• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Rabu, Juli 22, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Dua Pembatas Jalan Digeser Oknum Warga, Jalur Kusnodo Masih Bisa Dilewati

Suriadi Said by Suriadi Said
10 April 2020 | 13:40
Reading Time: 3 mins read
0
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Dua Pembatas Jalan Digeser Oknum Warga, Jalur Kusnodo Masih Bisa Dilewati

BLOKADE total Jalan Arif Rahman Hakim, Bontang, area Gunung Kusnodo ternyata tak sepenuhnya dilakukan. Buktinya, arus kendaraan dari arah Kutai Timur dan Bontang tetap melintas.

PILIHAN REDAKSI

Bukan Hanya Padamkan Api, Damkar Bontang Evakuasi Lansia Stroke ke Rumah Sakit

Bukan Hanya Padamkan Api, Damkar Bontang Evakuasi Lansia Stroke ke Rumah Sakit

13 Juli 2026 | 15:40
Gerai Baru Indomaret di Bontang Barat Diprotes, Warung Kecil Mulai Ketar-Ketir

Gerai Baru Indomaret di Bontang Barat Diprotes, Warung Kecil Mulai Ketar-Ketir

9 Juli 2026 | 21:29

Dua dari tujuh pembatas jalan atau water barrier berwarna oranye yang dilengkapi pemantul cahaya bergeser. Awalnya jalan tertutup, kini menganga dua meter. Kendaraan roda dua dan empat, termasuk truk bebas lalu lalang. Mereka bergantian melintas.

Berdasar pengamatan media ini, selama 30 menit, sudah ada 50-an kendaraan melintas. Roda dua sampai empat. Mereka kebanyakan dari arah Kutai Timur. Rata-rata adalah truk pengangkut barang. Ada juga warga bermotor. Diduga mereka tinggal di daerah itu. Jika memutar butuh waktu sampai 35 menit. Lebih lama dari jalur tersebut yang hanya ditempuh 15 menit untuk sampai ke SPBU depan SMAN 3 Bontang.

Menurut Rusnaini, warga setempat yang berada di lokasi mengaku pembukaan blokade itu sudah terjadi sejak dua hari. Setiap dirinya bangun pagi, kisaran jam 6.30 Wita dua water barrier sudah bergeser. Begitu seterusnya selama dua hari ini.

“Kalau malam, saya lihat ada petugas yang tutup. Ya, kisaran jam 10 malam lah,” ungkap Rusnaini kepada Pranala.co, Jumat, 10 April 2020.

Rusnaini mengaku tujuan blokade jalan ini tak diketahui pasti. Dia sudah melihatnya sejak malam pertama kali diberlakukannya, Rabu, 8 April 2020. Sejak penutupan jalan, warga ber-KTP Bontang itu tidak pernah melihat ada petugas berjaga sepanjang haru. Hanya sesekali, saat malam mengecek kondisi jalan.

“Enggak ada pernah lihat petugas. Paling kalau malam aja Mas. Itu pun memperbaiki penghalang jalan yang bergeser ke posisi semula,” tambahnya.

20200410 130702

Sementara, Amirullah, pengendara motor, warga Kutai Timur bermukim di Jalan Pipa, mengaku kesulitan jika blokade total diberlakukan. Bukan karena akses itu adalah satu-satunya. Tapi, akses Jalan Arif Rahman Hakim menjadi pilihan utama karena lebih hemat waktu. Terutama jika hendak ke Pasar Citra Mas Lok Tuan.

“Lebih jauh lah Mas. Apalagi kalau harus memutar lewat jalur pipa. Saya harus memutar jauh. Setuju aja kalau dibatasi. Tapi jangan ditutup total lah,” keluhnya.

Dihubungi, Kamilan, Kepala Dinas Perhubungan Bontang, mengaku sudah mengetahui kondisi itu. Kondisi ini juga sempat terjadi kemarin, Kamis, 9 April 2020. Petugas gabungan pun sudah memperbaiki dan kembali menutup total jalan itu.

“Kemarin juga seperti itu. Kami perbaiki dan tutup kembali. Ini ada ulah oknum yang seenaknya saja,” ujar Kamilan.

Kamilan pun tetap tegas menutup total Jalan Arief Rahman Hakim sesuai kesepakatan bersama tim gabungan. Jika kejadian ini berulang, pihaknya akan menugaskan petugas berjaga agar bisa memberikan sanksi tegas.

“Itukan sengaja ada yang tumpah airnya. Ini sudah keterlaluan. Kami akan stanby kan petugas di sana kalau masih ada oknum sengaja merusak penghalang jalan,” tegas Kamilan.

Penutupan total jalur di Gunung Kusnodo, kata Kamilan sengaja dilakukan agar mobilisasi massa dan kendaraan dari Kutai Timur bisa terpusat di Tugu Selamat Datang. Sementara di Tugu Selamat Datang akan dijaga ekstra ketat.

Di posko Tugu Selamat Datang, lanjut dia, akan disiapkan kisaran 18 orang tim gabungan. Terdiri dari Dishub, Polres, BPBD, Diskes, TNI, dan Satpol PP Bontang. Mereka bergantian 4 shift. Mulai pukul 08.00 sampai 00.00 Wita, totalnya 16 jam dijaga ketat. (id)

Tags: BontangCoronaHeadline
Previous Post

Soal Pendataan Bantuan Rp500 Ribu, Dissos Minta Warga dan Ketua RT Jujur

Next Post

Lagi, Kaltim Terima 6 Ribu APD dari Pusat  

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post

Lagi, Kaltim Terima 6 Ribu APD dari Pusat  

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Fakta-Fakta Dugaan Kelalaian Medis di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim yang Berujung Bayi Meninggal

Fakta-Fakta Dugaan Kelalaian Medis di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim yang Berujung Bayi Meninggal

16 Juli 2026 | 08:28
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved