• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Kamis, Juli 16, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Keunggulan Adan, Beras Organik dari Tapal Batas Kalimantan yang Populer di Negeri Tetangga

Suriadi Said by Suriadi Said
6 Agustus 2021 | 10:27
Reading Time: 3 mins read
0
Keunggulan Adan, Beras Organik dari Tapal Batas Kalimantan yang Populer di Negeri Tetangga

Persawahan organik menghasilkan beras Adan di Kecamatan Krayan. (Foto Istimewa)

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

pranala.co – Membahas produk pertanian di negeri agraris seperti Indonesia memang tidak akan ada habisnya. Salah satunya adalah beras adan, komoditas unggulan yang lahir dari perpaduan kekayaan sumber daya alam serta kearifan lokal. Uniknya, produk yang sehat dan ramah lingkungan ini lebih dahulu populer di mancanegara daripada di negeri sendiri.

Beras adan berasal dari dataran tinggi Krayan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara yang berbatasan langsung dengan Negara Bagian Sarawak, Malaysia. Wilayah dengan ketinggian 900–2000 mdpl yang tersebar di lima kecamatan tersebut telah dikenal sebagai penghasil beras yang bermutu tinggi. Nasi yang dihasilkan dari beras adan terkenal dengan aroma yang harum, tekstur yang pulen, dan rasa yang lebih manis daripada nasi umumnya.

PILIHAN REDAKSI

Harga Beras Premium di Balikpapan Naik, Pemkot Lakukan Intervensi Beras Premium di Balikpapan Naik, Pemkot Lakukan Intervensi Hati-Hati! 90 Persen Beras Premium Tak Sesuai Mutu

Hati-Hati! 90 Persen Beras Premium Tak Sesuai Mutu

15 Juli 2025 | 06:31
Mudik 2026, Bandara Sepinggan Balikpapan Tambah Area Check-In Tiga Maskapai Ajukan Extra Flight Jelang HUT RI di IKN Nusantara, Kaltim Tiket Pesawat ke Balikpapan Mahal, Menparekraf Buka Suara Karantina Pertanian Balikpapan Sita Beras 996 Gram dari India Jumlah Penumpang di Bandara Sepinggan Naik 36 Persen selama Libur Natal dan Tahun Baru 2023

Karantina Pertanian Balikpapan Sita Beras 996 Gram dari India

15 Februari 2023 | 05:41

Terdapat tiga kategori warna dari beras adan, yaitu beras merah, hitam, dan putih atau disebut warga setempat dengan sia, hitem, dan buda. Masing-masing warna memiliki karakteristik rasa dan tekstur yang berbeda, begitu juga dengan zat kandunganya.

Soal nutrisi, beras Adan juga memiliki nilai tambah. Sesuai dengan keterangan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) yang dilansir dari Berita Satu, beras adan hitam memiliki kandungan mineral berupa fosfor, kalsium, dan zat besi yang jauh lebih tinggi daripada beras hitam lain.

Beras adan juga memiliki kadar protein 9,3 persen yang lebih tinggi dari rata-rata 6 persen protein pada beras. Sementara kandungan vitamin B2 tinggi ada pada beras adan merah.

Tidak lepas dari bantuan kerbau

Keunggulan beras adan juga terletak pada seluruh proses produksinya yang terbebas dari penggunaan bahan kimia, baik dalam bentuk pupuk maupun pestisida. Sebagai gantinya, produksi yang dilakukan hanya sekali dalam setahun tersebut tidak terlepas dari bantuan kerbau.

Sebelum sawah ditanami, kerbau dibiarkan beraktivitas di sawah untuk mencari rumput, berkubang, dan menginjak-nginjak tanah. Kotoran yang dihasilkan oleh kerbau kemudian menjadi pupuk alami bagi tanah, sampai-sampai disebut sebagai ‘makanan padi adan.’ Saat panen, tenaga kerbau kembali digunakan untuk mengangkut hasil panen.

kerbau
Produksi beras adan tidak dapat dipisahkan dari kerbau. (flickr.com/Martin)

Petani adan juga tidak perlu menyiangi rumput untuk merawat padi seperti di tempat lain. Yang diperlukan adalah mengatur irigasi agar sawah terus tergenang sampai panen tiba. Di sini, peran vital dari kelestarian lingkungan terutama hutan untuk memastikan ketersediaan sumber daya air bagi pertanian.

Keunggulan beras adan

Krayan sendiri termasuk dari wilayah Taman Nasional Kayan Mentarang yang merupakan kawasan konservasi terluas di Pulau Kalimantan. Kearifan dalam proses tersebut tidak terlepas dari budaya agraris masyarakat Dayak Lundayeh di Krayan yang begitu menghargai sumber daya tanah dan padi.

Bahkan, terdapat upacara pade fra, yaitu pemberkatan gereja pada benih padi sebelum proses menanam. Sejak dahulu, masyarakat setempat juga telah menggunakan beras dalam sistem barter untuk ditukar dengan komoditas dari daerah lain.

Berbagai keunggulan tersebut membuat beras adan populer di negeri tetangga, seperti Malaysia dan Brunei Darussalam. Konon, Sultan Brunei pun memfavoritkan beras adan.

padi
Petani Krayan tengah menanam padi yang menghasilkan beras adan © instagram.com/krayan_highlands_borneo

Para pembeli dari kedua negara tersebut bahkan langsung mendatangi petani di Krayan untuk mendapatkan harga beras sekitar Rp250.000 per 15 kilogram. Sampai-sampai banyak yang memasarkan beras adan sebagai produk asli Sarawak, Malaysia.

Padahal, percobaan menanam padi adan pernah dilakukan di luar wilayah dan hasilnya gagal. Begitu juga saat varietas padi lain ditanam di Krayan. Rupanya, kecocokan kandungan tanah di Krayan dengan padi menjadi faktor penentu.

Karenanya, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementrian Hukum dan HAM Indonesia telah memberikan sertifikat Indikasi Geografis (IG) pada beras adan sejak tahun 2012. Artinya, kualitas produk dipengaruhi oleh faktor lingkungan dari daerah asalnya.

Pandemi COVID-19 memiliki sisi positif untuk mendorong kehadiran beras adan di pasar dalam negeri yang selama ini belum menjadi prioritas. Saat perbatasan Malaysia-Indonesia di Krayan ditutup karena lockdown, penjualan beras yang awalnya menargetkan Sarawak beralih ke kota-kota di Kalimantan Utara, seperti Tarakan dan Malinau.

Beras pun dinilai dengan harga yang lebih tinggi di dalam negeri. Kini, beras Adan semakin mudah dijangkau oleh konsumen Indonesia lewat penjualan di berbagai e-commerce. [*]

Tags: Beras AdanBeras OrganikKrayan
Previous Post

INFOGRAFIS: Upacara Virtual HUT ke-76 RI

Next Post

Varian Delta di Kaltim Melonjak 6 Kali Lipat

BACA JUGA

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gugatan Rp27 Miliar Berlanjut, Eks Wali Kota Bontang Belum Hadiri Mediasi di PN Bontang

Gugatan Rp27 Miliar Berlanjut, Eks Wali Kota Bontang Belum Hadiri Mediasi di PN Bontang

13 Juli 2026 | 22:26
Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

Langgar Aturan Lagi, Truk Material Tanpa Terpal Kembali Resahkan Warga Tanjung Laut Indah Bontang

13 Juli 2026 | 22:04
Kuota Umrah Gratis Kaltim Anjlok Drastis, Kini Tinggal 14 Orang Konflik Iran–Israel Memanas, Kemenhaj Kaltim Imbau Calon Jemaah Tunda Umrah 4.149 Marbot di Kaltim Masuk Daftar Penerima Umrah Gratis, Anggaran Tembus Rp33 Miliar Daftar Nama Marbot dan Penjaga Rumah Ibadah di Kutim yang Diberangkatkan Umrah dan Perjalanan Religi Arab Saudi Ultimatum Jemaah Umrah: Pulang sebelum 29 April atau Penjara Bus Jemaah Umrah WNI Kecelakaan di Arab Saudi, 6 Orang Meninggal Dunia

Kuota Umrah Gratis Kaltim Anjlok Drastis, Kini Tinggal 14 Orang

13 Juli 2026 | 21:22
Mahyunadi Ingatkan Kades di Kutim Tak Terlalu Dekat dengan Perusahaan

Mahyunadi Ingatkan Kades di Kutim Tak Terlalu Dekat dengan Perusahaan

13 Juli 2026 | 21:07
Next Post
Berapa Biaya Rapid dan Tes Swab Mandiri? Ini Rincian Harga di 4 Rumah Sakit se-Kalimantan Timur

Varian Delta di Kaltim Melonjak 6 Kali Lipat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

Bupati Kutim Garansi Dana RT Tetap Rp250 Juta, Desa Sangatta Selatan Kok Cuma Rp100 Juta?

11 Juli 2026 | 00:32
Ramai Razia STNK untuk Beli BBM Subsidi, Bagaimana di Bontang?

Ramai Razia STNK untuk Beli BBM Subsidi, Bagaimana di Bontang?

10 Juli 2026 | 19:16
Asyik Santai di Pos Ronda, Pria di Kutim Diciduk Kantongi 12 Paket Sabu

Asyik Santai di Pos Ronda, Pria di Kutim Diciduk Kantongi 12 Paket Sabu

11 Juli 2026 | 00:37

Terbaru

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

Lapas Bontang Over Kapasitas, Kutim Kebut Lapas Baru di Bukit Pelangi

13 Juli 2026 | 23:47
BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

BMKG: Kaltim Diprediksi Minim Hujan hingga 20 Juli, Samboja Sudah 16 Hari Kering

13 Juli 2026 | 23:44
Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

Luncurkan Petakita, Wali Kota Bontang Ingin Kebijakan Publik Tak Lagi Raba-Raba

13 Juli 2026 | 23:36
Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

Gerakan Ayah Mengantar Sekolah di Balikpapan Bikin Anak Lebih Semangat Masuk Kelas

13 Juli 2026 | 23:21
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved