• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Senin, Juli 20, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Rupa

Dua Tahun Penentuan, Bontang Pasang Target Berani Nol BABS 2027

Suriadi Said by Suriadi Said
12 April 2026 | 10:58
Reading Time: 2 mins read
0
18 Anak Kampung Sidrap Tetap Sekolah di Bontang, Neni Pilih Empati di Atas Batas Administrasi Kartu Bontang Pintar Dibatalkan, Anggaran Dialihkan ke Bantuan Eksisting Dua Tahun Penentuan, Bontang Pasang Target Berani Nol BABS 2027

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Hampir seluruh sistem sanitasi di Bontang sudah berjalan. Angkanya bahkan menembus 96,86 persen. Namun satu pekerjaan besar masih tersisa: menghapus praktik buang air besar sembarangan sepenuhnya pada 2027.

AMBISI itu terdengar sederhana, tetapi dampaknya besar: tidak ada lagi warga yang buang air besar sembarangan (BABS) di Kota Bontang, Kalimantan Timur pada 2027. Di balik target tersebut, tersimpan pekerjaan panjang—bukan hanya membangun fasilitas, tetapi juga mengubah kebiasaan.

Pemerintah Kota Bontang mulai menggeser pendekatan. Sanitasi tidak lagi sekadar urusan proyek fisik, melainkan gerakan bersama yang menyentuh perilaku sehari-hari warga.

PILIHAN REDAKSI

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Wali Kota Neni: Insentif Guru Mengaji di Bontang Aman Pemotongan

Wali Kota Neni: Insentif Guru Mengaji di Bontang Aman Pemotongan

12 Juli 2026 | 19:14

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyebut capaian saat ini menjadi pijakan penting. Pengelolaan air limbah domestik di kota industri tersebut telah mencapai 96,86 persen.

“Ini modal besar. Tinggal kita dorong percepatan agar 2027 benar-benar zero BABS,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Angka hampir 97 persen itu bukan sekadar statistik. Di lapangan, pemerintah telah mengembangkan berbagai infrastruktur—mulai dari pembangunan toilet umum, septic tank, hingga sistem pengolahan air limbah domestik.

Namun, pemerintah menyadari satu hal penting: fasilitas tanpa kesadaran tidak akan bertahan lama.

Karena itu, strategi kini diperluas. Edukasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat mulai digencarkan, menyasar kawasan permukiman padat yang masih rentan persoalan sanitasi.

Bontang bukan kota biasa. Aktivitas industri yang tinggi menghadirkan peluang sekaligus tantangan.

Di sinilah peran perusahaan dinilai krusial. Pemerintah mendorong kolaborasi lintas sektor, terutama dalam mempercepat penyediaan fasilitas sanitasi di wilayah yang belum terjangkau optimal.

“Tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dunia usaha harus ikut bergerak,” kata Neni.

Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan akses sanitasi, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Di balik isu sanitasi, ada persoalan yang lebih besar: kesehatan generasi masa depan.

Lingkungan yang tidak higienis menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap stunting. Air limbah yang tidak terkelola dengan baik berpotensi mencemari sumber air bersih dan memicu berbagai penyakit.

“Ini bukan sekadar soal kebersihan, tapi kualitas hidup anak-anak kita,” tegas Neni.

Karena itu, perbaikan sanitasi ditempatkan sebagai bagian dari strategi jangka panjang pembangunan manusia.

Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, berbagai program terus dijalankan. Tidak hanya membangun dan merawat infrastruktur, tetapi juga mengedukasi masyarakat.

Air bekas mandi, mencuci, hingga limbah toilet kini menjadi perhatian serius. Jika dibiarkan, dampaknya bisa meluas—dari pencemaran lingkungan hingga gangguan kesehatan.

Wali Kota Neni ingin memastikan bahwa perubahan tidak berhenti pada pembangunan fisik. Ada dorongan kuat agar sanitasi layak menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.

Target nol BABS 2027 menjadi simbol arah baru pembangunan Bontang: kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. [ads/fr]

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

Tags: Pemkot BontangSanitasi
Previous Post

DPRD Berau Minta Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan dalam Rekrutmen PPPK

Next Post

Dari Subuh Berjamaah ke Aksi Nyata, Wali Kota Bontang Ajak Warga Rawat Masjid dan Lingkungan

BACA JUGA

HDPE Flap Gate untuk Irigasi, Ini Keunggulan dan Rekomendasi Suppliernya

HDPE Flap Gate untuk Irigasi, Ini Keunggulan dan Rekomendasi Suppliernya

15 Juli 2026 | 22:56
Menyelamatkan Surga yang Terluka, Pulau Miang Kutim Ditata Total

Menyelamatkan Surga yang Terluka, Pulau Miang Kutim Ditata Total

14 Juli 2026 | 00:19
BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

13 Juli 2026 | 23:44
Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

13 Juli 2026 | 23:21
Festival Sekerat Nusantara V Ditutup Meriah, Ritual Mengulur Naga Tegaskan Identitas Budaya Kutim

Festival Sekerat Nusantara V Ditutup Meriah, Ritual Mengulur Naga Tegaskan Identitas Budaya Kutim

12 Juli 2026 | 23:58
PWI Bontang Matangkan Program 3 Tahun, Fokus UKW hingga Perlindungan Wartawan

PWI Bontang Matangkan Program 3 Tahun, Fokus UKW hingga Perlindungan Wartawan

12 Juli 2026 | 22:48
Next Post
Dari Subuh Berjamaah ke Aksi Nyata, Wali Kota Bontang Ajak Warga Rawat Masjid dan Lingkungan

Dari Subuh Berjamaah ke Aksi Nyata, Wali Kota Bontang Ajak Warga Rawat Masjid dan Lingkungan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved