• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Sabtu, Juli 18, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Fenomena Bullying di SD Bontang, Cerita Orangtua yang Membuka Mata

Suriadi Said by Suriadi Said
10 Desember 2025 | 17:42
Reading Time: 2 mins read
0
Fenomena Bullying di SD Bontang, Cerita Orangtua yang Membuka Mata

Ilustrasi.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Pranala.co, BONTANG — Kasus perundungan alias bullying di sekolah dasar kembali mencuat di Bontang. Dua orangtua siswa dari sekolah berbeda berbagi cerita tentang pengalaman tidak menyenangkan yang dialami anak-anak mereka. Cerita itu sederhana, tetapi dampaknya besar. Diam-diam, bullying masih terjadi di lingkungan sekolah.

Ag, salah satu wali murid, mulai curiga saat melihat bekas gigitan di bahu anaknya sepulang sekolah. Luka itu membuatnya gelisah. Ia kemudian mengajak buah hatinya berbicara pelan-pelan.

PILIHAN REDAKSI

Bukan Hanya Padamkan Api, Damkar Bontang Evakuasi Lansia Stroke ke Rumah Sakit

Bukan Hanya Padamkan Api, Damkar Bontang Evakuasi Lansia Stroke ke Rumah Sakit

13 Juli 2026 | 15:40
Gerai Baru Indomaret di Bontang Barat Diprotes, Warung Kecil Mulai Ketar-Ketir

Gerai Baru Indomaret di Bontang Barat Diprotes, Warung Kecil Mulai Ketar-Ketir

9 Juli 2026 | 21:29

Baru setelah merasa aman, sang anak bercerita. Ternyata kejadian itu bukan yang pertama. Ia sering kehilangan barang, diganggu saat belajar, bahkan makanannya pernah dicampur sambal hingga membuatnya sakit perut.

“Anak saya memang pendiam. Kalau diganggu, dia tidak membalas. Kalau saya tidak lihat luka gigitan itu, mungkin dia tidak pernah cerita,” kata Ag.

Ag lalu melapor ke pihak sekolah. Ia bersyukur, penanganan yang diberikan cukup membantu. Kini anaknya lebih nyaman berada di kelas. Gangguan yang dulu terjadi berulang kali sudah tidak lagi dialaminya.

Jilbab Dilap Tinta dan Buku yang Disobek

Cerita lain datang dari Aj. Ia mengungkapkan bahwa anaknya beberapa kali mengalami tindakan yang membuatnya tidak nyaman. Mulai dari alat tulis hilang, buku disobek, hingga jilbab anaknya digunakan teman sekelas sebagai lap tinta pulpen.

“Karena itu, anak saya sempat malas pergi sekolah. Tapi setelah saya bujuk, akhirnya mau sekolah lagi,” ujarnya.

Aj memilih menyelesaikan persoalan itu dengan menegur langsung siswa yang diduga sering mengganggu anaknya. Cara itu ternyata cukup efektif.

“Alhamdulillah sekarang dia tidak pernah diganggu lagi,” katanya.

Meski tampak kecil, kedua orangtua sepakat bahwa tindakan-tindakan tersebut dapat memengaruhi suasana hati, motivasi belajar, bahkan kepercayaan diri anak. Mereka berharap sekolah lebih aktif melakukan pengawasan, pendampingan, serta komunikasi dengan orang tua.

Lingkungan belajar harus menjadi tempat yang aman. Tempat di mana setiap anak merasa tenang, dihargai, dan bisa tumbuh dengan percaya diri. (*)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

Via: Fahrul Razi
Tags: BontangBullyingPerundungan
Previous Post

Deadline 22 Desember, Bupati Kutim Instruksikan Seluruh Proyek Wajib Rampung

Next Post

Bullying Masih Terjadi di Sekolah, Disdikbud Bontang Dorong Pendekatan Guru dan Orangtua

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Abdu Safa Muha Pengangguran di Bontang Masih 7,06 Persen

Bullying Masih Terjadi di Sekolah, Disdikbud Bontang Dorong Pendekatan Guru dan Orangtua

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved