• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Senin, Juli 20, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Dijanjikan Rp15 Juta oleh Emon, Dua Pelajar SMK di Bontang jadi Kurir Sabu

Suriadi Said by Suriadi Said
26 Mei 2026 | 19:56
Reading Time: 2 mins read
0
Dijanjikan Rp15 Juta oleh Emon, Dua Pelajar SMK di Bontang jadi Kurir Sabu

Kapolres Bontang, Widho Anriono menunjukan barang bukti saat konferensi pers, Selasa (26/5/2026)

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

MASA depan dua pelajar SMK di Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) berubah drastis hanya dalam hitungan bulan. Dari yang awalnya sekadar mencoba narkoba karena lingkungan pergaulan, keduanya kini harus berhadapan dengan proses hukum setelah tertangkap membawa sabu.

Yang membuat kasus ini terasa menyesakkan, mereka bukan semata pelaku. Polisi menyebut dua remaja itu juga korban dari lingkaran pertemanan yang perlahan menyeret mereka masuk ke jaringan narkotika.

PILIHAN REDAKSI

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Belum Puas di Penjara, Mantan Napi Kasus Sabu di Bontang Kembali Diciduk

Belum Puas di Penjara, Mantan Napi Kasus Sabu di Bontang Kembali Diciduk

16 Juli 2026 | 14:23

Kapolres Bontang, Widho Anriono, mengungkapkan keduanya pertama kali terlibat sebagai pengguna. Pergaulan yang dipenuhi sesama pemakai membuat mereka makin dekat dengan jaringan pengedar.

“Awalnya mereka pemakai. Karena lingkungan pertemanannya juga pengguna, kemudian ditawari menjadi kurir,” ujar Widho didampingi Kasat Reskoba Iptu Larto, Selasa (26/5/2026).

Dari situlah semuanya berubah.

Keduanya kemudian dikenalkan kepada seorang pria bernama Emon yang diduga menjadi bagian penting dalam jaringan peredaran sabu di Bontang. Modus yang digunakan disebut cukup rapi. Para kurir hanya diminta mengantar barang ke titik tertentu melalui sistem “jejak”.

Mereka tidak mengetahui keseluruhan jaringan. Setelah paket diantar, tugas selesai. Komunikasi dilakukan seperlunya.

Pada awal perekrutan, dua pelajar itu hanya diberi tugas membawa paket kecil. Polisi menduga langkah itu menjadi semacam tes loyalitas sekaligus memastikan keduanya siap menjalankan perintah berikutnya.

“Dua kali mereka mengantar paket kecil. Setelah itu baru dipercaya membawa paket lebih besar dengan imbalan lebih tinggi,” jelas Kapolres.

Dua remaja tersebut dijanjikan bayaran Rp15 juta apabila seluruh pengantaran berhasil dilakukan. Namun sebelum tugas selesai, mereka baru menerima uang muka Rp1 juta.

Nominal besar itu diduga membuat keduanya nekat terus menjalankan instruksi, meski sadar barang yang dibawa merupakan narkotika.

“Mereka tidak menjual, hanya mengantar sesuai instruksi. Tapi tetap saja, peran ini sangat berbahaya dan melanggar hukum,” tegas Widho.

Fakta lain yang membuat polisi prihatin, sabu itu sempat disimpan di rumah salah satu pelaku. Barang haram tersebut diletakkan di kamar pribadi tanpa diketahui orang tua.

Situasi ini menjadi peringatan keras bagi keluarga yang memiliki anak remaja. Banyak orang tua merasa anaknya aman berada di rumah, padahal ancaman bisa masuk diam-diam lewat pergaulan dan komunikasi tertutup.

Kasus ini terbongkar setelah Satuan Reserse Narkoba Polres Bontang menerima laporan warga terkait aktivitas mencurigakan di salah satu kawasan kota. Dari tangan kedua pelajar itu, polisi menyita ratusan gram sabu yang diduga siap diedarkan.

Sayangnya, upaya polisi memburu bandar utama belum berjalan mulus. Setelah dua kurir tersebut tertangkap, komunikasi dengan Emon langsung terputus.

“Setelah keduanya tertangkap, komunikasi dengan Emon putus, sehingga kami masih kesulitan melakukan pengembangan,” ungkap Widho.

Kasus ini kembali memperlihatkan bagaimana jaringan narkoba kerap membidik anak muda. Mereka memanfaatkan rasa ingin tahu, tekanan ekonomi, hingga kebutuhan untuk diterima dalam lingkungan pergaulan.

Sekali masuk, jalan keluarnya tidak mudah.

Karena itu, polisi meminta orangtua, sekolah, dan lingkungan sekitar lebih peka terhadap perubahan perilaku remaja. Komunikasi di rumah dinilai menjadi benteng paling awal agar anak tidak mencari pelarian di luar.

“Pengawasan dan komunikasi dalam keluarga sangat penting. Jangan sampai anak-anak kita menjadi korban berikutnya,” tutup Kapolres. [FR]

 

Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

Tags: Narkoba
Previous Post

Kurban Melonjak di Masjid Agung Al-Hijrah Bontang, Kini Disembelih di Area Masjid

Next Post

Sapi Kurban Presiden 950 Kg jadi Magnet Iduladha di Kutim

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Sapi Kurban Presiden 950 Kg jadi Magnet Iduladha di Kutim

Sapi Kurban Presiden 950 Kg jadi Magnet Iduladha di Kutim

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved