• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Kamis, Juli 23, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Fakta Penyelidikan Polisi soal Kematian Bocah 10 Tahun di Ngada

Suriadi Said by Suriadi Said
4 Februari 2026 | 23:41
Reading Time: 2 mins read
0
Fakta Penyelidikan Polisi soal Kematian Bocah 10 Tahun di Ngada

Surat yang ditinggalkan YBR di lokasi kejadian di Desa Batajawa, Kabupaten Ngada, NTT. (Foto: Tangkapan layar media sosial)

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Pranala.co NGADA — Kepolisian Resor Ngada memastikan tidak ditemukan unsur kekerasan dalam peristiwa meninggalnya YBR (10), seorang siswa sekolah dasar di Desa Betajawa, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban diduga mengakhiri hidupnya atas pilihannya sendiri, dipicu oleh persoalan keluarga dan tekanan psikologis.

Kapolres Ngada AKBP Andrey Valentino menjelaskan, aparat telah melakukan serangkaian pemeriksaan, termasuk olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan saksi, serta visum terhadap jasad korban. Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik, baik dari lingkungan keluarga maupun dari pihak lain.

PILIHAN REDAKSI

Empat Bulan, 8 Kasus Bunuh Diri di Balikpapan, Didominasi Penyakit Kronis

Empat Bulan, 8 Kasus Bunuh Diri di Balikpapan, Didominasi Penyakit Kronis

28 April 2026 | 17:02
Pria di Balikpapan Ditemukan Tergantung di Pohon Nangka, Polisi Selidiki Hubungan Terlarang

Pria di Balikpapan Ditemukan Tergantung di Pohon Nangka, Polisi Selidiki Hubungan Terlarang

9 April 2026 | 15:54

“Dari hasil penyelidikan dan visum, tidak ada indikasi kekerasan. Tidak ditemukan bekas penganiayaan ataupun tanda perundungan,” ujar AKBP Andrey, Rabu (4/2/2026).

Ia menegaskan, kesimpulan tersebut masih bersifat sementara dan didasarkan pada fakta-fakta yang ditemukan di lapangan. Namun, kepolisian mengakui adanya faktor sosial dan kondisi keluarga yang diduga turut memengaruhi kondisi psikologis korban.

Menurut Andrey, YBR tidak sepenuhnya tinggal bersama kedua orang tuanya. Sejak kecil, korban lebih banyak diasuh oleh neneknya. Ayah kandung YBR diketahui tidak pernah hadir sejak korban masih dalam kandungan, sementara sang ibu merupakan tulang punggung keluarga.

“Dari penelusuran kami, latar belakang keluarga korban memang cukup kompleks. Hal ini tentu berpengaruh pada kondisi emosional anak,” kata Andrey.

Meski demikian, ibu korban disebut tetap memiliki keinginan kuat agar anaknya bersekolah. Beberapa hari sebelum peristiwa tragis itu, YBR diketahui tidak masuk sekolah selama hampir sepekan dengan alasan sakit. Kondisi tersebut sempat memicu teguran dari sang ibu.

“Kami mendapatkan keterangan bahwa ibu korban sempat menegur karena anaknya sering bermain di luar rumah saat hujan, yang kemudian membuatnya sakit dan tidak masuk sekolah,” jelas Andrey.

Pihak kepolisian menduga teguran tersebut, meskipun dimaksudkan sebagai nasihat, diterima berbeda oleh korban. Perbedaan cara anak memaknai teguran orang tua menjadi salah satu faktor yang tengah didalami lebih lanjut oleh penyidik.

Andrey juga meluruskan informasi yang sebelumnya beredar di masyarakat terkait dugaan korban nekat mengakhiri hidup karena tidak dibelikan buku dan alat tulis. Menurutnya, berdasarkan fakta di lapangan, hal tersebut tidak menjadi penyebab utama.

“Informasi mengenai buku dan pulpen itu perlu diluruskan. Dari hasil penyelidikan kami, bukan karena alat tulis, melainkan karena korban beberapa kali tidak masuk sekolah dan sering mendapat nasihat dari orang tuanya,” tegasnya.

Peristiwa ini semakin mengundang keprihatinan setelah ditemukannya secarik pesan perpisahan yang ditulis korban menggunakan bahasa daerah. Pesan tersebut ditujukan kepada ibunya dan berisi ungkapan pamit yang menyentuh hati.

Kepolisian menyatakan penanganan kasus ini dilakukan dengan pendekatan kemanusiaan dan kehati-hatian, mengingat korban masih berusia anak-anak. Aparat juga mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. (RE)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

Tags: bunuh diri
Previous Post

Bertahan di Liga 3, Persikutim United Dihantui Isu Dugaan Pengaturan Skor

Next Post

Manchester City Melangkah Mulus ke Final Piala Liga Inggris usai Kalahkan Newcastle

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Menang 3-1 atas Newcastle, Manchester City Tantang Arsenal di Final Piala Liga Inggris

Manchester City Melangkah Mulus ke Final Piala Liga Inggris usai Kalahkan Newcastle

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

26 Juni 2026 | 21:44
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved