• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Sabtu, Juli 18, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Dampak Belajar Jarak Jauh, Banyak Siswa SMP-SMA Pilih Menikah

Suriadi Said by Suriadi Said
23 Agustus 2020 | 18:31
Reading Time: 3 mins read
0
Dampak Belajar Jarak Jauh, Banyak Siswa SMP-SMA Pilih Menikah
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

PEMBELAJARAN jarak jauh (PJJ) diduga berkaitan dengan tren pernikahan bawah umur di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Selama PJJ yang dimulai sejak Maret 2020, sebanyak delapan pernikahan dini dialami pelajar di wilayah ini. Lima di antaranya adalah siswa dari sekolah yang sama, SMP Negeri 5 Selong. Rata-rata pengantin baru ini masih berusia 13-14 tahun.

“Ini sangat mengejutkan bagi kami karena banyak siswa kami yang menikah. Analisis kami ini ada kaitannya dengan pandemi Covid-19 walaupun memang sebelum pandemi juga ada siswa yang menikah dini. Anak-anak justru mainin hape untuk chatting–chatting,” ujar Kepala Sekolah SMPN 5 Selong Sri Pancarina M., Rabu (19/8), kepada iNews.

PILIHAN REDAKSI

Bukan Sekadar Salah Pergaulan, Ini Akar Masalah Kehamilan Dini yang Hantui Remaja Bontang Anak-Anak Ramai Ikut “Sujud Freestyle”, UPT PPA Bontang Ingatkan Jangan Menghakimi Stigma Bisa Hambat Pengungkapan Kasus Kekerasan Seksual Anak di Bontang

Bukan Sekadar Salah Pergaulan, Ini Akar Masalah Kehamilan Dini yang Hantui Remaja Bontang

2 Juni 2026 | 17:46
Wali Kota Bontang Akui Kasus Kehamilan Remaja Ada, Tapi Sengaja Tak Diekspos

Wali Kota Bontang Akui Kasus Kehamilan Remaja Ada, Tapi Sengaja Tak Diekspos

2 Juni 2026 | 14:10

Jumlah pernikahan dini di Lombok Timur bisa lebih banyak dari data resmi, karena di satu madrasah aliyah saja, ada empat siswa yang menikah dini selama pandemi. Hal ini diungkapkan oleh kepala sekolah MA tersebut yang tak mau disebut namanya.

“Jujur saja, selama libur ini berbagai persoalan yang muncul di kami, terutama banyaknya siswa yang menikah,” ucap si kepala MA kepada Radar Lombok, Senin (10/8).

Kecenderungan serupa juga berlaku di kabupaten tetangga, Lombok Utara: 40 siswa SMA menikah sepanjang PJJ yang belum diketahui kapan akan berakhir. Masih menurut kepala MA tadi, fenomena ini terjadi di banyak sekolah, namun biasanya ditutupi. Ia mensinyalir, pernikahan dini marak karena anak tak diawasi orang tua yang sibuk bekerja.

Apakah angka pernikahan dini naik selama pandemi? Apakah pernikahan dini selama pandemic terjadi karena pergaulan anak-anak kebablasan? Untuk menjawabnya, mari beralih ke Jawa. Di Jawa Tengah, pengadilan agama sejumlah kabupaten telah mengekspose data dispensasi umur untuk menikah. Datanya naik ekstrem, dari tiga sampai enam kali lipat.

Tapi penyebabnya adalah batas usia minimal pernikahan yang dinaikkan sejak tahun lalu. Jika menengok di Batu, Jawa Timur, walau separuh tahun 2020 sudah menyumbang 52 siswa putus sekolah dengan salah satu sebab adalah pernikahan dini, namun dari tahun ke tahun kejadian putus sekolah karena menikah memang selalu terjadi.

Laporan sementara United Nations Populations Fund, yang dirilis April lalu juga tidak menghubungkan langsung pandemi dengan pernikahan dini. Lembaga di bawah naungan PBB ini memang memprediksi pandemi Covid-19 akan menaikkan angka pernikahan dini di seluruh dunia menjadi 13 juta pernikahan pada 2030 nanti. Akan tetapi ini karena pandemi mengganggu usaha-usaha kampanye menghentikan tren pernikahan dini.

Ketimbang merujuk masalah pergaulan bebas, pernikahan dini lebih berkorelasi dengan tingkat ekonomi. Menurut dosen FH Unpad Sonny Dewi Judiasih dalam webinar tentang dispensasi nikah selama pandemi, pernikahan dini lebih sering terjadi pada perempuan miskin berpendidikan rendah di pedesaan.

“Para pekerja yang juga orang tua tersebut sering kali mengambil alternatif jalan pintas dengan menikahkan anaknya pada usia dini karena dianggap dapat meringankan beban keluarga,” terang Susilowati Suparto, sesama dosen FH Unpad yang juga jadi pembicara di acara tersebut. Dengan latar demikian, situasi ekonomi yang memburuk karena pandemi lebih berkorelasi mendorong angka kawin dini terus melesat ketimbang pergaulan bebas.

Pernikahan dini adalah masalah menahun di Indonesia. Sebanyak 300 ribu pernikahan dini terjadi setiap tahun, menempatkan Indonesia di peringkat ke-2 negara dengan pernikahan dini terbanyak di Asia Tenggara.

Menurut Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, pernikahan dini di Indonesia bahkan sudah setara bencana nasional. Seperti lingkaran setan, dari sudut pandang ekonomi, pernikahan dini kerap terjadi karena kemiskinan yang berpotensi melahirkan kemiskinan baru.

“Anak perempuan setelah hamil dan melahirkan akan malu untuk bersekolah. Maka putus sekolah akan terjadi. Jika mereka dari keluarga miskin, maka akan muncul kemiskinan baru karena mereka belum memiliki pekerjaan untuk menghidupi diri,” ungkap Kepala Pusat Studi Gender dan Anak Jawa Tengah Indra Kertati.

 

 

(Vice)

Tags: Belajar di RumahNew normalPernikahan Dini
Previous Post

Aktivis di Samarinda Diduga Positif Covid-19 Uji Swab Tandingan, Ini Hasilnya

Next Post

Ngobrol Bareng Sutradara Film ‘Tilik’ yang Membuat Netizen Murka Pada Sosok Bu Tejo

BACA JUGA

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gugatan Rp27 Miliar Berlanjut, Eks Wali Kota Bontang Belum Hadiri Mediasi di PN Bontang

Gugatan Rp27 Miliar Berlanjut, Eks Wali Kota Bontang Belum Hadiri Mediasi di PN Bontang

13 Juli 2026 | 22:26
Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

13 Juli 2026 | 22:04
Kuota Umrah Gratis Kaltim Anjlok Drastis, Kini Tinggal 14 Orang Konflik Iran–Israel Memanas, Kemenhaj Kaltim Imbau Calon Jemaah Tunda Umrah 4.149 Marbot di Kaltim Masuk Daftar Penerima Umrah Gratis, Anggaran Tembus Rp33 Miliar Daftar Nama Marbot dan Penjaga Rumah Ibadah di Kutim yang Diberangkatkan Umrah dan Perjalanan Religi Arab Saudi Ultimatum Jemaah Umrah: Pulang sebelum 29 April atau Penjara Bus Jemaah Umrah WNI Kecelakaan di Arab Saudi, 6 Orang Meninggal Dunia

Kuota Umrah Gratis Kaltim Anjlok Drastis, Kini Tinggal 14 Orang

13 Juli 2026 | 21:22
Mahyunadi Ingatkan Kades di Kutim Tak Terlalu Dekat dengan Perusahaan

Mahyunadi Ingatkan Kades di Kutim Tak Terlalu Dekat dengan Perusahaan

13 Juli 2026 | 21:07
Next Post
Ngobrol Bareng Sutradara Film ‘Tilik’ yang Membuat Netizen Murka Pada Sosok Bu Tejo

Ngobrol Bareng Sutradara Film 'Tilik' yang Membuat Netizen Murka Pada Sosok Bu Tejo

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Modal Gunting Besi, Pria di Kutim Gasak 18 Tabung Gas Melon

Modal Gunting Besi, Pria di Kutim Gasak 18 Tabung Gas Melon

11 Juli 2026 | 21:45
Wali Kota Bontang Tantang 132 Mahasiswa KKN Unmul: Jangan Cuma Cat Gapura!

Wali Kota Bontang Tantang 132 Mahasiswa KKN Unmul: Jangan Cuma Cat Gapura!

13 Juli 2026 | 13:59
Cekcok di Kafe Sambaliung Berujung Penikaman, Pelaku Dikepung Polres Berau di Atas Kapal

Cekcok di Kafe Sambaliung Berujung Penikaman, Pelaku Dikepung Polres Berau di Atas Kapal

13 Juli 2026 | 12:38

Terbaru

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

13 Juli 2026 | 23:44
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

13 Juli 2026 | 23:21
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved