• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Kamis, Juli 23, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Jukir Liar Bikin Warga Bontang Resah, Dishub Akui Belum Punya Dasar Hukum Tegas

Suriadi Said by Suriadi Said
25 Oktober 2025 | 19:51
Reading Time: 2 mins read
0
Jukir Liar Bikin Warga Bontang Resah, Dishub Akui Belum Punya Dasar Hukum Tegas Samarinda Terapkan Parkir Berlangganan, Jukir Liar Terancam Tamat Selain Jukir, Oknum Pegawai Dishub Samarinda Kaltim Ikut Selewengkan Ratusan Juta Rupiah

ILustrasi.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Pranala.co, BONTANG — Hampir di setiap sudut Kota Bontang kini mudah ditemui juru parkir alias jukir. Dari kafe kecil hingga minimarket besar, selalu ada yang berdiri di pinggir jalan, mengenakan rompi seadanya, dan siap menagih uang parkir.

Namun, banyak warga menilai keberadaan mereka lebih sering menimbulkan keresahan ketimbang rasa aman.

PILIHAN REDAKSI

Parkir Berlangganan Samarinda Diuji Coba untuk ASN, Pembayaran Dibuat Fleksibel

Parkir Berlangganan Samarinda Diuji Coba untuk ASN, Pembayaran Dibuat Fleksibel

9 Juli 2026 | 13:07
Progres Depo Kontainer Balikpapan Km 13 Atasi Parkir Liar Truk, Luasnya 11 Hektare dan Miliki SPBU

Progres Depo Kontainer Balikpapan Km 13 Atasi Parkir Liar Truk, Luasnya 11 Hektare dan Miliki SPBU

21 Juni 2026 | 08:42

Syahril, warga Bontang Baru, mengaku hampir setiap hari berurusan dengan juru parkir liar saat beraktivitas di pusat kota. Ia mengeluhkan cara mereka yang dinilai tidak sopan dan memaksa.

“Memang cuma Rp2 ribu, tapi mintanya maksa. Motor cuma saya sandarkan sebentar. Kalau rusak atau hilang, siapa yang tanggung jawab?” keluhnya, Jumat (25/10/2025).

Menurutnya, keberadaan jukir liar semakin banyak terutama saat ada acara besar seperti konser, bazar, atau kegiatan masyarakat lainnya.

“Kalau lagi ramai, mereka muncul semua. Tapi begitu acara selesai, mereka juga hilang. Motor kita tidak dijaga sama sekali,” ujarnya kesal.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang, Bahauddin, tidak menampik keluhan warga tersebut. Ia mengakui bahwa hingga kini pemerintah belum memiliki dasar hukum yang kuat untuk menindak para jukir liar.

“Landasan hukumnya memang belum ada. Saat ini, rancangan peraturan daerah (Perda) tentang parkir sedang dibahas di DPRD Bontang. Target kami, tahun ini bisa selesai agar ada dasar hukum untuk bertindak,” jelasnya.

Menurut Bahauddin, tanpa regulasi yang jelas, Dishub kesulitan menertibkan para jukir liar yang beroperasi di luar kendali pemerintah.

“Kalau sudah ada Perda, kami bisa melakukan penertiban dengan dasar hukum yang kuat. Saat ini, sifatnya masih sebatas imbauan,” tambahnya.

Fenomena jukir liar bukan hanya soal ketertiban, tetapi juga soal potensi pendapatan daerah yang belum tergarap maksimal.

Data dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bontang mencatat, hingga Oktober 2025, pendapatan retribusi parkir baru mencapai Rp224,7 juta.

Padahal target awalnya Rp420 juta. Dalam pembahasan anggaran perubahan, target itu bahkan harus diturunkan menjadi Rp315 juta.

“Angka ini masih kecil dibanding potensi sebenarnya. Dengan mobilitas warga dan investasi yang meningkat, potensi pendapatan dari parkir bisa jauh lebih besar,” kata Bahauddin.

Maraknya jukir liar menjadi sinyal bagi pemerintah untuk segera mempercepat pengesahan Perda Parkir. Tanpa payung hukum, penertiban hanya akan berjalan setengah hati.

Sementara bagi warga, penting untuk lebih berhati-hati dan memilih lokasi parkir resmi yang memiliki pengawasan dan tanggung jawab jelas.

Jika regulasi berhasil ditegakkan, bukan hanya ketertiban yang tercipta, tetapi juga peningkatan pendapatan daerah yang bisa kembali ke masyarakat dalam bentuk pelayanan publik.

“Kami berharap Perda ini segera disahkan. Dengan begitu, pengelolaan parkir di Bontang bisa lebih tertib, aman, dan memberi manfaat nyata bagi warga,” tutup Bahauddin. (*)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

Via: Fahrul Razi
Tags: Juru ParkirParkir Liar
Previous Post

Hangat dan Penuh Semangat, Kodim 0908/Bontang Gelar Olahraga Bersama Babinsa dan Istri

Next Post

Sidak Akhir Pekan, Wali Kota Bontang Soroti Kebersihan Pelabuhan dan Masjid Terapung

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Sidak Akhir Pekan, Wali Kota Bontang Soroti Kebersihan Pelabuhan dan Masjid Terapung

Sidak Akhir Pekan, Wali Kota Bontang Soroti Kebersihan Pelabuhan dan Masjid Terapung

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

26 Juni 2026 | 21:44
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved