindikasi disinggahi pasien konfirmasi positif.

“Secara internal kami terus melakukan pemetaan sasaran, inventarisasi logistik, kemudian secepatnya koordinasi dengan pihak terkait,” tambah Neni.

Sementara itu, satu korban positif lainnya adalah warga Kutai Timur, yang masuk klaster Sinode Bogor. Pasien ini memiliki riwayat kontak dengan pasien yang dinyatakan positif setelah melakukan kegiatan keagamaan di Bogor beberapa waktu lalu.

Berikut Riwayat Pasien positif Corona Klaster KPU

-9 Maret 2020 mengikuti pertemuan di hotel General Manager Yang berada di Jakarta ( Daerah epidemic Corona)

– 12 Maret 2020 Pasien tersebut Kembali ke Bontang menggunakan Pesawat Batik Air dan mendarat di  Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan. 

– 13 Maret beraktifitas biasa, seperti bekerja,  bersosialisasi dengan keluarga dan lingkungan sekitar.

– 20 Maret dilakukan pelacakan  dengan penyedilidikan epidiemologi dan mendapati pasien mengalami gejala corona. 

– 20 maret  Dirawat di RSUD Taman Husada Bontang dengan Status Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

– 23 Maret dinyatakan positif corona.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Via: Junaidi
Tags: CoronaCovid-19Neni MoerniaeniRSUD BONTANGWali Kota Bontang
Previous Post

Wartawan Bontang Wajib Patuhi Prosedur Kesehatan saat Liput Covid-19

Next Post

Bontang Tetapkan KLB, Ini Strategi Pemkot Tangani Corona

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Bontang Tetapkan KLB, Ini Strategi Pemkot Tangani Corona

Bontang Tetapkan KLB, Ini Strategi Pemkot Tangani Corona

Comments 1

  1. Ping-balik: Dua Positif Corona Dirawat di Bontang; 1 Klaster KPU, 1 Klaster Bogor – Pranala.Co

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved