• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Minggu, Juli 19, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Bontang Tak Termasuk Daerah Rawan Bencana Geologi

Suriadi Said by Suriadi Said
15 September 2021 | 22:52
Reading Time: 1 min read
0
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

pranala.co – Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) tidak termasuk daerah rawan bencana geologi, karena di Kaltim tidak ada gunung berapi, tsunami, dan tidak rawan gempa bumi. Dari itu, Pemprov Kaltim tidak membuat peta rawan bencana geologi.

Menurut Kepala BPBD Bontang, Ahmad Yani, kewenangan dan lembaga teknis menetapkan suatu daerah rawan bencana geologi berada di Badan Geologi Kementerian ESDM. Lembaga tersebut tak memasukkan Kaltim rawan bencana.

PILIHAN REDAKSI

Coolbox Gabus jadi Penyelamat, ABK Selamat dari Badai Laut Bontang

Coolbox Gabus jadi Penyelamat, ABK Selamat dari Badai Laut Bontang

9 Januari 2026 | 09:58
Kesiapsiagaan Wajib sejak Dini, Siswa Bontang Dilatih Siaga Bencana

Kesiapsiagaan Wajib sejak Dini, Siswa Bontang Dilatih Siaga Bencana

11 Desember 2025 | 17:16

“Itu artinya secara teknis, memang Kaltim tidak masuk daerah rawan bencana, itu pula yang jadi faktor Pemerintah Pusat memindahkan ibu kota negara ke Kaltim,” ujarnya.

Diterangkan, memang ada beberapa wilayah di Kaltim, sesekali merasakan gempa, misalnya Kabupaten Paser dan daerah pesisir Kutai Timur, seperti Sangkulirang, tapi hanya terdampak dari patahan di selat Makassar.

“Kaltim dan Bontang khususnya hanya terdampak, tapi bukan pusat gempa,” ujar Yani.

Dia menambahkan, terkait dengan geologi, Dinas ESDM, sesuai kewenangan yang ada sekarang ini hanya mengawasi penggunaan air bawah tanah, yang saat ini digunakan masyarakat umum di Kota Bontang untuk kepentingan industri.

“Pengguna air bawah tanah di Bontang, sumur air bawah tanah sedikit tapi volume air yang dipakai cukup tinggi, karena dipakai untuk kepentingan industri,” katanya.

Kewajiban pengguna air bawah tanah adalah mencatat volume air setiap bulannya dan setiap enam bulan menyampaikan laporan ke Dinas ESDM Kaltim.

Berdasarkan pengawasan, jumlah air bawah yang dipakai masih dalam batas toleransi, tidak membahayakan, sebab perbandingan antara luas ruang terbuka untuk menyerap air hujan masih lebih besar dibandingkan air tanah yang dipakai. [ADS]

Tags: Bencana GeologiBPBD Bontang
Previous Post

Tetap Patuhi Prokes! Pandemi Covid-19 di Kaltim Fluktuatif

Next Post

Premanisme di Kukar Marak, Kapal Lewat Pun Dipalak

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Premanisme di Kukar Marak, Kapal Lewat Pun Dipalak

Premanisme di Kukar Marak, Kapal Lewat Pun Dipalak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved