• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Sabtu, Juli 18, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Bukan Sekadar Salah Pergaulan, Ini Akar Masalah Kehamilan Dini yang Hantui Remaja Bontang

Suriadi Said by Suriadi Said
2 Juni 2026 | 17:46
Reading Time: 2 mins read
0
Bukan Sekadar Salah Pergaulan, Ini Akar Masalah Kehamilan Dini yang Hantui Remaja Bontang Anak-Anak Ramai Ikut “Sujud Freestyle”, UPT PPA Bontang Ingatkan Jangan Menghakimi Stigma Bisa Hambat Pengungkapan Kasus Kekerasan Seksual Anak di Bontang

Kepala UPT PPA DP3AKB Bontang, Sukmawati

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

DI BALIK deru mesin industri dan geliat pembangunan kota yang kian pesat, Bontang ternyata menyimpan luka yang dalam dan sunyi. Sebuah fenomena memprihatinkan perlahan mencuat ke permukaan: tingginya kasus kehamilan dan persalinan di usia remaja.

Kasus-kasus ini nyata, terjadi di gang-gang sempit hingga perumahan warga, namun suaranya seringkali diredam oleh dinding-dinding malu. Selama ini, penanganannya dilakukan dalam senyap, bukan karena abai, melainkan demi melindungi mental sang anak dari hantaman stigma sosial.

PILIHAN REDAKSI

Wali Kota Bontang Akui Kasus Kehamilan Remaja Ada, Tapi Sengaja Tak Diekspos

Wali Kota Bontang Akui Kasus Kehamilan Remaja Ada, Tapi Sengaja Tak Diekspos

2 Juni 2026 | 14:10
Miris, Dokter di Bontang Tangani 3 Remaja Belasan Tahun Melahirkan Kurun 2 Minggu

Miris, Dokter di Bontang Tangani 3 Remaja Belasan Tahun Melahirkan Kurun 2 Minggu

2 Juni 2026 | 08:22

Kepala Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) Bontang, Sukmawati, tidak bisa menyembunyikan rasa prihatinnya. Baginya, fenomena ini bukan sekadar angka statistik, melainkan sinyal darurat bagi kondisi sosial remaja di Kota Taman.

“Kami sangat miris. Anak-anak yang seharusnya tumbuh kuat, fokus belajar, dan mengejar mimpi, justru harus memikul beban hidup yang terlalu besar di usia yang masih sangat mentah,” ujar Sukmawati dengan nada getir saat dihubungi, Selasa (2/6/2026).

Kehamilan dini, menurut Sukmawati, tidak bisa hanya dipandang sebagai kesalahan individu sang anak. Ada benang kusut yang saling berkelindan di belakangnya. Mulai dari edukasi kesehatan reproduksi yang masih dianggap tabu, lemahnya kontrol lingkungan, hingga hambar atau dinginnya komunikasi di dalam rumah.

“Keluarga adalah benteng pertama. Jika komunikasi di rumah macet, anak akan mencari ‘kenyamanan’ di luar yang belum tentu aman bagi mereka,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa penanganan masalah ini tidak bisa dilakukan secara parsial. Pemerintah, pihak sekolah, hingga masyarakat harus berada di frekuensi yang sama. Program penanganan harus masif dan benar-benar berpihak pada kepentingan terbaik anak, bukan sekadar menggugurkan kewajiban administratif.

Bagi para korban, harapan belum sepenuhnya padam. Berdasarkan Permen PPPA Nomor 2 Tahun 2022, UPT PPA memiliki kewenangan penuh untuk melakukan pendampingan komprehensif. Mulai dari sisi hukum, psikis, hingga memastikan hak pendidikan korban tidak terputus.

Sukmawati menjamin, pihaknya akan hadir di garda terdepan asalkan kasus tersebut dilaporkan. “Selama terlaporkan, kami pasti hadir. Kami tidak akan membiarkan anak-anak ini berjuang sendirian,” tegasnya.

Bahkan, UPT PPA siap masuk ke lingkungan sekolah jika ada siswi yang terancam dikeluarkan atau mendapatkan diskriminasi akibat kondisinya. Pendampingan ini krusial agar korban tetap bisa mengecap bangku pendidikan dan memiliki harapan hidup yang lebih baik di masa depan.

Di akhir perbincangan, Sukmawati menitipkan pesan mendalam bagi seluruh warga Bontang. Ia meminta masyarakat untuk berhenti memandang kasus ini hanya sebagai “aib” yang harus dikucilkan.

“Ini bukan soal satu atau dua anak saja, tapi tentang masa depan generasi kita. Edukasi dan keberanian untuk melapor adalah kunci. Jangan biarkan masa depan mereka mati sebelum berkembang,” tegas dia. [FR]

 

Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

Tags: Pernikahan AnakPernikahan Dini
Previous Post

Balikpapan Perangi Bansos Salah Sasaran, Wali Kota: Jangan Orang Kaya Disubsidi!

Next Post

Baru 2 Kali Luluskan Siswa, SMA KPS Balikpapan Resmi Sandang Gelar SMA Unggul Garuda

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Baru 2 Kali Luluskan Siswa, SMA KPS Balikpapan Resmi Sandang Gelar SMA Unggul Garuda

Baru 2 Kali Luluskan Siswa, SMA KPS Balikpapan Resmi Sandang Gelar SMA Unggul Garuda

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved