• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Selasa, Juli 21, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Dari Sampah jadi Berkah: Komunitas Odah Etam Kutim Rintis Ekonomi Sirkular Berbasis Plastik

Suriadi Said by Suriadi Said
29 Maret 2026 | 12:07
Reading Time: 2 mins read
0
Dari Sampah jadi Berkah: Komunitas Odah Etam Kutim Rintis Ekonomi Sirkular Berbasis Plastik

Foto Pemkab Kutim.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

SANGATTA, Pranala.co — Langkah kecil sering kali menjadi awal perubahan besar. Di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim), sekelompok anak muda membuktikan teori tersebut lewat komunitas Odah Etam. Mereka tak hanya peduli lingkungan, tetapi juga merintis model ekonomi baru dari barang yang selama ini dianggap tak berguna: sampah plastik.

Odah Etam, yang berdiri sejak 2023, kini memfokuskan diri pada pengelolaan limbah plastik sebagai sektor utama. Komitmen ini diambil sejak awal 2025, setelah melihat data mengkhawatirkan soal sampah nasional.

PILIHAN REDAKSI

Mahyunadi Ingatkan Kades di Kutim Tak Terlalu Dekat dengan Perusahaan

Mahyunadi Ingatkan Kades di Kutim Tak Terlalu Dekat dengan Perusahaan

13 Juli 2026 | 21:07
Direksi Bankaltimtara Tak Diperpanjang, Wajib Ikut Seleksi Ulang sesuai POJK Dari Bank DKI ke Bankaltimtara, Ini Rekam Jejak Romy Wijayanto yang Dipilih Jadi Dirut Kinerja Turun dan Terseret Kasus, Alasan Dirut Bankaltimtara Diganti

Direksi Bankaltimtara Tak Diperpanjang, Wajib Ikut Seleksi Ulang sesuai POJK

11 Juli 2026 | 20:46

Data World Population Review 2021 menempatkan Indonesia di peringkat delapan negara penghasil sampah terbanyak dunia. Lebih parah lagi, menurut Sustainable Waste Indonesia, dari 12,87 juta ton sampah plastik pada 2023, hanya tujuh persen yang dikelola dengan baik. Sisanya? Mencemari tanah, air, dan udara kita.

Sepuluh penggerak Odah Etam menginjakkan kaki di ruang kerja Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, Kamis (26/3/2026). Mereka membawa rencana besar: studi banding ke Rumah Plastik Mandiri, Buleleng, Bali, bersama PT Kaltim Prima Coal (KPC).

Tujuannya mempelajari seluruh rantai nilai pengolahan plastik, mulai pengumpulan, pemilahan, pengolahan jadi biji plastik, hingga produksi dan pemasaran.

Namun Bupati Ardiansyah menyambut dengan nada realistis sekaligus penuh harap. “Jangan sampai ketika bantuan itu tidak ada lagi, kegiatan ini ikut berhenti. Harus bisa mandiri dan berkelanjutan,” pesannya tegas.

Pesan tersebut bukan tanpa alasan. Banyak gerakan lingkungan yang gugur di tengah jalan karena bergantung pada donor. Odah Etam diminta membangun model bisnis yang bisa berdiri sendiri.

Yang menarik, Bupati Ardiansyah tak sekadar mendukung. Ia memberi arahan strategis: jangan hanya produksi furnitur atau bahan bangunan seperti genteng dan batako dari plastik. Ia menyarankan pengembangan material kerajinan manik-manik untuk masyarakat Dayak.

“Manik-manik Dayak punya nilai jual tinggi dan pasar yang jelas. Ini bisa jadi diferensiasi produk Odah Etam sekaligus melestarikan budaya lokal,” ujarnya.

Kolaborasi juga harus diperkuat, tak hanya dengan komunitas peduli sampah, tetapi hingga tingkat rukun tetangga (RT). Pengumpulan dan pemilahan dari rumah ke rumah menjadi kunci terciptanya sistem yang efisien.

Superintendent Local Business Development PT KPC, Faizal, menyambut positif inisiatif ini. “Kami melihat ini sebagai gerakan yang baik. Walaupun baru mulai, ini punya potensi besar jika dikelola dengan konsisten dan serius,” katanya.

Founder Odah Etam, Ibnu Mahaddhir, mengungkapkan visi sederhana komunitasnya: “Tujuan kami sederhana, bagaimana sampah ini bisa jadi sesuatu yang berguna dan bisa bantu ekonomi teman-teman juga.”

Kini Odah Etam mulai menjaring bahan baku dari sekolah, bengkel motor dan mobil, kafe, hingga lingkungan RT di Sangatta. Edukasi pemilahan dari rumah menjadi fondasi yang terus digenjot.

Dengan memadukan kepedulian lingkungan, peluang ekonomi, dan nilai budaya Dayak, Odah Etam berharap semakin banyak anak muda Kutim yang ikut terlibat. Karena di tangan mereka, sampah bukan lagi akhir—melainkan awal dari sesuatu yang lebih baik. (RIL/RED)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

Tags: Pemkab KutimPengelolaan Sampah
Previous Post

Pelantikan DPD K3B Bontang, Wali Kota Neni Ingatkan Bahaya Krisis Moral di Era Digital

Next Post

Rahasia Bontang Bangun Rumah Layak Huni meski APBD Turun

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Rahasia Bontang Bangun Rumah Layak Huni meski APBD Turun

Rahasia Bontang Bangun Rumah Layak Huni meski APBD Turun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved