• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Kamis, Juli 23, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Kasihan! Anak 11 Tahun di Bontang Tak Bisa Sekolah karena Tersangkut Administrasi

Suriadi Said by Suriadi Said
6 Oktober 2025 | 21:40
Reading Time: 2 mins read
0
Kasihan! Anak 11 Tahun di Bontang Tak Bisa Sekolah karena Tersangkut Administrasi

Satpol PP Bontang saat menggelar razia wajib belajar beberapa waktu lalu.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Pranala.co, BONTANG – Razia wajib belajar yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bontang pada Kamis (2/10) malam membuka fakta yang menyentuh hati. Dua anak laki-laki kedapatan berjualan di jam belajar. Salah satunya ternyata telah putus sekolah.

Petugas yang menemukan keduanya segera melakukan pendataan. Setelah itu, mereka diserahkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang untuk ditindaklanjuti.

PILIHAN REDAKSI

Sempat Kurang Ratusan Siswa, Kuota SPMB Bontang 2026 Akhirnya Penuh

Sempat Kurang Ratusan Siswa, Kuota SPMB Bontang 2026 Akhirnya Penuh

14 Juli 2026 | 12:17
Hari Pertama Sekolah di Bontang, Wali Kota: Guru dan Orangtua Harus Kompak

Hari Pertama Sekolah di Bontang, Wali Kota: Guru dan Orangtua Harus Kompak

13 Juli 2026 | 16:54

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, membenarkan bahwa anak tersebut memang belum bisa melanjutkan sekolah karena terkendala administrasi. Nomor Induk Siswa Nasional (NISN)-nya masih tercatat di daerah asal.

“Belum bisa, karena pindah sekolah ada aturannya. Kami masih menunggu dari pihak orang tuanya untuk melengkapi dokumen,” jelas Abdu Safa, Senin (6/10).

Namun ia menegaskan, pemerintah tidak akan tinggal diam. Disdikbud Bontang telah menyiapkan jalur alternatif agar anak itu bisa tetap belajar.

“Masih ada jalan untuk anak tersebut. Bisa lewat pendidikan nonformal seperti Paket A, B, atau C. Kami akan melakukan pendekatan langsung kepada keluarganya,” ujarnya.

Dua anak tersebut, masing-masing berusia 7 dan 11 tahun, diamankan petugas sekira pukul 20.00 WITA di salah satu kawasan kota. Saat itu, keduanya sedang berjualan, padahal waktu tersebut seharusnya digunakan untuk belajar di rumah.

“Mereka seharusnya berada di rumah untuk belajar, bukan berjualan,” tegas Kasatpol PP Bontang, Ahmad Yani.

Menurut Yani, razia wajib belajar bukan sekadar penertiban. Tujuannya lebih besar: melindungi anak-anak dari kehilangan hak dasarnya untuk menempuh pendidikan.

“Anak itu tugasnya belajar, bukan mencari nafkah. Orang tua kami ingatkan, jangan menyuruh anak berjualan apapun alasannya,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah ingin memastikan setiap anak di Bontang mendapat kesempatan yang sama untuk belajar. Termasuk bagi mereka yang datang dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

“Pendidikan itu tanggung jawab bersama. Pemerintah hadir untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal,” tutup Ahmad Yani. (FR)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

Tags: Pelajar BontangWajib Belajar
Previous Post

ASTAGA! Seluruh Dapur Makanan Bergizi Gratis di Pangkep Belum Punya Sertifikat Sanitasi

Next Post

11 Kasus Pencurian Terungkap di Samarinda Kurun 2 Bulan, Polisi Amankan 7 Tersangka

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
11 Kasus Pencurian Terungkap di Samarinda Kurun 2 Bulan, Polisi Amankan 7 Tersangka

11 Kasus Pencurian Terungkap di Samarinda Kurun 2 Bulan, Polisi Amankan 7 Tersangka

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

26 Juni 2026 | 21:44
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved