BONTANG – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bontang menggelar pelatihan keterampilan pertolongan pertama bagi petugas perpustakaan dalam melayani Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dan lansia. Kegiatan ini diikuti puluhan tenaga perpustakaan dari sekolah, kelurahan, hingga kecamatan di Kota Taman.
Pelatihan tersebut menjadi salah satu langkah persiapan sebelum peluncuran program Perpustakaan Ramah Lansia dan Disabilitas (Persia), sebuah inovasi layanan inklusif yang akan dihadirkan DPK Bontang dalam waktu dekat.
Kabid Perpustakaan DPK Bontang, Indra Nopika Wijaya, menjelaskan tujuan pelatihan adalah meningkatkan kesiapsiagaan petugas dalam menghadapi situasi darurat, memastikan penanganan aman dan tepat, mengurangi risiko fatal, sekaligus memahami kebutuhan khusus pengunjung.
“Dengan pelatihan ini, petugas diharapkan tidak panik jika terjadi insiden, serta mampu memahami beragam jenis disabilitas agar pelayanan bisa lebih optimal. Kami juga akan berkolaborasi dengan tenaga medis,” ujarnya, Selasa (12/8/2025).
Pelatihan berlangsung dua hari, 12–13 Agustus 2025. Hari pertama, menghadirkan narasumber dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Bontang yang berbagi pengalaman dalam mendampingi anak disabilitas. Sementara di hari kedua, menghadirkan tenaga medis dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang yang memberikan materi Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K).
Ke depan, DPK Bontang juga akan menjalin kerja sama dengan instansi kesehatan swasta maupun milik pemerintah yang ada di sekitar lingkungan Perpustakaan Daerah (Perpusda). Tujuannya agar ketika terjadi insiden darurat yang membutuhkan penanganan lanjutan, kedua fasiltas kesehatan (faskes) ini bisa menjadi pilihan.
“Rencananya kami akan kerja sama dengan Klinik Satelit dan Puskesmas Bontang Utara I,” pungkasnya. (BAMS)















