• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Sabtu, Juli 18, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Dua Lokasi di Bontang Ini jadi Tempat Wisata Dadakan saat Pandemi

Suriadi Said by Suriadi Said
3 Oktober 2021 | 12:14
Reading Time: 3 mins read
0
Dua Lokasi di Bontang Ini jadi Tempat Wisata Dadakan saat Pandemi

Suasana Tugu Selamat Datang Bontang yang ramai saat malam.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

pranala.co – Saat pandemi Covid-19 merebak aktivitas masyarakat jadi sangat terbatas. Pilihan masyarakat untuk bersantai dan melepas penat pun jadi minim. Lantaran  tempat wisata ditutup dan dibatasi. Namun, karena itu juga masyarakat Kota Bontang, Kalimantan Timur justru menemukan tempat baru yang kini lebih ikonik. 

Pantai Galau

Pertama Pantai Galau. Lokasinya berada di Jalan Pelabuhan 3, RT 14 Tanjung Laut Indah tepatnya samping UPT Budidaya Ikan Pelabuhan. Meski disebut Pantai Galau, kawasan ini lebih cocok disebut tanjung. Pasalnya, tempat yang disebut oleh masyarakat Pantai Galau itu hanya sebuah  daratan yang menjorok ke laut, dan dikelilingi laut di ketiga sisinya.

PILIHAN REDAKSI

Menyelamatkan Surga yang Terluka, Pulau Miang Kutim Ditata Total

Menyelamatkan Surga yang Terluka, Pulau Miang Kutim Ditata Total

14 Juli 2026 | 00:19
Festival Sekerat Nusantara V Ditutup Meriah, Ritual Mengulur Naga Tegaskan Identitas Budaya Kutim

Festival Sekerat Nusantara V Ditutup Meriah, Ritual Mengulur Naga Tegaskan Identitas Budaya Kutim

12 Juli 2026 | 23:58

Luasnya hanya sekira 50×100 meter persegi. Awalnya tempat ini tak ramai oleh pengunjung. Namun, beberapa orang yang mengunggah video dan foto lokasi ini, membuat masyarakat penasaran.

pantai galau
Setiap sore Pantai Galau ramai dikunjungi warga Bontang. – Foto: Romi Ali

Sekira Maret lalu, tempat ini pun mulai ramai pengunjung. Pemandangan laut lepas, di depan,  dan tumbuhan bakau di kiri kanan, menjadi magnet sendiri bagi masyarakat, yang ingin berswafoto ria. 

Belum lagi menjelang magrib, panorama matahari tenggelam, dibalur dengan langit jingga dan deru angin, cukup membuat tempat ini naik daun. Dulu sebelum ramai, warga bebas masuk tanpa pengutan biaya apapun. Namun kini, mereka harus merogoh kocek sebanyak Rp 5.000 per motor. 

Tak hanya menjadi lokasi baru bagi mereka yang ingin semi liburan. Namun juga menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat yang ada di sana. Misalnya sepanjang jalan menuju ke lokasi itu, warga mulai membuka warung jajanan makanan dan minuman ringan.

Pun tepat dilokasinya, meja-meja lesehan juga digelar menghadap Laut. Juga ada kafe terapung terparkir di kiri daratan itu. Tak jarang saat akhir pekan, ada sekelompok musisi lokal menggelar konser kecil-kecilan. 

Awalnya banyak yang mengira tempat ini hanya akan ramai sesaat. Namun justru pengunjungnya terus berdatangan dan meningkat perlahan. Kartono, yang mengelola tiket masuk di area situ mengatakan, ia bahkan pernah meraup Rp 500 ribu satu hari. 

“Kalo ramai ya segitu, tapi paling sepi ya Rp 100 ribu. Tapi ini lumayan ramai terus,” katanya. 

Meskipun populer, tempat ini dinilai perlu menjadi perhatian. Pasalnya, sampah-sampah dikhawatirkan akan terus bertambah. Selain itu, pengunjung juga diharapkan berhati-hati saat berenang. Pasalnya, kawasan itu juga berada dekat dengan kawasan mangrove dan semenanjung Pantai Marina, konon ada buayanya. 

Tugu Selamat Datang Bontang

Siapa sangka,  Tugu Selamat Datang Kota Bontang punya potensi lebih. Belakangan kawasan ini ramai digandrungi kawula muda. Bahkan, kalau berkunjung ke tempat itu di malam minggu, ratusan motor dan beberapa mobil sudah terparkir rapi di sana. Tepat di samping kiri kanan bawah bangunan Tugu Selamat datang. 

tugu
Suasana Tugu Selamat Datang yang ramai saat malam.

Menurut warga sekitar, tempat ini memang sudah lama dikunjungi beberapa anak muda. Namun, sebelumnya hanya beberapa orang saja. Itu pun sebelum dipasangi lampu-lampu pertengahan tahun ini. Saat lampu terpasang, ditambah lampu neon bertuliskan Kota Bontang di sebelah kiri jalan, menjadi daya tarik para kawula muda. 

Kini, bahkan gerobak makanan dan minuman ringan, sudah terparkir di sana. Meski sederhana, kawasan ini memang cukup menarik. Lokasinya bahkan kerap dijadikan tempat “ngonten” para kreator lokal Bontang. Kalau membuka media sosial, dan berselancar di tagline Bontang, 80 persen kemungkinan Anda akan menemukan tempat ini. 

Rivaldi salah satu pengunjung mengatakan, ia sudah sering ke tempat itu. Alasannya, selain hemat di kantong tempat ini juga tak kalah bagusnya dengan lainnya. Biasanya, ia kesitu bersama rekan tongkrongannya. Jika bukan berbincang, sering juga Mabar (main bareng) game online favorit mereka. 

“Hemat, lebih asyik juga,” katanya singkat saat dihampiri baru-baru ini. 

Dua tempat ini, memang bukan destinasi wisata yang terlalu populer. Namun, cukup untuk melepas penat, ditengah pembatasan akibat pandemi dimana-mana. 

Namun, pemerintah juga harus melek. Dengan menyediakan keamanan dan rasa nyaman bagi masyarakat di lokasi wisata itu. Jangan sampai justru menimbulkan polemik baru di masa mendatang. **

 

 

Penulis : Romi Ali Darmawan

Tags: Destinasi WisataPandemi Covid-19Tugu Selamat Datang
Previous Post

Muaythai Kaltim Lolos ke Final usai Menang Banding

Next Post

Gelar Demo dan Buat Petisi Menolak Tambang Batubara

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Gelar Demo dan Buat Petisi Menolak Tambang Batubara

Gelar Demo dan Buat Petisi Menolak Tambang Batubara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved