• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Selasa, Juli 21, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Jualan Ayam Serondeng, Petani Milenial di Samarinda Ini Bermozet Rp 120 Juta per Bulan

Suriadi Said by Suriadi Said
9 Mei 2020 | 04:29
Reading Time: 3 mins read
0
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Jualan Ayam Serondeng, Petani Milenial di Samarinda Ini Bermozet Rp 120 Juta per Bulan DI TIAP kesempatan, Kementerian Pertanian selalu mendorong semangat generasi milenial untuk menumbuhkan usaha agribisnis di Indonesia. Apalagi, sektor pertanian merupakan bidang usaha yang sangat prospektif. Petani milenial asal Kalimantan Timur, Muhammad Padil, membuktikan hal tersebut.

Muhammad Padil termasuk dalam petani milenial yang terbilang sukses. Petani milenial asal Samarinda, Kalimantan Timur, adalah satu dari 67 orang petani milenial yang dikukuhkan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), 13 April 2020 lalu, sebagai Duta Pertanian Milenial dan Duta Petani Andalan.

PILIHAN REDAKSI

Modus Minta Solar Paksa, Detik-Detik ABK Tugboat Dikeroyok Komplotan Preman di Sungai Mahakam Samarinda

Modus Minta Solar Paksa, Detik-Detik ABK Tugboat Dikeroyok Komplotan Preman di Sungai Mahakam Samarinda

16 Juli 2026 | 08:07
HDPE Flap Gate untuk Irigasi, Ini Keunggulan dan Rekomendasi Suppliernya

HDPE Flap Gate untuk Irigasi, Ini Keunggulan dan Rekomendasi Suppliernya

15 Juli 2026 | 22:56

Pria kelahiran Pinrang, Sulawesi Selatan, 29 tahun silam ini, mempunyai usaha kuliner ayam olahan dengan nama Ayam Serondeng Kampus dan olahan singkong serta nugget singkong di Samarinda.  Padil, panggilan akrabnya, bercerita awal memulai terjun ke dunia usaha warung makan ayam serondeng. 

“Saat itu ia hanya berpikir bagaimana enaknya menjadi seorang bos,  selain itu tentu faktor keadaan yang membuat dirinya harus memiliki usaha,” ujar Padil, Jumat (8/5).

Padil menuturkan, dirinya cukup aktif di beberapa lembaga. Bahkan, ia menduduki posisi sebagai ketua, seperti gerakan ekonomi kreatif dan beberapa lembaga lainnya. Pria yang memiliki gelar Sarjana Pertanian dari Universitas Mulawarman ini juga mengaku masih meneruskan kuliahnya untuk mengambil gelar Master (S2).

Dalam menjalankan usahanya, Padil menggandeng perusahaan yang bergerak di bidang transportasi online nasional, seperti Grab dan Gojek. “Kalau mau pesan menu makanan kami, silahkan cek di aplikasi online, Ayam Serondeng Kampus pasti ada. Kami juga sediakan jasa pemesanan melalui aplikasi SMSKurir,” tutur Padil.

Dengan modal awal dari hasil dia bekerja dan beberapa pinjaman, saat ini Ayam Sarondeng Kampus telah memiliki cabang di Tenggarong. “Omzet di masing-masing toko mencapai Rp 60 juta per bulan,” ujarnya.

Kepada generasi milenial lainnya, Padil  menyampaikan pesan untuk menghabiskan masa kegagalan agar masa kesuksesan segera datang. “Saya yakin bahwa semua orang  pasti gagal. Tapi saya juga sangat yakin semua orang pasti sukses. Mulailah bergerak maju. Dan awalilah dengan langkah pertamamu menuju kesuksesan yang akan kita raih,” kata Padil memotivasi.

Sementara itu Mentan SYL berharap generasi milenial tampil sebagai yang terdepan dalam sektor pertanian di Tanah Air. Kata dia, kini saatnya yang muda yang menguasai teknologi jadi penggerak sektor pertanian. Didukung teknologi modern, maka dunia dalam genggaman.

“Saya makin percaya anak muda yang terjun di bidang pertanian punya peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik,” ucap Mentan SYL.

SYL mengungkapkan, kini banyak petani milenial yang sukses menjadi pengusaha di berbagai sektor pertanian dan mengembangkan usahanya dari hulu hingga hilir. Ini bukti bahwa pertanian merupakan sektor usaha yang sangat menjanjikan untuk masa depan.

Terkait hal ini, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi menambahkan, peningkatan jumlah petani pengusaha milenial sebagai upaya Kementan untuk mempercepat regenerasi petani.

“Turunnya jumlah petani berusia muda akan menimbulkan krisis petani. Oleh karenanya, regenerasi petani mutlak dilakukan karena mereka akan berperan sangat strategis dalam pembangunan pertanian Indonesia ke depan, di era modern. Mereka dipastikan melek teknologi dan cerdas,“ kata Dedi Nursyamsi. (gr/id)

Tags: Kalimantan TimurKisah InspirasiPertanianPetaniSamarinda
Previous Post

Pusat Pangkas Anggaran Penajam Rp450 Miliar untuk COVID-19

Next Post

BERITA BAIK, Penambahan Pasien Sembuh COVID-19 di Kaltim 9 Orang, Total Sudah 22 Orang

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post

BERITA BAIK, Penambahan Pasien Sembuh COVID-19 di Kaltim 9 Orang, Total Sudah 22 Orang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21
Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

Berdiri di Pinggir Jalan Awang Long Bontang, Keciduk Polisi Bawa 10,22 Gram Sabu

15 Juli 2026 | 23:21
Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

Pria di Bontang Buang Kemasan Susu saat Dicegat Polisi, Isinya Sabu Hampir 10 Gram

15 Juli 2026 | 13:16

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved