• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Rabu, Juli 22, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Industri Pengolahan Rumput Laut Pertama di Kaltim bakal Dibangun

Suriadi Said by Suriadi Said
8 Juli 2021 | 06:46
Reading Time: 2 mins read
0
Bontang Genjot Investasi di Sektor Pengolahan Hasil Laut

Ilustrasi petani rumput laut menjemur hasil panennya.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

PRANALA.CO – Pengusaha asal Samarinda bersiap membangun industri pengolahan rumput laut pertama di Kalimantan Timur. Direktur CV Multi Sarana Jaya Samuel Kurniawan Ang menyatakan telah bekerja sama dengan salah satu perusahaan dari Pulau Jawa, khususnya terkait operasional. 

“Maret lalu kita mengunjungi perusahaan rumput laut yang ada di Pasuruan bersama Disperindagkop [UKM Kaltim], dan mereka siap membantu [dalam mengembangkan] produk olahan rumput laut di Kaltim. Kalau itu terwujud [akan menjadi] satu satunya di Kaltim,” ujarnya, Selasa (6/7). 

PILIHAN REDAKSI

Rumput Laut Bontang Diakui Lebih Unggul, Dorong Industri Pengolahan dan Ekspor Rumput Laut Bontang Terancam Tumpahan Minyak, Ekspor ke India Bisa Gagal Bontang Siap Lepas Ketergantungan Migas, Rumput Laut jadi Andalan Ekspor

Rumput Laut Bontang Diakui Lebih Unggul, Dorong Industri Pengolahan dan Ekspor

23 Desember 2025 | 18:17
Rumput Laut Bontang Diakui Lebih Unggul, Dorong Industri Pengolahan dan Ekspor Rumput Laut Bontang Terancam Tumpahan Minyak, Ekspor ke India Bisa Gagal Bontang Siap Lepas Ketergantungan Migas, Rumput Laut jadi Andalan Ekspor

Rumput Laut Bontang Terancam Tumpahan Minyak, Ekspor ke India Bisa Gagal

30 Agustus 2025 | 21:47

Dia mengungkapkan bahwa pihaknya tidak saja menjual produk rumput laut kering, melainkan juga akan mengolahnya menjadi semi karagenan.

“Saya sudah punya tempat, yang pasti nanti ada penambahan mesin untuk proses pengolahan,” ungkapnya. 

Untuk saat ini, Samuel masih membutuhkan waktu dalam mempersiapkan kebutuhan pabrik dan perhitungan biaya terkait industri pengolahan yang akan berlokasi di Samarinda. 

“Mereka akan mencoba bantu kami untuk mendesain tempat industrinya, dan karena mereka sudah pengalaman jadi tau kira-kira kapasitas berapa yang cocok untuk produksi supaya kita tidak rugi,” kata Samuel.

Terkait pemasaran, dia menjelaskan telah memiliki pangsa pasar, yaitu ke Korea Selatan yang dinilai tidak hanya menerima rumput laut dalam bentuk raw material, tapi juga produk olahan seperti karagenan.

Dengan produk olahan, harga yang dijual dapat berkisar antara lima sampai dengan enam kali lipat dibandingkan produk mentah, meskipun hal tersebut dianggap sepadan dengan biaya operasional yang cukup tinggi.

“Jadi punya nilai tambah, harapannya jauh lebih bagus, dapat menarik tenaga kerja lebih banyak dan meningkatkan pendapatan sekitar kita,” jelas Samuel. 

Di sisi lain, dia menjelaskan ketersediaan bahan baku menjadi kendala yang dihadapi, khususnya pasokan rumput laut dari Kaltim. Dia menilai komoditas yang diambil dari luar daerah akan meningkatkan biaya dengan kualitas yang belum terjamin. Untuk itu, dia membina dan mengembangkan petani secara mandiri di Kota Bontang. 

“Kita ada petani dan dikembangkan dengan kualitas yang sudah kita ketahui,” sebutnya. 

Dengan standarisasi khusus yang diterapkan pada petani, Samuel dapat menyortir produknya sesuai permintaan dari negara tujuan, dan standar yang ditetapkan oleh Balai Karantina Ikan khususnya dalam produk ekspor. 

“Karena untuk standarisasi tiap tiap negara beda, pada umumnya kadar air dan kadar kekotoran itu saja yang paling fokus,” terangnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi UKM (Disperindagkop UKM) Kaltim Yadi Robyan Noor menyatakan akan memfasilitasi pengadaan bibit rumput laut seperti yang sudah dilaksanakan pada bidang usaha lainnya.

“[Tetapi] kami lihat dan kurasi dulu profilnya,” pungkasnya. (*)

Tags: Fabrik Rumput LautRumput Laut
Previous Post

Aparat Perketat Jalur Masuk di Samarinda Seberang

Next Post

Penjelasan Kenapa Alquran Bisa jadi Penawar di Kala Wabah

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Penjelasan Kenapa Alquran Bisa jadi Penawar di Kala Wabah

Penjelasan Kenapa Alquran Bisa jadi Penawar di Kala Wabah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Fakta-Fakta Dugaan Kelalaian Medis di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim yang Berujung Bayi Meninggal

Fakta-Fakta Dugaan Kelalaian Medis di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim yang Berujung Bayi Meninggal

16 Juli 2026 | 08:28
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved