• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Sabtu, Juli 18, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Gubernur Kaltim Akui Kemiskinan Masih Tinggi: Harga Semen Rp800 Ribu, BBM Hampir Rp30 Ribu

Suriadi Said by Suriadi Said
11 Mei 2025 | 02:04
Reading Time: 2 mins read
0
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Samarinda, PRANALA.CO — Angka kemiskinan Kalimantan Timur (Kaltim) memang di bawah rata-rata nasional. Tapi jangan dulu bangga. Angka 5,78 persen itu — menurut data BPS — masih tergolong tinggi. Apalagi kalau kita melihat kondisi di lapangan. Khususnya di daerah pedalaman dan perbatasan.

Itulah yang diungkap langsung Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud — yang lebih akrab disapa Gubernur Harum — di hadapan Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf, Sabtu, 10 Mei 2025. Dialog yang digelar di Gedung Olah Bebaya, Kompleks Rumah Jabatan Gubernur Kaltim, itu memang membicarakan hal-hal yang tak enak didengar: kemiskinan dan pengangguran.

PILIHAN REDAKSI

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Wisatawan Asing ke Kaltim Naik 20 Persen, Hotel Ikut Bergairah Kunjungan Wisman ke Kaltim Turun selama Oktober, Wisnus Masih Mendominasi Pergerakan Pariwisata Kaltim Bergairah: Wisman Naik 109 Persen, Hotel Bintang 3 Penuh Kunjungan Wisatawan ke Kaltim saat Libur Nataru 2025 Diprediksi Naik 30 Persen FlyJaya Airlines Siap Layani Penerbangan Reguler ke Maratua Berau Mulai Desember 2024

Wisatawan Asing ke Kaltim Naik 20 Persen, Hotel Ikut Bergairah

9 Juli 2026 | 08:07

“Masih tinggi Pak Menteri. Angka kemiskinan kami 5,78 persen, pengangguran terbuka 5,75 persen,” kata Gubernur Kaltim, blak-blakan.

Ia tidak menutupi sebabnya. Luas wilayah, kondisi geografis yang menantang, dan keterpencilan sebagian daerah menjadi penghalang besar. Kabupaten Mahakam Ulu — misalnya — adalah contoh nyata. Akses jalan terbatas. Berbatasan langsung dengan Malaysia. Harga kebutuhan melambung tinggi.

“Coba bayangkan Pak Menteri, harga semen di sana bisa Rp800 ribu per sak. BBM meski sudah program satu harga, tetap mahal, hampir Rp30 ribu per liter,” bebernya.

Belum cukup. Listrik pun belum sepenuhnya menjangkau semua desa dan kelurahan. Dari 1.038 kelurahan dan desa di Kaltim, sebagian masih gelap gulita.

“Inilah yang membuat warga kami tetap miskin,” tegasnya lagi.

Tapi Gubernur Kaltim tidak tinggal diam. Program Gratispol (gratis pendidikan dan kesehatan) serta Jospol (jaring sosial politik) terus digulirkan. Bahkan pembangunan infrastruktur dikebut besar-besaran. Targetnya jelas: buka akses, tekan kemiskinan, dan dongkrak kesejahteraan.

“Kami yakin Pak Menteri, program gratis pendidikan dan kesehatan serta pembangunan akses akan memutus kemiskinan di Kaltim. Kami ingin sejajar dengan Malaysia dan Brunei,” ujarnya optimistis.

Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf, atau akrab disapa Gus Ipul, tak ragu memberikan pujian. Program-program Kaltim dinilainya selaras dengan visi-misi Presiden Prabowo Subianto (Asta Cita).

“Program Bapak Gubernur keren. Beliau paham mana yang harus diperkuat dan diintegrasikan dengan pusat,” kata Gus Ipul.

Tak cukup sampai di situ, Gus Ipul juga berpesan agar pilar-pilar sosial di Kaltim — seperti Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) — lebih intensif berkoordinasi dengan Pemprov.

“Saya minta semua pilar sosial sering bertemu Bapak Gubernur,” pintanya.

Selain itu, Gus Ipul berharap pelayanan sosial di Kaltim bertransformasi ke basis data dan teknologi. Pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) wajib dikebut, agar bantuan sosial tepat sasaran.

Sebagai catatan, bantuan sosial di Kaltim tahun ini menyasar 115.874 keluarga penerima manfaat (KPM) dengan total anggaran Rp403,83 miliar.

Rinciannya; Program Sembako Rp213,25 miliar untuk 90.332 KPM; Program Keluarga Harapan (PKH) Rp185,76 miliar; Bantuan Anak Yatim Piatu (YAPI) Rp4,81 miliar untuk 1.944 jiwa.

Hadir dalam dialog itu para pejabat utama Kementerian Sosial RI dan Kepala Dinas Sosial Kaltim, Andi Muhammad Ishak. [DIAS/RIL]

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

Tags: KaltimPenduduk Miskin
Previous Post

Kawasan Macet Bontang Kaltim Bakal Diperbaiki, Ini Rencana Penutupan Jalan dan Penertiban Parkir Liar

Next Post

Berani Buka Tali, Dipotong Tangan! Pria Pengancam Sopir Hauling di Kukar Dibekuk Polda Kaltim

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Berani Buka Tali, Dipotong Tangan! Pria Pengancam Sopir Hauling di Kukar Dibekuk Polda Kaltim

Berani Buka Tali, Dipotong Tangan! Pria Pengancam Sopir Hauling di Kukar Dibekuk Polda Kaltim

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved