Pranala.co, SANGATTA — Malam itu laut tidak bersahabat. Angin kencang datang tiba-tiba. Gelombang meninggi. Di perairan Teluk Lombok, Sangatta Utara, dua pemancing harus berjuang melawan alam setelah kapal yang mereka tumpangi terbalik di tengah laut.
Peristiwa itu terjadi sekira pukul 00.00 WITA. Kapal motor yang digunakan untuk memancing tidak mampu menahan terjangan angin dan gelombang. Dalam hitungan menit, kapal terbalik. Keduanya terombang-ambing dalam gelap.
Beruntung, sebelum kehabisan daya dan harapan, salah satu korban sempat menghubungi rekannya. Titik koordinat lokasi berhasil disampaikan. Setelah itu, komunikasi terputus.
Laporan tersebut segera diterima Kepolisian Resor Kutai Timur. Tanpa menunggu lama, Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Polres Kutim langsung bergerak.
“Keselamatan masyarakat, khususnya yang beraktivitas di wilayah perairan, menjadi prioritas utama kami,” kata Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto, Kamis (8/1).
Lokasi kejadian berada di Perairan Teluk Lombok, dengan titik koordinat 0°21’51.4″N 117°37’54.8″E. Jaraknya sekitar 9,4 mil laut arah barat laut dari Pos SAR Kutim. Medan tidak mudah. Arus cukup kuat. Ombak masih tinggi.
Kasat Polairud Polres Kutim, AKP Sudarwanto, menjelaskan pencarian dilakukan sejak dini hari. Personel menyisir area sesuai koordinat yang diterima. Harapan tetap dijaga.
Sekitar pukul 06.55 hingga 08.30 WITA, tanda-tanda itu muncul. Dari kejauhan, terlihat sebuah kapal terbalik. Di atasnya, dua orang bertahan. Mereka menggantungkan hidup pada lambung kapal.
“Alhamdulillah, korban masih selamat. Keduanya bertahan di atas kapal yang terbalik,” ujar AKP Sudarwanto.
Petugas langsung melakukan evakuasi. Kedua pemancing dinaikkan ke kapal penyelamat. Kondisi mereka lemas, tetapi selamat. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
AKBP Fauzan kembali mengingatkan masyarakat pesisir. Terutama nelayan dan pemancing. Cuaca harus selalu diperhatikan sebelum melaut. Alat keselamatan wajib disiapkan.
“Jangan memaksakan diri saat cuaca tidak bersahabat. Keselamatan jiwa harus menjadi yang utama,” tegasnya. (HAF)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















