• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Kamis, Juli 23, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Suara

Dari Kaliorang dan Sangatta Kutim, Mereka Mengetuk Panggung Nasional

Suriadi Said by Suriadi Said
19 April 2026 | 18:29
Reading Time: 2 mins read
0
Dari Kaliorang dan Sangatta Kutim, Mereka Mengetuk Panggung Nasional

Halomoan Arka Zora Panjaitan dari SMA Negeri 2 Sangatta Utara (kiri) dan Zevanya Yiska Merlyni Wowor dari SMA Negeri 1 Kaliorang (kanan) perwakilan Kaltim dalam ajang Putra Putri Pelajar Indonesia 2026.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Tidak semua mimpi lahir di kota besar. Di Kaliorang dan Sangatta, dua pelajar menapaki jalan panjang—pelan, sunyi, tapi pasti—hingga akhirnya sampai di panggung nasional.

PETA mungkin menandai Kaliorang dan Sangatta hanya sebagai titik kecil di Kalimantan Timur (Kaltim). Jauh dari hiruk-pikuk ibu kota. Jauh dari pusat perhatian.

PILIHAN REDAKSI

Lulusan SMP Kutim Dipastikan Tertampung, Kursi SMA dan SMK Masih Berlebih

Lulusan SMP Kutim Dipastikan Tertampung, Kursi SMA dan SMK Masih Berlebih

15 Juli 2026 | 18:13
Sabar Pakai Banget! Seragam Gratis di Kutim Baru Proses Lelang

Sabar Pakai Banget! Seragam Gratis di Kutim Baru Proses Lelang

13 Juli 2026 | 17:40

Tapi dari titik kecil itulah, dua nama kini bergerak ke panggung yang lebih besar.

Zevanya Yiska Merlyni Wowor.
Halomoan Arka Zora Panjaitan.

Mereka bukan datang dari ruang kosong. Mereka datang dari proses yang panjang. Dari hari-hari yang diisi belajar, berlatih, juga jatuh—lalu bangkit lagi.

Zevanya tumbuh dengan satu keyakinan sederhana: pelajar tidak boleh berhenti pada angka. Nilai rapor penting, tapi bukan segalanya.

Ia membuktikannya.

Juara dua Olimpiade Sains Nasional bidang Biologi. Medali perak Olimpiade Sejarah. Deretan prestasi itu seperti anak tangga—yang satu demi satu ia naiki.

Tapi Zevanya tidak berhenti di podium.

Ia memilih turun. Mendekat ke pelajar lain.

Saat dipercaya menjadi Ketua Umum Forum OSIS Nasional 2025, ia tidak sekadar menjalankan jabatan. Ia menciptakan ruang. Ia menamainya “Zevolution”.

Sebuah gerakan kecil. Tentang percaya diri. Tentang keberanian menjadi diri sendiri.

“Saya ingin pelajar tidak hanya pintar, tapi juga punya nilai diri,” katanya.

Kalimat itu sederhana. Tapi di baliknya, ada kegelisahan yang tidak semua orang lihat.

Tentang pelajar yang merasa kecil. Tentang potensi yang sering tidak berani muncul.

Di sisi lain, Halomoan berjalan dengan ritme berbeda.

Ia tidak banyak bicara tentang angka. Ia berbicara lewat karya. Lewat aksi.

Film pendek yang ia buat membawanya ke juara tiga tingkat nasional. Di Jumbara 2023, ia berdiri sebagai yang terbaik dalam kepemimpinan.

Ia pernah berdiri tegak sebagai anggota Paskibraka Provinsi Kalimantan Timur 2024. Sebuah posisi yang tidak hanya membutuhkan disiplin, tapi juga integritas.

Namun yang paling ia bawa bukan trofi.

Ia membawa kegelisahan.

Tentang perundungan. Tentang pelajar yang diam, tapi terluka.

“Bullying masih terjadi. Dan itu nyata,” ujarnya pelan.

Kalimat itu tidak keras. Tapi cukup untuk membuat orang berhenti sejenak.

Kini, jalan Zevanya dan Halomoan bertemu di satu titik: Pemilihan Putra Putri Pelajar Indonesia 2026 tingkat nasional.

Mereka akan berangkat. Membawa nama Kalimantan Timur.

Tapi lebih dari itu, mereka membawa sesuatu yang tidak terlihat.

Zevanya membawa keyakinan bahwa pelajar harus berani tumbuh.
Halomoan membawa pesan bahwa pelajar harus saling menjaga.

Sebelum panggung itu benar-benar mereka pijak, masih ada proses yang harus dilalui. Pembinaan. Latihan. Penguatan diri.

Tidak ada jalan pintas.

Mungkin, bagi sebagian orang, ini hanya kompetisi.

Tapi bagi mereka, ini perjalanan.

Perjalanan dari ruang kelas sederhana, menuju ruang yang lebih luas. Dari suara kecil, menuju suara yang ingin didengar.

Kaliorang dan Sangatta mungkin tetap sunyi.
Tapi dari sana, dua suara kini sedang mengetuk panggung nasional.

Dan kadang, perubahan memang selalu dimulai dari tempat yang tidak banyak orang lihat. [HAF]

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

Tags: PelajarPelajar Kutai Timur
Previous Post

Aksi 21 April di Samarinda, Berikut Rekayasa Lalu Lintas Polisi

Next Post

Bebasnya Misran Toni Buka Tanda Tanya Kasus Muara Kate

BACA JUGA

Cerita Luthfy Azka Nararya, Siswa Bontang Menembus Garis Takdir Paskibraka di Istana Negara

Cerita Luthfy Azka Nararya, Siswa Bontang Menembus Garis Takdir Paskibraka di Istana Negara

29 Juni 2026 | 09:11
OPINI: Hak Angket Kaltim di Persimpangan, Antara Transparansi Publik dan Kalkulasi Politik

OPINI: Hak Angket Kaltim di Persimpangan, Antara Transparansi Publik dan Kalkulasi Politik

17 Juni 2026 | 11:22
Jemaah Haji Bontang Saksikan Pergantian Kiswah Kakbah di Awal Tahun Baru Hijriah

Jemaah Haji Bontang Saksikan Pergantian Kiswah Kakbah di Awal Tahun Baru Hijriah

16 Juni 2026 | 15:21
Revita Pratiwi, Perempuan di Balik Distribusi Pupuk Nasional dan Prestasi MB Pupuk Kaltim

Revita Pratiwi, Perempuan di Balik Distribusi Pupuk Nasional dan Prestasi MB Pupuk Kaltim

14 Juni 2026 | 00:39
Lewat Gantungan Kunci, Pemuda Kutim jadi Duta Literasi Keuangan OJK Kaltim-Kaltara 2026

Lewat Gantungan Kunci, Pemuda Kutim jadi Duta Literasi Keuangan OJK Kaltim-Kaltara 2026

9 Juni 2026 | 17:01
Dari Pulau Kecil di Pangkep, Nur Aulia Tembus Forum Internasional Tiga Negara

Dari Pulau Kecil di Pangkep, Nur Aulia Tembus Forum Internasional Tiga Negara

18 Mei 2026 | 09:01
Next Post
Bebasnya Misran Toni Buka Tanda Tanya Kasus Muara Kate

Bebasnya Misran Toni Buka Tanda Tanya Kasus Muara Kate

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

26 Juni 2026 | 21:44
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved