• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Kamis, Juli 23, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Mangrove Telok Bangko: Penjaga Kehidupan, Penyangga Ekonomi

Suriadi Said by Suriadi Said
18 Oktober 2025 | 20:02
Reading Time: 3 mins read
0
Mangrove Telok Bangko: Penjaga Kehidupan, Penyangga Ekonomi

Kawasan konservasi Mangrove Telok Bangko Kelurahan Loktuan yang menjadi salah satu mitra binaan Pupuk Kaltim

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

BONTANG – Suara dedaunan bakau berdesir pelan saat angin laut menyusup di antara rimbun akar-akar tunjang. Burung kuntul perak melintas rendah di atas permukaan air yang berkilau diterpa matahari pagi. Kepiting bakau sesekali terlihat bebas bermain di sela-sela akar pohon.

Air menggenang tenang disertai semilir angin, membawa aroma asin laut berpadu dengan wangi khas lumpur basah. Suara jangkrik dan kodok yang saling bersahutan, dipadukan dengan cuitan burung dan gemericik air pasang, menciptakan simfoni alam yang menenangkan.

PILIHAN REDAKSI

Pupuk Kaltim Kucurkan Rp4,6 Miliar, 50 Anak Bontang Kini Bebas Biaya Sekolah hingga Wisuda

Pupuk Kaltim Kucurkan Rp4,6 Miliar, 50 Anak Bontang Kini Bebas Biaya Sekolah hingga Wisuda

16 Juli 2026 | 08:46
Sirnas C Pupuk Kaltim Open 2026 Dimulai, Bontang Diserbu Atlet dari 15 Provinsi

Sirnas C Pupuk Kaltim Open 2026 Dimulai, Bontang Diserbu Atlet dari 15 Provinsi

14 Juli 2026 | 19:16

Di tengah ketenangan itu, terdengar puluhan anak-anak usia dini berlari-lari diatas jembatan kayu panjang yang seolah membelah rimba hijau ini menjadi dua. Susunan kayu ulin itu menjadi jalur utama wisatawan dan warga lokal yang ingin menikmati keindahan hutan mangrove lebih dekat.

Itulah suasana Wisata Telok Bangko pagi hari, Sabtu (18/10/2025). Oase hijau itu terbentang di ujung utara Kota Bontang, tepatnya di Jalan Kapal Selam 1 RT 18, Kelurahan Loktuan. Selain sebagai tempat pembibitan dan penanaman vegetasi mangrove, kawasan ini juga menjadi salah satu distinasi wisata andalan di Kota Taman. Tempatnya asri, sejuk, edukatif, dan fasilitasnya ramah anak. Kondisi ini sekaligus memperkuat upaya pelestarian lingkungan di tengah pesatnya perkembangan perkotaan.

Dari Kawasan Terabaikan Menjadi Magnet Wisata

Di balik keindahan hutan Mangrove Telok Bangko yang saat ini menjadi primadona, tersimpan kisah perjuangan seorang pria bernama Hadi Wiyoto, pemilik wisata Telok Bangko.

Beberapa tahun lalu, Telok Bangko nyaris tak tersentuh. Lahan berlumpur, sampah berserakan, hingga minim fasilitas, membuat tempat ini tak sedikitpun dilirik untuk dikunjungi. Hadi Wiyoto, sering kali merasa sedih melihat kondisi itu.

“Waktu itu bau menyengat di mana-mana. Kondisinya banyak tumpukan sampah hingga banyak binatang yang mati,” kenang Hadi.

Hadi tak tinggal diam. Ia mencoba memasang spanduk imbauan agar warga tak membuang sampah ke laut. Namun imbauan itu tak diindahkan. Sampai akhirnya Ia memutuskan untuk mencari solusi lain yang bersifat jangka panjang; menanam mangrove.

Sampai pada akhirnya, sejak tahun 2010 Hadi mulai menekuni aktivitas menanam bibit mangrove meski dengan peralatan sederhana. Tak ada dukungan besar. Hanya bermodal semangat dan keyakinan, bahwa alam bisa kembali hidup jika dijaga dengan sungguh-sungguh.

Ia bukan pejabat, bukan pengusaha besar, tetapi berkat ketekunan dan besarnya kecintaan pada alam, lambat laun perubahan mulai tampak. Daun mangrove mulai merimbun. Kepiting bakau, udang, hingga aneka jenis ikan, tampak bermain di air dangkal. Tanda kehidupan perlahan pulih.

“Telok Bangko pernah diteliti oleh peneliti dari Belanda yang difasilitasi UGM (Universitas Gajah Mada). Oksigen yang dihasilkan dari pohon mangrove yang ada di sini, jika dikonversikan ke rupiah, per hari bisa menjual 500 ribu rupiah ke dunia,” urai Hadi dengan senyum bangga.

Perjuangan Hadi kemudian menarik perhatian PT Pupuk Kaltim untuk membuat kawasan tersebut berkembang pesat. Bak gayung bersambut, tahun 2020 Pupuk Kaltim melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) mulai melirik kawasan tersebut untuk dijadikan mitra binaan.

Perusahaan pupuk terbesar di Asia Tenggara tersebut mendukung penuh pengembangan kawasan tersebut, mulai dari budidaya dan penanaman ribuan bibit, pelatihan bagi kelompok tani, hingga bantuan pembangunan infrastruktur wisata. Tujuannya mendukung upaya dekarbonisasi perusahaan, menjaga keseimbangan ekosistem pesisisr, hingga mendukung ekonomi dan kemandirian warga sekitar.

“Lewat konsep ekoeduwisata, Telok Bangko telah dua kali berkontribusi kepada Pupuk Kaltim dalam pencapaian proper emas nasional. Pertama di tahun 2021 dan 2023,” kata Uchin Mahazaki, Asisstant Vice President Pembangunan Sosial dan Lingkungan, Departemen TJSL Pupuk Kaltim.

Abrasi Teratasi, Warga Mandiri

Hadirnya hutan Mangrove Telok Bangko yang menjadi permata hijau di wilayah pesisir Loktuan, menjadi berkah tersendiri bagi warga sekitar. Hadi Wiyoto yang sudah tinggal sejak tahun 2006 di kawasan tersebut, mengaku rumah warga sering rusak parah akibat terdampak abrasi. Namun sejak upaya konservasi dilakukan, hal itu sudah tidak terjadi lagi.

Kini, di kawasan Mangrove telok Bangko telah memiliki delapan jenis mangrove. Yakni Rhizopora apiculata, Rhizopora mucronata, Ceriops tagal, Bruguiera gymnorrhiza, Bruguiera sexangula, Ceriops tagal, dan Avicennia marina. Dua jenis di antaranya bisa dijadikan bahan dasar membuat produk turunan. Seperti amplang, sirop, hingga dodol.

“Alhamdulillah dari tiket mangrove dan hasil penjualan produk mangrove, anggota kelompok tani kami lebih sejahtera. Mereka bisa beli kapal sendiri dan bisa buka usaha kelontongan di rumah. Per tahun kami juga bisa mendapatkan penghasilan Rp 300-400 juta” ucapnya bangga.

Hadi tak menyangka, kerja kecil yang dulu Ia mulai dengan tangan sendiri, kini membuahkan hasil yang besar. Ia berhasil menyulap kawasan yang sebelumnya hanya lahan pesisir biasa, menjadi pusat konservasi vital sekaligus destinasi wisata alternatif. Ia berharap Mangrove Telok Bangko terus berkembang, menjadi oase hijau di jantung kota industri dan tetap menjaga keseimbangan antara wisata dan konservasi. Cahaya jingga yang menembus sela-sela daun bakau setiap kali matahari terbenam, menjadi saksi bisu perjuangan seorang Hadi Wiyoto.

Sebagai perusahaan raksasa, Pupuk Kaltim tidak hanya berfokus pada aspek konservasi, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan masyarakat sekitar dengan menghadirkan peluang ekonomi baru melalui berbagai sektor. Inisiatif konservasi ini mendukung kelestarian alam sambil memberikan manfaat sosial dan ekonomi secara berkelanjutan.

Hutan mangrove yang yang terhampar di pesisir ini bukan sekadar benteng alami penahan abrasi, tetapi juga berkembang menjadi wisata edukasi dan penyangga ekonomi manusia. Hutan mangrove ini menjadi contoh nyata bagaimana manusia dan alam bisa saling berdampingan dan saling memberikan simbiosis mutualisme. (*)

Tags: BontangPupuk Kaltim
Previous Post

Lomba Foto Jurnalistik Pupuk Kaltim Porwada 2025

Next Post

Bontang Barat jadi Pilot Project SI KUMBANG, Langkah Nyata Bangun Ekonomi Lokal Tangguh

BACA JUGA

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

Deretan Momen Damkar jadi Penyelamat Pelajar Menerjang Banjir Rob Bontang Kuala

16 Juli 2026 | 16:14
Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

Balikpapan Bagikan 150 Ribu Stel Seragam Sekolah Gratis, Swasta hingga SPNF Kesetaraan Juga Dapat

16 Juli 2026 | 15:56
Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Warga Samarinda Tewas Masuk Kolong Truk Tangki

16 Juli 2026 | 15:28
Next Post
Bontang Barat jadi Pilot Project SI KUMBANG, Langkah Nyata Bangun Ekonomi Lokal Tangguh

Bontang Barat jadi Pilot Project SI KUMBANG, Langkah Nyata Bangun Ekonomi Lokal Tangguh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

Bayi Usia 2 Hari Meninggal usai Dimandiin Perawat dan Diberi Susu, RS Santa Elisabeth Kutim Dipolisikan

15 Juli 2026 | 21:43
Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

Jadwal Kapal PELNI Bontang Juli 2026, Ada 6 Keberangkatan ke Parepare hingga Surabaya

26 Juni 2026 | 21:44
Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

Bandar Sabu Bersenjata Digerebek di Muara Badak, Anak Buah Kabur Bawa Pistol

15 Juli 2026 | 16:21

Terbaru

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.477 per Kg Juli 2026

16 Juli 2026 | 23:14
Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

Hampir 50 Gram Sabu di Sangatta Kutim Gagal Edar

16 Juli 2026 | 23:01
Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

Demi Seragam Sekolah Gratis, Balikpapan Gelontorkan Rp30 Miliar

16 Juli 2026 | 22:38
Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

Bayi Meninggal di RS Santa Elisabeth Bengalon, Diskes Kutim Baru Tahu dari Media

16 Juli 2026 | 21:04
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: pranaladotco@gmail.com

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved