• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Sabtu, Juli 25, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Niaga

Jurang Kemiskinan Kian Menganga di Balik Seruan WFH karena Corona

Suriadi Said by Suriadi Said
24 Maret 2020 | 13:32
Reading Time: 3 mins read
0
Jurang Kemiskinan Kian Menganga di Balik Seruan WFH karena Corona
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

KEBIJAKAN menjaga jarak (social distancing) dan bekerja dari rumah (work from home) yang didengungkan pemerintah sejak pekan lalu diikuti banyak pengusaha dan lembaga negara, tidak terkecuali pemerintah. Upaya itu dimaksudkan guna mencegah penyebaran virus corona di tengah masyarakat.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, 579 orang tercatat positif Covid-19, dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 49 orang. Bersamaan dengan peningkatan jumlah kasus virus corona, satu per satu perkantoran di Jakarta pun ditinggalkan para pekerjanya.

Namun, bagaimana nasib pekerja sektor informal? Sebut saja, tukang ojek yang mengandalkan rezeki dari pesanan antar dan jemput para pekerja. Kemudian, pedagang makanan di sekitar perkantoran yang menanti perut lapar para pekerja.

PILIHAN REDAKSI

Dompet ASN Full Senyum! Gaji ke-13 Cair Juni 2026, Kelompok Ini Transferan Pertama Skema WFH ASN Balikpapan Rampung, Tinggal Teken Wali Kota WFH ASN Balikpapan Masih Tunggu Persetujuan Wali Kota WFH ASN Balikpapan Dievaluasi, Keberlanjutan Masih Dikaji Balikpapan Usulkan 1.000 Formasi PNS 2026, Guru dan Tenaga Kesehatan jadi Prioritas

WFH ASN Balikpapan Dievaluasi, Keberlanjutan Masih Dikaji

30 Maret 2026 | 13:38
Soal COVID di Samarinda, Diskes Kaltim: Bukan Varian Baru, Mirip Flu Biasa

Soal COVID di Samarinda, Diskes Kaltim: Bukan Varian Baru, Mirip Flu Biasa

16 Juni 2025 | 23:14

Kepala Ekonom CSIS Yose Rizal Damuri mengatakan kebijakan kerja dari rumah (work from home/WFH) memang hanya dapat diimplementasikan oleh pekerja kantoran yang jumlahnya pun cuma secuil. Masih ada sekitar 80 persen jenis pekerjaan yang tidak bisa WFH, misalnya buruh pabrik. Sektor non formal lebih parah lagi seperti tukang ojek, taksi online.

Tentunya, pendapatan mereka sangat bergantung dengan aktivitas fisik di luar rumah. Artinya, kebijakan WFH di tengah pandemi corona barang pasti mengganggu kantong pendapatan mereka.

“Permintaan sekarang kan juga sudah surut. Jadi, apabila dipaksa (beraktivitas) pun, selain (corona) mengancam kesehatan, juga tidak dijamin mendapatkan untung,” jelas Yose menulik CNN Indonesia, Selasa (24/3/2020).

Ia menilai ancaman penurunan pendapatan pekerja informal ini berpotensi ‘mengantar’ mereka ke jurang kemiskinan. Di sisi lain, kebijakan WFH di tengah pandemi memang tak terelakkan. Bagaimana pun, kesehatan nomor satu bukan.

“Lagipula, kalau kita tidak melakukan pembatasan, kekhawatirannya jangka panjang akan berdampak pada sisi faktor produksi utama, yaitu manusia itu sendiri. Jadi, ini adalah pilihan yang harus dihadapi,” terang dia.

Ekonom UI Fithra Faisal sependapat. Suka tidak suka, menurut dia, social distancing dan WFH harus diterapkan. Pun begitu, pemerintah tidak bisa lepas tangan memikirkan imbas kepada masyarakat yang terdampak kebijakan tersebut, terutama para pekerja informal.

Mengutip laporan Bank Dunia, ia menuturkan, ada 115 juta orang yang rentan miskin dan mayoritas melakukan pekerjaan informal atau mendapat upah harian. Kelompok ini, yang menurutnya perlu diberi insentif.

“Misal, tentunya dengan melakukan unconditional direct cash transfer atau penyaluran bantuan langsung kepada masyarakat-masyarakat menengah ke bawah,” imbuh dia.

Itu pun, sambung Fithra, diberikan khusus masyarakat di wilayah yang terdampak virus corona. Kebijakan ini persis seperti yang diterapkan oleh Korea Selatan.

“Kan tidak semua daerah juga terkena (virus corona). Mungkin, pemerintah bisa prioritaskan pada beberapa daerah saja, contohnya di Jakarta,” katanya.

Untuk menerapkan kebijakan ini, pemerintah bisa menggunakan data BPJS atau data masyarakat miskin/terancam miskin yang ada selama ini.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap persentase penduduk miskin per September 2019 sebesar 9,22 persen. Secara angka, jumlahnya mencapai 24,79 juta orang di seluruh wilayah Indonesia, dengan garis kemiskinan per rumah tangga miskin secara rata-rata adalah sebesar Rp2.017.664 per rumah tangga miskin per bulan.

Stimulus Ekonomi Rp200 T

Lebih lanjut Fithra mengingatkan selain menjaga ekonomi masyarakat, pemerintah tidak boleh melupakan sektor industri. Sebab, permintaan yang lesu membuat pelaku industri juga kesulitan untuk menggaji pekerja mereka.

“Ada sektor industri yang berhenti berproduksi sementara, ada juga yang berhenti total. Tetapi mereka harus menghadapi biaya operasional yang cukup tinggi, seperti listrik,” tuturnya mengingatkan.

Dengan puncak pandemi virus corona yang diperkirakan terjadi pada 6-12 Mei 2020 nanti, ia menilai penting pemerintah untuk segera menyiapkan bantalan ekonomi masyarakat dan industri.

Hitung-hitungan Fithra, pemerintah setidaknya perlu menggelontorkan Rp200 triliun untuk memberikan subsidi dan bantuan langsung kepada masyarakat, termasuk sektor industri. “Setidak-tidaknya, harus bertahan sampai titik itu (6-12 Mei),” terang Fithra.

Untuk mendanai stimulus ekonomi tersebut, pemerintah disarankan untuk mengalihkan sejumlah anggaran, seperti subsidi BBM, yang memiliki anggaran Rp100 triliun. Peluang ini sangat memungkinkan, mengingat tren harga minyak turun.

“Begitu juga dengan beberapa anggaran infrastruktur yang saya rasa juga cukup signifikan untuk bisa dialokasikan. Sehingga, Rp200 triliun ini meskipun besar sekali, tetapi achievable (dapat dicapai),” pungkasnya. (*)

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Via: Redaksi
Tags: Bekerja di RumahCovid-19Lockdown
Previous Post

Bontang Tetapkan KLB, Ini Strategi Pemkot Tangani Corona

Next Post

Paparan Corona Bikin Hotel di Balikpapan Terkapar

BACA JUGA

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Antrean Pertalite Mengular di Sejumlah SPBU Bontang, Pertamina: Stok dan Distribusi Aman Kok

Antrean Pertalite Mengular di Sejumlah SPBU Bontang, Pertamina: Stok dan Distribusi Aman Kok

16 Juli 2026 | 17:49
Tambang Tak Lagi jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Rupiah Tembus Rp17.688, Industri Batu Bara Kaltim Mulai Tercekik Meski Batu Bara Tertekan, Ekonomi Kaltim Diproyeksi Menguat di 2026 Nilai Ekspor Kaltim Tembus Rp273 Triliun, Didominasi Komoditas Non Migas

Tambang Tak Lagi jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kaltim

16 Juli 2026 | 14:49
Mulai 14 Juli, Harga Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg di Kaltim Turun

Mulai 14 Juli, Harga Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg di Kaltim Turun

15 Juli 2026 | 23:34
Retribusi Parkir Bontang Bocor Parah? Target Rp300 Juta Baru Capai Rp27 Juta

Retribusi Parkir Bontang Bocor Parah? Target Rp300 Juta Baru Capai Rp27 Juta

15 Juli 2026 | 21:26
Dilema BBM Subsidi Kaltim: Warga Lokal Mengantre, Pelat Luar Tak Bisa Diblokir Jangan Panic Buying! Stok BBM di Balikpapan Diklaim Aman

Dilema BBM Subsidi Kaltim: Warga Lokal Mengantre, Pelat Luar Tak Bisa Diblokir

13 Juli 2026 | 08:46
Next Post

Paparan Corona Bikin Hotel di Balikpapan Terkapar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

26 Juni 2026 | 21:44
Badak LNG Hidupkan Kembali Train F di Kilang Gas Bontang Badak LNG Buka Program Magang COOP bagi Mahasiswa Bontang, Berikut Syarat dan Tahapan Seleksinya Ditemukannya Gas Jumbo di Kaltim, Badak LNG Berpotensi Hidupkan Lagi 3 Kilang

Badak LNG Hidupkan Kembali Train F di Kilang Gas Bontang

14 Agustus 2024 | 07:37
Kasat Intelkam Polresta Balikpapan Berganti, Kini Dijabat Kompol Sumardi

Kasat Intelkam Polresta Balikpapan Berganti, Kini Dijabat Kompol Sumardi

19 Juni 2024 | 19:18

WN Korsel Tewas usai Lompat dari Lantai 23 Apartemen di Balikpapan

2 Juni 2022 | 19:59
Antrean Pertalite Mengular di Sejumlah SPBU Bontang, Pertamina: Stok dan Distribusi Aman Kok

Antrean Pertalite Mengular di Sejumlah SPBU Bontang, Pertamina: Stok dan Distribusi Aman Kok

16 Juli 2026 | 17:49

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved